• Home
  • Nasional
  • 3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

Selasa, 23 Okt 2018 13:19
Dibaca: 157 kali
BAGIKAN:
Kapolres Garut bertemu MUI dan Pemkab terkait kasus pembakaran bendera Tauhid
Liputanriau.com, Garut - Polres Garut Jawa Barat telah memeriksa tiga orang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang diduga membakar bendera warna hitam yang bertuliskan lafaz Tauhid. Sampai malam tadi, tiga anggota Banser masih berstatus saksi.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan sudah melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Ulama (MUI) Indonesia Kabupaten Garut, terkait insiden pembakaran bendera. Jika ada unsur pidana maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

"Total ada tiga orang yang kami amankan, semua saksi, kami masih melakukan pendalaman kasus," kata Budi, Senin 22 Oktober 2018.

Selain MUI, pihak Polres Garut telah melakukan pembicaraan dengan pihak pemerintah Kabupaten Garut, Kodim, beserta para tokoh Islam. Sementara bendera yang dibakar diduga adalah bendera HTI, insiden tersebut diharapkan tidak mengarah pada pelecehan pada kalimat Tauhid.

"Mudah-mudahan itu hanya spontanitas, yang penting komunikasi sudah kita lakukan dengan semua pihak, " ungkap Budi.

Sementara itu Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf. Asyraf Aziz menyampaikan hal yang sama, jika ada pelanggaran hukum maka harus ditindak tegas. Semua pihak diharapkan untuk bisa menahan diri dan mempercayakan proses hukum kepada aparat Kepolisian.

"Agar kondisi kondusif, Kita himbau ormas dan organisasi lainnya agar menahan jemaahnya dan penyelesaian hukum agar percayakan kepada kami," ucapnya.

Sebelumnya, video menunjukkan aksi anggota Banser membakar bendera warna hitam yang berlafaz Tauhid. Saat melakukan pembakaran, para pelaku melantunkan lagu Hubbul Wathon Minal Iman.

Beberapa orang itu pun terlihat mengepalkan tangan mereka. Salah satu orang di sana juga mengibarkan bendera merah putih dalam ukuran besar.

Selain para anggota Banser, terlihat beberapa orang santri yang mengenakan baju koko warna putih, peci hitam, dan sarung. Sebagian dari mereka juga tampak mengabadikan momen pembakaran bendera itu dengan ponsel.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Vivanews

  BacaJuga
  • PPP Kubu Djan Faridz Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

    Sabtu, 17 Nov 2018 01:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Meski tak diakui pemerintah dan ditinggal para pengurusnya, PPP kubu Djan Faridz atau hasil Muktamar Jakarta, nyatanya masih eksis. Mereka mengumpulkan kader-kader tersisa d

  • Rommy Yakin Jokowi-Ma'ruf Menang di Riau

    Minggu, 14 Okt 2018 23:33

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy, yakin pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf menang di Riau Pada pemilu 2019 mendatang. Ia mengungkapkan walaupun pada 2014 lalu

  • PPP Berharap TGB Segera Masuk Tim Pemenangan Jokowi

    Kamis, 26 Jul 2018 14:12

    Liputanriau.com, Jakarta - Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan Tim Pemenangan Jokowi untuk pilpres akan melibatkan semua partai pendukungnya. Tak hanya itu, relawan juga akan disertakan. Termasuk Tuan Gu

  • Ini Alasan PPP Dukung Jokowi di Pilpres 2019

    Jumat, 21 Jul 2017 20:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah melaksanakan musyawarah kerja nasional (Mukernas) ke-II. Berbagai isu politik dan sosial pun menjadi hal yang dibicarakan dalam Muke

  • Massa Merusak Kantor PPP, Humprey Djemat Tuding Pelaku Kubu Romy

    Minggu, 16 Jul 2017 16:54

    Liputanriau.com, Jakarta - Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dirusak sekelompok orang pada Ahad dini hari, 16 Juli 2017. Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humprey Dje

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.