Minyak di Korea Utara Jadi Barang Mahal

Selasa, 12 Sep 2017 21:24
Dibaca: 93 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Pyongyang - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Korea Utara (Korut) melonjak tak lama setelah Dewan Keamanan PBB menerbitkan sanksi terbarunya, Senin (11/9). Salah satu bentuk sanksi terbaru PBB tersebut adalah membatasi impor minyak ke Pyongyang. 

Berdasarkan laporan awak Radio Free Asia, yang dikutip laman Yonhap, Selasa (12/9), sebelum Korut melakukan uji coba nuklir terakhirnya pada 3 September lalu, harga bensin berkisar 13 ribu won per kilogram. Kini harga bensin meningkat cukup tajam.

"Di Hoeryong, Provinsi Hamgyong Utara, bensin saat ini diperdagangkan dengan harga 17 ribu won per kilogram dan minyak diesel seharga 13 ribu won," kata seorang sumber kepada Radio Free Asia. 

Harga BBM ini diprediksi akan kembali mengalami kenaikan. Sebab di Korut sendiri telah beredar kabar bahwa Cina akan melarang kegiatan ekspor minyak ke Pyongyang. Hal ini tentu akan mempengaruhi harga minyak di dalam negeri Korut. 

Dewan Keamanan PBB, pada Senin (11/9), telah mengadopsi sebuah resolusi rancangan Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi terbaru kepada Pyongyang terkait program nuklirnya. Adapun sanksi tersebut berupa menutup akses impor minyak Korut, melarang ekspor tekstil, mengakhiri kontrak kerja warga Korut di luar negeri, menghentikan upaya kerja sama dengan negara lain, serta memberi sanksi kepada lembaga pemerintah tertentu Korut. 

Menurut Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley ini merupakan sanksi terberat yang pernah dijatuhkan untuk Korut. Ia berharap sanksi ini dapat menghentikan program nuklir Pyongyang dan membawanya ke meja perundingan. 

Menanggapi sanksi terbarunya, Korut mengatakan AS selaku aktor di balik resolusi terbaru Deewan Keamanan PBB akan menanggung akibatnya. "AS pada akhirnya mengeluarkan resolusi ilegal dan melanggar hukum atas sanksi yang lebih keras ini. Korut harus benar-benar yakin AS akan menanggung akibatnya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Ribuan Jamaah Hadir dalam Tabligh Akbar Ustadz Syafiq Basalamah di Masjid Imam Syafi'i Pekanbaru

    Minggu, 24 Sep 2017 06:17

    PEKANBARU, LIPUTANRIAU.COM - Meskipun cuaca Kota Pekanbaru sore hingga malam, Sabtu (23/9/2017) gerimis dan mendung, namun semangat para penerima ilmu tetap tinggi, ribuan jamaah memadati Masjid Imam

  • Raja Salman Bantu 15 Juta Dolar AS untuk Pengungsi Rohingya

    Rabu, 20 Sep 2017 15:35

    Liputanriau.com - Tragedi yang menimpa Muslim di Rohingya, Myanmar mengundang keprihatinan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud. Bahkan, Raja Salman telah memerintahkan pembayaran bantuan sen

  • Jokowi Melepas 34 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Rohingya

    Rabu, 13 Sep 2017 14:47

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo, Rabu (13/9/2017) pagi, melepas 34 ton bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh.Pelepasan bantuan kemanusiaan itu di

  • Dua Orang Pengungsi Rohingnya Cedera Terkena Ranjau Myanmar

    Selasa, 12 Sep 2017 21:27

    Liputanriau.com, Myanmar - Ranjau darat yang ditanam militer Myanmar di perbatasan Bangladesh mulai memakan korban. Menurut laporan Telegraph, Senin, 11 September 2017, ranjau tersebut menghantam dua

  • Sarawak Tutup Pintu untuk Rohingya

    Senin, 11 Sep 2017 20:50

    Liputanriau.com, Sarawak - Sarawak, negara bagian Malaysia akan menolak memberikan rumah atau tempat tinggal bagi pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar."Kami sepenuhnya menolaknya. Bagai

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.