• Home
  • Mancanegara
  • PBB Susun Rencana Darurat Beri Makan 700.000 Pengungsi Rohingya

PBB Susun Rencana Darurat Beri Makan 700.000 Pengungsi Rohingya

Rabu, 27 Sep 2017 20:26
Dibaca: 120 kali
BAGIKAN:
Para pengungsi Rohingya yang memasuki Banglades untuk menghindari kekerasan di Rakhine, Myanmar.

Liputanriau.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menyusun rencana darurat untuk memberi makan 700.000 pengungsi Rohingya dari Myanmar, di Banglades.

Angka tersebut merupakan prediksi, setelah dalam beberapa pekan terakhir gelombang pengungsi Rohingya telah mencapai angka 480.000 orang.

Seorang pejabat senior dari Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan kepada AFP, WTP siap menyediakan bahan makanan secara masif, dan juga bantuan darurat lainnya.

"Semua badan PBB bersama-sama sekarang telah menetapkan rencana untuk 700.000 pengungsi."

"Kami masih bisa menangani jika jumlah mencapai 700.000," demikian kata Kepala Deputi WFP di Banglades, Dipayan Bhattacharyya, Rabu (27/9/2017).

Warga Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine di timur laut Myanmar. Mereka masuk ke Banglades sejak pelarian yang dimulai pada 25 Agustus.

Saat itu muncul serangan balasan dari militer Myanmar, setelah serangan mematikan militan Rohingya ke pos polisi Myanmar.

Bhattacharyya mengatakan, situasi kelaparan di kamp telah membaik, karena bantuan pangan dari WFP dan lembaga lainnya mulai menjangkau para pengungsi.

Dia mengatakan, rencana awal juga mencakup sekitar 300.000 orang Rohingya yang telah berlindung di tenggara Banglades, sebelum masuknya arus terakhir.

Dengan demikian, jumlah pengungsi Rohingya di Banglades bisa mencapai angka satu juta jiwa.

"Tidak ada yang akan ditinggalkan dari bantuan kemanusiaan  ini," kata dia.

WFP membutuhkan sekitar dana hingga 80 juta dollar AS, untuk bantuan besar tersebut.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi mengunjungi kamp-kamp dengan pengungsi yang membeludak minggu lalu.

Dia mengatakan, Banglades membutuhkan bantuan internasional besar-besaran, untuk memberi makan dan melindungi warga Rohingya.

Grandi juga mengatakan, meski telah terjadi aksi kedermawanan lokal yang luar biasa, namun tetap bantuan internasional, keuangan, dan material dibutuhkan.

Seorang pejabat PBB pekan lalu mengatakan, dibutuhkan dana 200 juta dollar AS selama enam bulan ke depan demi menangani krisis Rohingya.

PBB mengajukan permohonan dana darurat sebesar 78 juta dollar AS pada tanggal 9 September.

Namun koordinator PBB di Banglades Robert Watkins mengatakan, akan dibutuhkan dana lebih dari itu, karena eksodus yang terus memuncak.

Banglades yang miskin, mendapat pujian karena membuka perbatasannya, dan telah mengurangi pembatasan bagi kelompok pemberi bantuan yang bekerja di kamp-kamp pengungsian.

Banglades pun dikabarkan meminta 250 juta dollar AS dari Bank Dunia untuk mendanai bantuan darurat bagi krisis ini.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Bunuh Diri Bukan Mengakhiri Kehidupan

    Selasa, 28 Mar 2017 11:19

    Ketika menghadapi cobaan hidup, sebagian orang mengambil "jalan pintas" dengan cara bunuh diri. Padahal bunuh diri bukanlah solusi dan bukanlah jalan pintas, bahkan bunuh diri adalah dosa yang san

  • Karyawan PT Padasa Kampar Ditemukan Tewas Tergantung dengan Kain Sarung

    Rabu, 15 Mar 2017 13:09

    LIPUTANRIAU.COM, KOTOKAMPARHULU - Seperti disambar petir di siang bolong saat sang istri melihat suaminya tewas tergantung dengan kain sarung di dalam rumahnya,  Selasa (14/32017) sekira pukul 14

  • Pria di Pekanbaru Ini Tewas Gantung Diri

    Sabtu, 11 Mar 2017 17:26

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Akibat tidak tahan terus menerus makan obat, Sutrimo (38) lebih memilih mengakhiri jalan hidupnya dengan gantung diri. Pria sakit jiwa yang berulang kali keluar masuk RSJ

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.