Setelah Guam, Korea Utara Ancam Hancurkan Australia

Senin, 16 Okt 2017 20:40
Dibaca: 130 kali
BAGIKAN:
Kompas

Liputanriau.com - Pemerintah Korea Utara mengeluarkan ancaman terbarunya terhadap Australia karena menjadi sekutu AS dan Korea Selatan.

Media pemerintah Korea Utara menyebut, Australia menunjukkan langkah berbahaya ikut menjalankan provokasi militer dan ipolitik bersama Amerika Serikat.

"Jika Australia tetap mengikuti langkah AS menjatuhkan sanksi militer, ekonomi, dan diplomasi meski kami sudah berulang kali memperingatkan maka mereka (Australia) tak akan bisa lari dari kehancuran," demikian kantor berita Korea Utara, KCNA.

Ancaman Korea Utara ini menyusul kunjungan Menlu Australia Julie Bishop dan Menhan Marise Payne ke zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Selatan.

Namun, Bishop mementahkan ancaman Korea Utara terhadap Australia itu.

"Ancaman Korea Utara justru akan semakin memperkuat upaya kami untuk menyelesaikan solusi di Semenanjung Korea yang sepenuhnya disebabkan oleh perilaku provokatif dan ancaman Korea Utara," ujar Bishop di Sydney, Minggu (15/10/2017).

Sementara itu, staf Kemenhan Australia, Dan Tehan mengatakan, negeri itu tak akan menjadi bahan olok-olok Korea Utara.

"Kami tak akan menyerah kepada Korea Utara, kami akan lakukan apapun semampu kamu untuk melindungi, membantu, dan mendukung sekutu kami," kata Tehan kepada Sky News.

Tehan melanjutkan, Korea Utara seharusnya menjalankan apa yang diminta komunitas internasional seperti menaati resolusi DK PBB, mengecam uji coba nuklir, dan mengecam upaya untuk membangun persenjataan nuklir.

"Jika semua hal ini dipenuhi Korea Utara maka seluruh dunia akan mencari peluang bisnis dengan mereka," tambah Tehan.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Jokowi Desak Arab Saudi Transparan soal Kematian Jurnalis Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:24

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo menyampaikan langsung harapannya terhadap kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi kepada perwakilan Arab Saudi. Ia menyampaikan itu kepada Menteri Luar Ne

  • Kejanggalan Klaim Saudi soal Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:19

    Liputanriau.com - Pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat mereka di Istanbul, Turki. Namun klaim Saudi menyisakan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Berbaga

  • Kemenkumham Buka Suara Terkait Intervensi Pencekalan Rizieq Shihab

    Kamis, 27 Sep 2018 17:22

    Liputanriau.com, Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membantah melakukan intervensi terhadap pencekalan pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab di Arab Saudi. Kementerian me

  • Arab Saudi Cekal Habib Rizieq ke Malaysia

    Selasa, 25 Sep 2018 21:07

    Liputanriau.com, Jakarta - FPI dan GNPF-Ulama menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk berkonsultasi. Konsultasi itu membahas intimidasi yang dituding dilakukan petugas Imigrasi Arab Saudi terhadap ima

  • Dianggap Ekstremis, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid

    Senin, 09 Okt 2017 15:39

    Liputanriau.com - Arab Saudi telah memecat ribuan imam masjid karena diduga menyebarkan paham ekstremisme. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, di Mo

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.