Suu Kyi Salahkan Gerilyawan Rohingya

Kamis, 07 Sep 2017 21:03
Dibaca: 93 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Myamnar - Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi menyalahkan gerilyawan Rohingya atas kesalahan informasi mengenai kekerasan di Myanmar barat yang memaksa lebih dari 120 ribu pengungsi Rohingya pergi ke Bangladesh. Suu Kyi saat ini berada di bawah tekanan untuk menghentikan operasi pemusnahan etnis Rohingya oleh pasukan keamanan Myanmar di Rakhine.

Sebuah pernyataan yang diposting oleh kantor Suu Kyi ke Facebook pada hari Rabu mengatakan, Suu Kyi telah berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengenai krisis Rohingya yang berulang kali disebut genosida. Suu Kyi mengatakan, pemerintah sudah mulai membela semua orang di Rakhine dengan cara terbaik dan menyatakan tidak boleh ada informasi yang salah yang bisa menimbulkan masalah di antara kedua negara.

Ia merujuk pada foto palsu yang diunggah di Twitter oleh Wakil Perdana Menteri Turki yang menunjukkan jenazah orang Rohingya di Myanmar. Namun sebenarnya jenazah orang Rohingya itu bukan di Myanmar tapi di tempat lain.

"Informasi palsu semacam itu yang ditunjukkan wakil perdana menteri hanyalah puncak gunung es kesalahan informasi untuk menciptakan banyak masalah di antara komunitas yang berbeda dan dengan tujuan untuk mempromosikan kepentingan para 'teroris'," kata pernyataan kantor Suu Kyi seperti dilansir Guardian, Rabu, (6/9).

Eksodus pengungsi baru dari Rakhine sejak 25 Agustus terjadi setelah gerilyawan Rohingya menyerang puluhan pos keamanan Myanmar. Pihak berwenang menanggapi serangan gerilyawan Rohingya dengan tindakan yang lebih keras dan kejam.

Pejabat PBB di Myanmar mengatakan, konflik terbaru tersebut telah membunuh hingga 1.000 orang. Gambar satelit menunjukkan bukti terjadi pembakaran desa-desa orang Rohingya. Pengungsi Rohingya di Bangladesh mengatakan, desa mereka dibakar secara massal oleh tentara Myanmar.

Badan-badan kemanusiaan PBB juga dilarang memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang Rohingya. Wartawan dilarang masuk untuk memberitakan peristiwa mengerikan itu. Myanmar juga meletakkan ranjau darat di perbatasan dengan Bangladesh dalam beberapa hari ini. Ini menurut sumber pemerintah di Dhaka.

Sumber tersebut mengatakan, ranjau darat kemungkinan ditempatkan untuk mencegah pengungsi Rohingya kembali ke negara bagian Rakhine. Bangladesh akan mengajukan protes menentang penempatan ranjau darat di dekat perbatasannya. Namun sebuah sumber militer Myanmar mengatakan, ranjau darat berupa bahan peledak tersebut telah ada sejak tahun 1990-an.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Densus 88 Tangkap Delapan WNI Terduga Teroris dari Turki

    Kamis, 21 Des 2017 16:44

    Liputanriau.com, Jakarta - Detasemen Khusus 88 menangkap delapan Warga Negara Indonesia yang diduga anggota kelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari Turki. Delapan WNI itu ditangkap se

  • Serangan di Masjid Sinai Utara Berlangsung Sekitar 20 Menit

    Minggu, 26 Nov 2017 21:16

    Liputanriau.com, Mesir - Setidaknya 305 orang, termasuk 27 anak-anak, meninggal dunia dalam serangan teror di masjid di Kota Bir Al Abd, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11) waktu setempat. Selain itu, 1

  • Polisi Tangkap Empat Terduga Teroris di Riau

    Selasa, 24 Okt 2017 18:22

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Republik Indonesia menangkap empat terduga teroris di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau."Kepolisian Daerah Riau

  • Densus 88 Amankan 2 Terduga Teroris di Pandau Kampar

    Selasa, 24 Okt 2017 18:08

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Detasemen Khusus 88 (anti teror) berhasil mengamankan dua orang terduga teroris di sebuah rumah, Jalan Kopkar Raya, dalam Kompleks Perumahan Pandau Permai, di sekitar perb

  • Intelijen AS: Ada Rencana Serangan Teror Seperti Tragedi 11 September

    Jumat, 20 Okt 2017 01:32

    Liputanriau.com - Pejabat tinggi keamanan AS mengatakan telah menerima kabar intelijen tentang rencana serangan teror dengan sasaran pesawat terbang komersial.Serangan teror yang direncanakan disebut

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.