Myanmar Dilanda Wabah Flu Babi, 23 Orang Meninggal

Sabtu, 12 Agu 2017 12:43
Dibaca: 75 kali
BAGIKAN:
23 orang di Myanmar meninggal akibat Flu Babi.

Liputanriau.com, Myanmar - Sebanyak 23 orang di Myanmar meninggal karena terjangkit flu babi. Kementerian Kesehatan Myanmar mengkonfirmasi jumlah itu, Jumat (11/8/2017) waktu setempat.

Sementara sebanyak 535 warga lainnya dirawat di rumah sakit dengan infeksi saluran pernapasan akut parah di 10 dari 15 wilayah di Myanmar sejak 21 Juli.

Departemen tersebut mengatakan dalam sebuah siaran pers, bahwa sejauh ini wabah tersebut telah menewaskan 23 pasien. Sementara 204 lainnya dikonfirmasi terinfeksi virus H1N1.

Wakil Direktur Jenderal Departemen Kesehatan Tun Aung mengatakan kepada Anadolu Agency, wabah itu hanya musiman. Bukan kejadian yang tidak biasa.

"Ini musim hujan yang merupakan musim flu bagi negara kita," katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia memberikan dukungan teknis kepada pemerintah Myanmar, berkonsultasi dengan pakar regional, dan menawarkan bantuan untuk melakukan pengujian di luar negeri.

Selain wabah flu babi, Myanmar juga mengkonfirmasi wabah virus H5N1 atau flu burung bulan lalu. Kebanyakan wabah itu terjadi di Yangon dan Tanintharyi.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Suara.com

  BacaJuga
  • Trump Terancam Digugat Partainya Sendiri, Partai Republik

    Rabu, 17 Mei 2017 18:05

    Liputanriau.com, Washington - Untuk kedua kali dalam sepekan, Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan pernyataan yang berbeda dari bawahan-bawahannya di Gedung Putih.Para bawahannya itu sedang k

  • Gedung Putih Hapus Larangan Muslim dari Situs Web Kampanye Trump

    Rabu, 10 Mei 2017 14:04

    Liputanriau.com, Washington - Setelah seorang reporter menanyakan kampanye Presiden Donald Trump tentang larangan Muslim di Amerika Serikat dalam konferensi pers, Gedung Putih langsung menghapusnya da

  • Dipecat Donald Trump, Direktur FBI Mengira Hanya Gurauan

    Rabu, 10 Mei 2017 13:48

    Liputanriau.com, Washington - Direktur FBI James B. Comey baru mengetahui dirinya dipecat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari siaran televisi.Seperti dilansir New York Times, Rabu 10

  • Pentagon Akui Simpan Kode Senjata Nuklir di Apartemen Trump

    Senin, 08 Mei 2017 13:50

    Liputanriau.com, Amerika Serikat - Salah satu apartemen milik Donald Trump di New York disewa Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon agar satu perangkat terkait bom nuklir ditempatkan di

  • Media Pemerintah Rusia Sebut Trump Lebih Bahaya dari Kim Jong Un

    Rabu, 03 Mei 2017 13:41

    Liputanriau.com, Rusia - Kremlin TV, televisi pemerintah Rusia menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih berbahaya daripada pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.Pernyataan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.