Suu Kyi Salahkan Gerilyawan Rohingya

Kamis, 07 Sep 2017 21:03
Dibaca: 64 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Myamnar - Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi menyalahkan gerilyawan Rohingya atas kesalahan informasi mengenai kekerasan di Myanmar barat yang memaksa lebih dari 120 ribu pengungsi Rohingya pergi ke Bangladesh. Suu Kyi saat ini berada di bawah tekanan untuk menghentikan operasi pemusnahan etnis Rohingya oleh pasukan keamanan Myanmar di Rakhine.

Sebuah pernyataan yang diposting oleh kantor Suu Kyi ke Facebook pada hari Rabu mengatakan, Suu Kyi telah berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengenai krisis Rohingya yang berulang kali disebut genosida. Suu Kyi mengatakan, pemerintah sudah mulai membela semua orang di Rakhine dengan cara terbaik dan menyatakan tidak boleh ada informasi yang salah yang bisa menimbulkan masalah di antara kedua negara.

Ia merujuk pada foto palsu yang diunggah di Twitter oleh Wakil Perdana Menteri Turki yang menunjukkan jenazah orang Rohingya di Myanmar. Namun sebenarnya jenazah orang Rohingya itu bukan di Myanmar tapi di tempat lain.

"Informasi palsu semacam itu yang ditunjukkan wakil perdana menteri hanyalah puncak gunung es kesalahan informasi untuk menciptakan banyak masalah di antara komunitas yang berbeda dan dengan tujuan untuk mempromosikan kepentingan para 'teroris'," kata pernyataan kantor Suu Kyi seperti dilansir Guardian, Rabu, (6/9).

Eksodus pengungsi baru dari Rakhine sejak 25 Agustus terjadi setelah gerilyawan Rohingya menyerang puluhan pos keamanan Myanmar. Pihak berwenang menanggapi serangan gerilyawan Rohingya dengan tindakan yang lebih keras dan kejam.

Pejabat PBB di Myanmar mengatakan, konflik terbaru tersebut telah membunuh hingga 1.000 orang. Gambar satelit menunjukkan bukti terjadi pembakaran desa-desa orang Rohingya. Pengungsi Rohingya di Bangladesh mengatakan, desa mereka dibakar secara massal oleh tentara Myanmar.

Badan-badan kemanusiaan PBB juga dilarang memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang Rohingya. Wartawan dilarang masuk untuk memberitakan peristiwa mengerikan itu. Myanmar juga meletakkan ranjau darat di perbatasan dengan Bangladesh dalam beberapa hari ini. Ini menurut sumber pemerintah di Dhaka.

Sumber tersebut mengatakan, ranjau darat kemungkinan ditempatkan untuk mencegah pengungsi Rohingya kembali ke negara bagian Rakhine. Bangladesh akan mengajukan protes menentang penempatan ranjau darat di dekat perbatasannya. Namun sebuah sumber militer Myanmar mengatakan, ranjau darat berupa bahan peledak tersebut telah ada sejak tahun 1990-an.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Ribuan Jamaah Hadir dalam Tabligh Akbar Ustadz Syafiq Basalamah di Masjid Imam Syafi'i Pekanbaru

    Minggu, 24 Sep 2017 06:17

    PEKANBARU, LIPUTANRIAU.COM - Meskipun cuaca Kota Pekanbaru sore hingga malam, Sabtu (23/9/2017) gerimis dan mendung, namun semangat para penerima ilmu tetap tinggi, ribuan jamaah memadati Masjid Imam

  • Raja Salman Bantu 15 Juta Dolar AS untuk Pengungsi Rohingya

    Rabu, 20 Sep 2017 15:35

    Liputanriau.com - Tragedi yang menimpa Muslim di Rohingya, Myanmar mengundang keprihatinan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud. Bahkan, Raja Salman telah memerintahkan pembayaran bantuan sen

  • Jokowi Melepas 34 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Rohingya

    Rabu, 13 Sep 2017 14:47

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo, Rabu (13/9/2017) pagi, melepas 34 ton bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh.Pelepasan bantuan kemanusiaan itu di

  • Dua Orang Pengungsi Rohingnya Cedera Terkena Ranjau Myanmar

    Selasa, 12 Sep 2017 21:27

    Liputanriau.com, Myanmar - Ranjau darat yang ditanam militer Myanmar di perbatasan Bangladesh mulai memakan korban. Menurut laporan Telegraph, Senin, 11 September 2017, ranjau tersebut menghantam dua

  • Sarawak Tutup Pintu untuk Rohingya

    Senin, 11 Sep 2017 20:50

    Liputanriau.com, Sarawak - Sarawak, negara bagian Malaysia akan menolak memberikan rumah atau tempat tinggal bagi pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar."Kami sepenuhnya menolaknya. Bagai

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.