Pengungsi Rohingya Minum Air Hujan Demi Hilangkan Dahaga

Sabtu, 09 Sep 2017 21:31
Dibaca: 61 kali
BAGIKAN:
Seorang anak etnis Rohingya di pengungsian (ilustrasi).

Liputanriau.com - Penderitaan pengungsi Rohingya memang belum usai. Setelah bebas dan terhindar dari kekejaman militer Myanmar, saat ini mereka harus hidup terkatung-katung di kamp pengungsi di Bangladesh bahkan harus minum air hujan untuk melepas dahaga.

Selain bahan makanan, para pengungsi juga kekurangan pasokan air bersih. Tak ayal, ketika hujan turun, para pengungsi mulai mengambil botol atau wadah lainnya untuk menampung setiap tetesnya.

Setelah reda, mereka pun mulai meminum air hujan yang sudah tertampung. Mereka meminum secukupnya, kemudian membagikannya kepada pengungsi lain yang belum mendapatkannya. Ini adalah satu-satunya air bersih yang para pengungsi dapatkan.

Badan-badan bantuan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki cukup bekal dan makanan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. Pada Jumat (8/9), Program Pangan Dunia PBB juga melaporkan mereka membutuhkan dana sekitar 14,8 juta dolar Amerika Serikat untuk memasok kebutuhan pangan para pengungsi Rohingya. Baik yang baru saja tiba atau yang telah tinggal di kamp-kamp penampungan di perbatasan Bangladesh.

Sebelumnya pengungsi Rohingya mulai tiba di Katupalong pada akhir Agustus lalu, kamp-kamp pengungsi PBB di daerah tersebut telah cukup padat. Seiring dengan gelombang pengungsi yang tak kunjung usai, mereka akhirnya terpaksa mendirikan tenda-tenda seadanya di sepanjang jalan menuju perbatasan Bangladesh.

Tinggal di tenda seadanya dengan ketersediaan bahan makanan yang tipis, tentu tidaklah mudah. Terlebih lagi, di antara ratusan ribu pengungsi, tak sedikit mereka yang memiliki bayi dan balita. "Kami butuh makanan untuk anak-anak," kata seorang pengungsi perempuan Rohingya, seperti dilaporkan laman Aljazirah, Sabtu (9/9).

Dia mengungkapkan tak tahu lagi harus pergi ke mana dan berbuat apa untuk tetap bertahan hidup. "Kami tidak tahu ke mana kita akan pergi dari sini, kita hanya mengikuti apa yang sedang dilakukan orang (pengungsi) lain," ujarnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Ribuan Jamaah Hadir dalam Tabligh Akbar Ustadz Syafiq Basalamah di Masjid Imam Syafi'i Pekanbaru

    Minggu, 24 Sep 2017 06:17

    PEKANBARU, LIPUTANRIAU.COM - Meskipun cuaca Kota Pekanbaru sore hingga malam, Sabtu (23/9/2017) gerimis dan mendung, namun semangat para penerima ilmu tetap tinggi, ribuan jamaah memadati Masjid Imam

  • Raja Salman Bantu 15 Juta Dolar AS untuk Pengungsi Rohingya

    Rabu, 20 Sep 2017 15:35

    Liputanriau.com - Tragedi yang menimpa Muslim di Rohingya, Myanmar mengundang keprihatinan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud. Bahkan, Raja Salman telah memerintahkan pembayaran bantuan sen

  • Jokowi Melepas 34 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Rohingya

    Rabu, 13 Sep 2017 14:47

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo, Rabu (13/9/2017) pagi, melepas 34 ton bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh.Pelepasan bantuan kemanusiaan itu di

  • Dua Orang Pengungsi Rohingnya Cedera Terkena Ranjau Myanmar

    Selasa, 12 Sep 2017 21:27

    Liputanriau.com, Myanmar - Ranjau darat yang ditanam militer Myanmar di perbatasan Bangladesh mulai memakan korban. Menurut laporan Telegraph, Senin, 11 September 2017, ranjau tersebut menghantam dua

  • Sarawak Tutup Pintu untuk Rohingya

    Senin, 11 Sep 2017 20:50

    Liputanriau.com, Sarawak - Sarawak, negara bagian Malaysia akan menolak memberikan rumah atau tempat tinggal bagi pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar."Kami sepenuhnya menolaknya. Bagai

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.