Umat Muslim Cina Tolak Penghancuran Masjid

Sabtu, 11 Agu 2018 18:20
Dibaca: 116 kali
BAGIKAN:
Suku Hui Muslim tak setuju pemerintah membongkar masjid jika kubahnya diganti pagoda.
Liputanriau.com, Cina - Ratusan warga suku Hui, yang beragama Islam, mengadakan gerakan duduk sebagai penentangan terhadap rencana pemerintah menghancurkan masjid baru dan besar di kawasan Ningxia, Cina barat. Cina secara resmi menjamin kebebasan agama, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, pejabat gugup menghadapi kemungkinan radikalisasi dan kekerasan menguat di kawasan dengan banyak penduduk Muslim.

Pejabat di kota Weizhou dalam pemberitahuan pada 3 Agustus mengatakan Masjid Raya Weizhou, dengan sejumlah menara dan kubah dalam gaya bangunan Timur Tengah, tidak memperoleh izin memadai sebelum pembangunannya. Masjid itu akan dibongkar dengan paksa pada Jumat (10/8), kata mereka di pemberitahun itu, yang tersebar luas di kalangan Muslim Cina di media sosial.

Perintah itu mengundang kemarahan di kalangan warga desa, tetapi pembicaraan antara perwakilan masjid dan pejabat-pejabat gagal mencapai kesepakatan, sementara itu jamaah menolak rencana pemerintah membongkar masjid jika kubah-kubahnya diganti dengan pagoda yang lebih mencerminkan gaya Cina, kata satu sumber di kawasan itu kepada Reuters.

Ratusan warga desa berkumpul di masjid tersebut pada Jumat pagi, dan wali kota Weizhou dijadwalkan mengadakan pembahasan di waktu sore. "Kalau kami tanda tangani, kami menjual keyakinan kami," kata seorang pendukung Masjid Weizhou dalam pesan singkat melalui aplikasi Wechat yang dilihat Reuters.

Dia mendesak warga desa jangan menandatangani rencana pembangunan kembali masjid tersebut. "Saya tak dapat berbicara tentang isu ini," kata Direktur masjid itu Ding Xuexiao ketika dihubungi lewat telepon.

Imam masjid Ma Liguo mengatakan situasi saat ini sedang dikoordinasikan. Keduanya tidak memberikan penjelasan.

Ada protes di masjid itu pada Jumat, kata seorang pria di kantor urusan agama pemerintah di kawasan tersebut, Perhimpunan Islam, membenarkan. Dia menambahkan pemerintah hanya ingin struktur itu direnovasi untuk mengurangi skalanya.

"Pembahasan dengan publik sedang berlangsung. Konsensus belum dicapai mengenai rencana renovasi tersebut," kata pria itu, yang menolak jati dirinya disebutkan.

Reuters belum memperoleh tanggapan dari pemerintah Weizhou dan pejabat di Tongsin, yang dekat dengan kawasan itu.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Antara

  BacaJuga
  • Sekjen PBB dan PM Malaysia Akan Kunjungi Kawasan Gempa dan Tsunami Sulteng

    Selasa, 09 Okt 2018 16:00

    Liputanriau.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berencana mengunjungi kawasan terdampak tsunami dan gempa Palu, Sulawesi Tengah.

  • Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Pekanbaru

    Sabtu, 28 Jul 2018 10:14

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Penangkapan tersebut dilakukan di salah satu lokasi di Kecamatan Marpoy

  • Mapolres Indramayu Diserang 2 Teroris, 1 Ditembak

    Minggu, 15 Jul 2018 16:39

    Liputanriau.com, Indramayu - Dua orang tak dikenal (OTK) yang diduga teroris menyerang Mapolres Indramayu Minggu (15/7) pukul 03.00 WIB. Mereka menerobos masuk dan melempar benda diduga bom

  • Densus 88 Amankan 3 Warga di Blitar, Salah Satunya Seorang Dokter

    Kamis, 14 Jun 2018 12:35

    Liputanriau.com, Blitar - Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan tiga warga di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang diduga terkait jaringan terorisme, Rabu (13/6/2018) malam.Dari tiga ora

  • Teroris di Unri Memiliki Hubungan Dekat dengan Penyerang Mapolda Riau

    Senin, 04 Jun 2018 22:25

    Liputanriau.com, Pekanbaru -Kepolisian Daerah Riau mengungkap hubungan antara Muhammad Nur Zamzam, terduga teroris yang ditangkap di Universitas Riau dengan pentolan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) Murs

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.