• Home
  • Mancanegara
  • Presiden Singapura Halimah Yacob Dulu Jualan Nasi Padang Pakai Gerobak

Presiden Singapura Halimah Yacob Dulu Jualan Nasi Padang Pakai Gerobak

Selasa, 12 Sep 2017 21:22
Dibaca: 61 kali
BAGIKAN:
Halimah Yacob.
Liputanriau.com, Singapura - Nama Halimah Yacob mendadak jadi perbincangan di kalangan masyarakat dunia. Wanita 63 tahun tersebut merupakan seorang muslimah pertama yang berhasil menduduki jabatan sebagai presiden Singapura.

Halimah yang merupakan mantan Ketua Parlemen Singapura, secara resmi ditetapkan sebagai presiden dan mendapat sertifikat kelayakan setelah mengalahkan empat kandidat lain yang tidak memenuhi untuk ikut pencalonan.

Dilansir dari laman Straits Times, Selasa (12/9), perjalanan karir Halimah untuk menjadi presiden tidak dilaluinya dengan mudah. Dia juga mengalami masa-masa sulit bersama dengan keluarganya.

Wanita yang lahir di Queen Street tersebut merupakan anak terakhir dari lima bersaudara. Dia dilahirkan dari orangtua keturunan Melayu. Pada tahun 1962, ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga keamanan meninggal dan tugas mencari nafkah otomatis digantikan oleh sang ibu.

Ibu Halimah berjualan nasi padang menggunakan gerobak dorong di sekitar jalan Shenton untuk menghidupi anak-anaknya sebelum akhirnya membeli sebuah kios jajanan. Halimah yang saat itu masih berusia 8 tahun sering ikut membantu ibunya bersih-bersih, mencuci piring, membersihkan meja, hingga melayani pelanggan.

Halimah bersekolah di Singapore Chinese Girls School. Dia menjadi satu dari sedikit murid keturunan Melayu di sana. Dia lalu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Singapura dan mengambil jurusan hukum.

Setelah lulus, Halimah bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai pegawai di bidang legal. Dia menghabiskan waktu 30 tahun di sana sebelum akhirnya ditunjuk menjadi wakil sekretaris jenderal.

Halimah kemudian terjun ke dunia politik atas desakan Perdana Menteri Goh Chok Tong. Dia pernah dinominasikan dan memenangkan empat pemilihan umum sejak masuk ke dunia politik, seperti kursi di Jurong GRC dan Marsiling-Yew Tee GRC.

Karir Halimah di bidang politik berkembang dengan pesat. Pada 2011 dia ditunjuk sebagai Menteri Negara di Kementerian Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga. Kemudian pada 2013, dia ditunjuk sebagai perempuan pertama Ketua Parlemen Singapura.

Pada 2017, Halimah memberanikan diri maju dalam pemilihan presiden dan memenangkan jabatan tersebut pada 11 September. Kini Halimah sedang mempersiapkan diri untuk pengukuhan presiden yang akan dilakukan Rabu (13/9).

Saat ditanya tujuan utamanya mengikuti pemilihan umum, tanpa ragu Halimah menjawab, "Saya ingin melayani rakyat Singapura dan negri ini. Itu tujuan utama saya tak ada yang lain".
Editor: Bobby Satia

Sumber: Merdeka.com

  BacaJuga
  • Ribuan Jamaah Hadir dalam Tabligh Akbar Ustadz Syafiq Basalamah di Masjid Imam Syafi'i Pekanbaru

    Minggu, 24 Sep 2017 06:17

    PEKANBARU, LIPUTANRIAU.COM - Meskipun cuaca Kota Pekanbaru sore hingga malam, Sabtu (23/9/2017) gerimis dan mendung, namun semangat para penerima ilmu tetap tinggi, ribuan jamaah memadati Masjid Imam

  • Raja Salman Bantu 15 Juta Dolar AS untuk Pengungsi Rohingya

    Rabu, 20 Sep 2017 15:35

    Liputanriau.com - Tragedi yang menimpa Muslim di Rohingya, Myanmar mengundang keprihatinan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud. Bahkan, Raja Salman telah memerintahkan pembayaran bantuan sen

  • Jokowi Melepas 34 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Rohingya

    Rabu, 13 Sep 2017 14:47

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo, Rabu (13/9/2017) pagi, melepas 34 ton bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh.Pelepasan bantuan kemanusiaan itu di

  • Dua Orang Pengungsi Rohingnya Cedera Terkena Ranjau Myanmar

    Selasa, 12 Sep 2017 21:27

    Liputanriau.com, Myanmar - Ranjau darat yang ditanam militer Myanmar di perbatasan Bangladesh mulai memakan korban. Menurut laporan Telegraph, Senin, 11 September 2017, ranjau tersebut menghantam dua

  • Sarawak Tutup Pintu untuk Rohingya

    Senin, 11 Sep 2017 20:50

    Liputanriau.com, Sarawak - Sarawak, negara bagian Malaysia akan menolak memberikan rumah atau tempat tinggal bagi pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar."Kami sepenuhnya menolaknya. Bagai

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.