• Home
  • Nasional
  • 3 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Hoaks Kotak Suara Tercoblos

3 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Hoaks Kotak Suara Tercoblos

Selasa, 08 Jan 2019 19:52
Dibaca: 441 kali
BAGIKAN:
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Liputanriau.com, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, polisi saat ini sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka penyebaran hoaks tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos.

Ketiga orang tersebut, kata Dedi, setelah dilakukan analisis dan patroli siber secara masif menyebarkan berita hoaks tersebut ke media sosial.

"Dari patroli siber, tiga orang ini dianggap cukup masif menyebarkan di media sosial baik di FB maupun WA (WhatsApp) grup," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Januari 2019.

Namun demikian, Dedi menjelaskan, tak menutup kemungkinan akan ada lagi tersangka lainnya. Menurutnya, penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang kuat.

"Sementara baru tiga. Tidak menutup kemungkinan akun lain dilakukan profiling mana yang akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Ini tergantung alat bukti," katanya.

Dari penyidikan sementara, ketiga tersangka ini tidak saling mengenal baik secara langsung maupun di media sosial. Namun, pihaknya akan terus melakukan pendalaman terhadap ketiganya.

"Sementara belum ditemukan keterkaitan antara ketiga orang tersebut," tuturnya.

Dedi juga menuturkan, polisi belum dapat memastikan apakah hoax surat suara tercoblos ini dilakukan secara sistematis dan melibatkan tokoh-tokoh politik.

"Tunggu dulu. Sabar dulu. Yang jelas penyidik terus menerapkan standar asas praduga tak bersalah," ucapnya.

Sebelumnya, Polri menangkap tiga pelaku penyebaran hoaks surat suara tercoblos. Tiga pelaku yakni LS, HY, dan J sudah ditetapkan tersangka. LS ditangkap di Bogor, HY ditangkap di Balikpapan, dan J ditangkap di Brebes.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 14 ayat 2 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman tiga tahun penjara. Terhadap ketiganya, polisi tak melakukan penahanan.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Vivanews

  BacaJuga
  • Izin Dicabut dan Diblokir, Jurdil2019 Protes Bawaslu dan Kominfo

    Minggu, 21 Apr 2019 15:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Lembaga pemantau Pemilu 2019, Jurdil2019, mengajukan protes karena izinnya dicabut Bawaslu dan situsnya diblokir oleh Kementerian Kominfo. Mereka memprotes ke Bawaslu dan Ko

  • Bawaslu Cabut Izin Situs Jurdil2019

    Minggu, 21 Apr 2019 15:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Bawaslu mencabut izin atau akreditasi satu lembaga pemantau Pemilu 2019. Pencabutan izin ini dilakukan karena lembaga itu tidak menjalankan tugas sesuai dengan prinsip peman

  • Update Real Count KPU Hari ini, Jokowi 54,14%, Prabowo 45,86%

    Minggu, 21 Apr 2019 15:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo- Ma'ruf Amin siang ini masih unggul atas Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Hal ini berdasarkan rea

  • Lima Anggota Panwaslu di Aceh Dipecat Karena Foto Pose Dua Jari

    Selasa, 16 Apr 2019 14:46

    Liputanriau.com, Banda Aceh - Lima Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa di Aceh Tamiang diberhentikan karena melanggar etik penyelenggara Pemilu.Pemberhentian dilakukan setelah proses kajian dan per

  • 40 Lembaga Quick Count yang Resmi Terdaftar di KPU

    Selasa, 16 Apr 2019 14:43

    Liputanriau.com, Jakarta - KPU merilis nama-nama lembaga survei yang akan menampilkan quick count hasil pemilihan pada Pemilu 2019. Tercatat sebanyak 40 lembaga survei telah terdaftar. "Sekarang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.