• Home
  • Mancanegara
  • Pesawat Isi 4 Orang Raib, Segitiga Bermuda Kembali Menelan Korban

Pesawat Isi 4 Orang Raib, Segitiga Bermuda Kembali Menelan Korban

Kamis, 18 Mei 2017 13:21
Dibaca: 133 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Miami - Sebuah pesawat hilang di dekat Bahama, di sebuah area yang konon paling angker di muka Bumi: Segitiga Bermuda atau 'Segitiga Setan'. Ada empat orang, termasuk dua anak-anak, yang ada dalam kapal terbang itu.

Kesatuan Penjaga Pantai Amerika Serikat atau US Coast Guard mengeluarkan pernyataan setelah pihak pengendali lalu lintas udara di Miami kehilangan kontak radar dengan pesawat bermesin ganda tersebut.

Kali terakhir diketahui, kapal terbang itu berada di sebelah timur Pulau Eleuthera pada pukul 14.10 waktu setempat, Senin (16/5/2017).

Beberapa jam kemudian, Coast Guard mengumumkan bahwa seorang awak menemukan puing-puing sekitar 24 kilometer di timur Eleuthera.

Pesawat nahas tersebut meninggalkan Borinquen, Puerto Riko pada Senin menjelang siang, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Kendaraan udara itu menuju ke kota kecil Titusville di pantai timur Florida.

Identitas empat orang di dalam pesawat sudah diketahui, yakni pilot Nathan Ulrich (52), kekasihnya sekaligus pendiri perusahaan penyelenggara acara Skylight Group, Jennifer Blumin. Dua putra Blumin, Phineas (4) dan Theodore (2) juga ada dalam pesawat itu.

"Kami sedang menggelar operasi SAR," kata pejabat US Coast Guard Petty, Eric Woodall seperti dikutip dari News.com.au, Rabu (17/5/2017). "Kami akan terus mencari sepanjang kami yakin bisa menemukan mereka dalam kondisi hidup."

Belum diketahui apa penyebab musibah tersebut. Faktor cuaca mungkin bukan pemicu. "Tidak ada indikasi cuaca buruk saat itu," ujar Ryan Kelly juru bicara US Coast Guard.

Mantan istri Ulrich Rae Dawn Chong yang juga putri komedian Tommy Chong, mengatakan, ia yakin pesawat jatuh bukan karena faktor manusia, melainkan masalah teknis

"Dia pilot yang hebat. Kita tidak bisa mendapatkan pilot yang lebih baik dari Ulrich," ujar Chong.

"Saya telah terbang sejauh ratusan mil bersamanya. Pasti ini adalah permasalahan teknis.

Sebelumnya, Chong menginformasikan kecelakaan tersebut lewat akun Twitternya. "Pesawat mantan suamiku (Nathan Ulrich) hilang di Segitiga Bermuda. Saya merasa sedih dan terkejut," tulis dia.

Hilangnya pesawat yang dipiloti Nathan Ulrich mengingatkan kembali tentang kisah horor di Segitiga Bermuda. 

Wilayah imajiner yang menghubungkan tiga titik, yakni Florida, Puerto Rico dan Pulau Bermuda itu diyakini 'bertanggung jawab'atas hilangnya lebih dari 20 pesawat dan 50 kapal dalam jangka waktu 100 tahun.

Banyak teori yang berusaha menjelaskan hilangnya kapal dan pesawat di lokasi itu. Seperti makhluk ekstraterresterial yang menculik manusia untuk dijadikan kelinci percobaan, pengaruh Atlantis yang Hilang (Lost Atlantis), pusaran yang menyedot benda ke dimensi lain, piramida kristal, sarang jin, dan hal-hal lainnya.

Namun, sempat ada temuan yang diyakini membuka jalan atas jawaban misteri di Segitiga Bermuda.

Para ilmuwan yakin bahwa mereka selangkah lebih dekat dengan jawaban misteri itu, setelah ditemukannya serangkaian kawah bawah laut di dasar Laut Barents, lepas pantai Norwegia.

Meskipun tidak dekat dengan Segitiga Bermuda, mereka berharap bahwa kawah tersebut jadi kunci untuk menjelaskan fenomena yang membingungkan itu.

Kawah dengan lebar 800 meter dan kedalaman 45 meter, diyakini terbentuk karena gas metana yang terdapat di bawah sedimen dasar laut. Lalu, gas tersebut meledak dan ledakan tersebut membentuk kawah.

"Banyak kawah besar terdapat di dasar laut yang terletak di pusat-barat Laut Barents dan mungkin terbentuk karena ledakan besar gas," ujar peneliti dari the Arctic University of Norway kepada Sunday Times.

Rincian dari temuan tersebut dirilis pada pertemuan tahunan European Geosciences Union, di mana para ahli akan menganalisis apakah gelembung gas semacam itu dapat mengancam kapal yang sedang berlayar.

"Mereka mulai aktif terurai dengan es metana dan berubah menjadi gas. Hal itu terjadi seperti longsoran, layaknya reaksi nuklir, dan menghasilkan gas dalam jumlah besar."

"Hal tersebut membuat air laut menjadi panas dan kapal tenggelam di perairan yang sudah tercampur dengan gas dalam proporsi besar," ujar peneliti tersebut.

Teori lain yang mencoba menjelaskan misteri Segitiga Bermuda adalah terbentuknya awan-awan heksagonal.

Awan tersebut diketahui setelah ahli meteorologi melihat gambar satelit di langit Atlantik Utara -- mereka menemukan pola heksagonal pada awan yang menaungi wilayah Segitiga Bermuda.

Menurut teori itu, awan heksagonal menciptakan 'bom udara' yang menghantam lautan dan bisa memicu gelombang besar.

Pengalaman lain dialami pilot Bruce Gernon yang mengaku menemukan kabut (fog) aneh di atas area Miami, yang bentuknya melingkar.

Ia dan timnya berusaha menghindarinya, namun tanpa sadar mereka terbang menuju ke arahnya.

Gernon mengaku melihat kabut itu berubah bentuk jadi mirip terowongan. Kala berada di dalamnya, sistem navigasi mati dan para awak tak bisa melihat apapun.

Kabut itu tak hanya menghalangi perjalanan mereka, namun mengalihkan dari rute normal.

Anehnya, Bruce Gernon dan timnya hanya butuh 45 menit, dari 75 menit waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Miami Beach.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Liputan6.com

  BacaJuga
  • Trump Terancam Digugat Partainya Sendiri, Partai Republik

    Rabu, 17 Mei 2017 18:05

    Liputanriau.com, Washington - Untuk kedua kali dalam sepekan, Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan pernyataan yang berbeda dari bawahan-bawahannya di Gedung Putih.Para bawahannya itu sedang k

  • Gedung Putih Hapus Larangan Muslim dari Situs Web Kampanye Trump

    Rabu, 10 Mei 2017 14:04

    Liputanriau.com, Washington - Setelah seorang reporter menanyakan kampanye Presiden Donald Trump tentang larangan Muslim di Amerika Serikat dalam konferensi pers, Gedung Putih langsung menghapusnya da

  • Dipecat Donald Trump, Direktur FBI Mengira Hanya Gurauan

    Rabu, 10 Mei 2017 13:48

    Liputanriau.com, Washington - Direktur FBI James B. Comey baru mengetahui dirinya dipecat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari siaran televisi.Seperti dilansir New York Times, Rabu 10

  • Pentagon Akui Simpan Kode Senjata Nuklir di Apartemen Trump

    Senin, 08 Mei 2017 13:50

    Liputanriau.com, Amerika Serikat - Salah satu apartemen milik Donald Trump di New York disewa Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon agar satu perangkat terkait bom nuklir ditempatkan di

  • Media Pemerintah Rusia Sebut Trump Lebih Bahaya dari Kim Jong Un

    Rabu, 03 Mei 2017 13:41

    Liputanriau.com, Rusia - Kremlin TV, televisi pemerintah Rusia menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih berbahaya daripada pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.Pernyataan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.