PBB Gagal Bujuk Myanmar Terima Kembali Warga Rohingya

Jumat, 20 Okt 2017 01:42
Dibaca: 139 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com - Tim dari Perserikatan Bangsa Bangsa gagal membujuk pemerintah Myanmar agar menerima kepulangan warga etnis Rohingya dari Bangladesh. Pemerintah Myanmar juga diminta memberikan izin pekerja bantuan untuk masuk ke negeri yang sarat konflik itu.

Seperti yang dilansir Channel News Asia pada 17 Oktober 2017, juru bicara PBB mengatakan, utusan PBB kembali dari Myanmar dengan tangan kosong setelah tidak mendapatkan persetujuan mengenai masalah repatriasi itu.

Kepala urusan politik PBB, Jeffrey Feltman, berada di Myanmar selama lima hari untuk membahas nasib lebih dari 582.000 warga etnis Rohingya, yang meninggalkan negara bagian Rakhine sejak akhir Agustus lalu.

"Selain bertemu dengan Penasihat Nasional Myanmar, Aung San Suu Kyi dan komandan militer Jenderal Min Aung Hlaing, Feltman juga dibawa ke Rakhine. Pada saat itu, Feltman berkesempatan melihat desa itu sendiri terbakar saat dibawa melalui wilayah itu dengan pesawat," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

Setelah itu, Dujarric mengatakan Feltman meminta Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak pemerintah Myanmar agar mengizinkan tim kemanusiaan memasuki Rakhine. Sementara para pengungsi diizinkan pulang ke rumah dengan suka rela, selamat dan terhormat ke negara asalnya.

Mengomentari tindakan Myanmar yang mencegah penyaluran bantuan di Rakhine, Dujarric mengatakan: "Pertanyaan harus dijawab oleh pemerintah Myanmar untuk PBB, kami ingin kebenaran diberikan sesegera mungkin."

Saat ini sekitar 580 ribu warga etnis minoritas Rohingya mengungsi ke daerah perbatasan Bangladesh seperti Cox Bazar setelah menyelamatkan diri dari kekerasan militer Myanmar di negara bagian Rakhine sejak Agustus 2017.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • Jokowi Desak Arab Saudi Transparan soal Kematian Jurnalis Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:24

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo menyampaikan langsung harapannya terhadap kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi kepada perwakilan Arab Saudi. Ia menyampaikan itu kepada Menteri Luar Ne

  • Kejanggalan Klaim Saudi soal Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:19

    Liputanriau.com - Pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat mereka di Istanbul, Turki. Namun klaim Saudi menyisakan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Berbaga

  • Kemenkumham Buka Suara Terkait Intervensi Pencekalan Rizieq Shihab

    Kamis, 27 Sep 2018 17:22

    Liputanriau.com, Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membantah melakukan intervensi terhadap pencekalan pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab di Arab Saudi. Kementerian me

  • Arab Saudi Cekal Habib Rizieq ke Malaysia

    Selasa, 25 Sep 2018 21:07

    Liputanriau.com, Jakarta - FPI dan GNPF-Ulama menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk berkonsultasi. Konsultasi itu membahas intimidasi yang dituding dilakukan petugas Imigrasi Arab Saudi terhadap ima

  • Dianggap Ekstremis, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid

    Senin, 09 Okt 2017 15:39

    Liputanriau.com - Arab Saudi telah memecat ribuan imam masjid karena diduga menyebarkan paham ekstremisme. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, di Mo

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.