Prabowo Hadiri Forum The Economist World in 2019

Selasa, 27 Nov 2018 18:59
Dibaca: 154 kali
BAGIKAN:
Prabowo Subianto berbincang dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.
Liputanriau.com, Singapura - Calon presiden Prabowo Subianto menghadiri acara the Economist World in 2019 Gala Dinner di Singapura. Menghadiri acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan Prabowo Subianto selama dua hari di Singapura.

Kemarin, Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Prabowo mengakui banyak yang dibicarakannya bersama Lee Hsien Loong kemarin. Salah satunya adalah mengenai kebijakan ekonomi yang akan Prabowo Subianto sampaikan pada acara the Economist World in 2019 Gala Dinner malam ini.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, The Economist adalah majalah ekonomi paling ternama di dunia. Menurut dia, majalah tersebut menjadi bacaan banyak pemimpin dunia. Karena, majalah itu mengulas tentang tantangan-tantangan penting bukan hanya di tingkat negara, tapi juga tingkat dunia.

Apalagi, kata Prabowo, The Economist juga kerap membahas sejumlah tantangan besar para pemimpin negara dan dunia seperti ketersediaan pangan, air dan energi.

"Saya sampaikan ke PM Lee, saya maju di pemilihan presiden ini karena saya yakin, dengan strategi dorongan besar saya dan Sandiaga Salahuddin Uno, Indonesia dapat jadi negara yang ekspor energi, pangan, air, bukan importir," kata Prabowo dalam keterangan persnya, Selasa (27/11/2018).

Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negaranya. Salah satunya menerapkan ilmu-ilmu baru yang fokus pada keunggulan strategis bangsa Indonesia. 

"Caranya? Dengan industrialisasi, dengan digitalisasi, dengan menerapkan ilmu-ilmu baru, dengan fokus di apa yang jadi keunggulan strategis kita. Dengan begitu bisa kontribusi untuk atasi masalah dunia," kata putra begawan ekonomi Indonesia Soemitro Djojohadikusumo itu.

Prabowo berjanji akan melakukan kerja sama teknologi dan ilmu pengetahuan, baik dengan Singapura maupun negara-negara lainnya jika terpilih sebagai presiden periode 2019-2024 mendatang. 

Indonesia diyakininya bisa menjadi negara sahabat yang strategis bagi negara-negara lain, dan bukan hanya sebagai negara importir, melainkan eksportir produk produk unggulan dan strategis lainnya. 

"Untuk itu Indonesia perlu jalin kerja sama teknologi, ilmu pengetahuan dengan Singapura dan negara-negara lain yang sudah maju industrinya, sudah lebih unggul litbangnya," tuturnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Sindonews

  BacaJuga
  • Jokowi Bertemu Anwar Ibrahim di Istana Bogor

    Kamis, 30 Agu 2018 15:23

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim, di kompleks Istana Bogor. PKR merupakan partai penguasa pemerintahan Malaysia s

  • Anwar Ibrahim Tiba di Kediaman BJ Habibie

    Minggu, 20 Mei 2018 15:31

    Liputanriau.com, Jakarta - Pejuang reformasi Malaysia, Anwar Ibrahim mengunjungi Indonesia. Dikabarkan, ia datang atas undangan Presiden ke-3 RI BJ Habibie.Berdasarkan pantauan di depan rumah Hab

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.