Pengungsi Rohingya Minum Air Hujan Demi Hilangkan Dahaga

Sabtu, 09 Sep 2017 21:31
Dibaca: 97 kali
BAGIKAN:
Seorang anak etnis Rohingya di pengungsian (ilustrasi).

Liputanriau.com - Penderitaan pengungsi Rohingya memang belum usai. Setelah bebas dan terhindar dari kekejaman militer Myanmar, saat ini mereka harus hidup terkatung-katung di kamp pengungsi di Bangladesh bahkan harus minum air hujan untuk melepas dahaga.

Selain bahan makanan, para pengungsi juga kekurangan pasokan air bersih. Tak ayal, ketika hujan turun, para pengungsi mulai mengambil botol atau wadah lainnya untuk menampung setiap tetesnya.

Setelah reda, mereka pun mulai meminum air hujan yang sudah tertampung. Mereka meminum secukupnya, kemudian membagikannya kepada pengungsi lain yang belum mendapatkannya. Ini adalah satu-satunya air bersih yang para pengungsi dapatkan.

Badan-badan bantuan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki cukup bekal dan makanan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. Pada Jumat (8/9), Program Pangan Dunia PBB juga melaporkan mereka membutuhkan dana sekitar 14,8 juta dolar Amerika Serikat untuk memasok kebutuhan pangan para pengungsi Rohingya. Baik yang baru saja tiba atau yang telah tinggal di kamp-kamp penampungan di perbatasan Bangladesh.

Sebelumnya pengungsi Rohingya mulai tiba di Katupalong pada akhir Agustus lalu, kamp-kamp pengungsi PBB di daerah tersebut telah cukup padat. Seiring dengan gelombang pengungsi yang tak kunjung usai, mereka akhirnya terpaksa mendirikan tenda-tenda seadanya di sepanjang jalan menuju perbatasan Bangladesh.

Tinggal di tenda seadanya dengan ketersediaan bahan makanan yang tipis, tentu tidaklah mudah. Terlebih lagi, di antara ratusan ribu pengungsi, tak sedikit mereka yang memiliki bayi dan balita. "Kami butuh makanan untuk anak-anak," kata seorang pengungsi perempuan Rohingya, seperti dilaporkan laman Aljazirah, Sabtu (9/9).

Dia mengungkapkan tak tahu lagi harus pergi ke mana dan berbuat apa untuk tetap bertahan hidup. "Kami tidak tahu ke mana kita akan pergi dari sini, kita hanya mengikuti apa yang sedang dilakukan orang (pengungsi) lain," ujarnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Densus 88 Tangkap Delapan WNI Terduga Teroris dari Turki

    Kamis, 21 Des 2017 16:44

    Liputanriau.com, Jakarta - Detasemen Khusus 88 menangkap delapan Warga Negara Indonesia yang diduga anggota kelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari Turki. Delapan WNI itu ditangkap se

  • Serangan di Masjid Sinai Utara Berlangsung Sekitar 20 Menit

    Minggu, 26 Nov 2017 21:16

    Liputanriau.com, Mesir - Setidaknya 305 orang, termasuk 27 anak-anak, meninggal dunia dalam serangan teror di masjid di Kota Bir Al Abd, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11) waktu setempat. Selain itu, 1

  • Polisi Tangkap Empat Terduga Teroris di Riau

    Selasa, 24 Okt 2017 18:22

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Republik Indonesia menangkap empat terduga teroris di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau."Kepolisian Daerah Riau

  • Densus 88 Amankan 2 Terduga Teroris di Pandau Kampar

    Selasa, 24 Okt 2017 18:08

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Detasemen Khusus 88 (anti teror) berhasil mengamankan dua orang terduga teroris di sebuah rumah, Jalan Kopkar Raya, dalam Kompleks Perumahan Pandau Permai, di sekitar perb

  • Intelijen AS: Ada Rencana Serangan Teror Seperti Tragedi 11 September

    Jumat, 20 Okt 2017 01:32

    Liputanriau.com - Pejabat tinggi keamanan AS mengatakan telah menerima kabar intelijen tentang rencana serangan teror dengan sasaran pesawat terbang komersial.Serangan teror yang direncanakan disebut

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.