• Home
  • Nasional
  • 3 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Hoaks Kotak Suara Tercoblos

3 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Hoaks Kotak Suara Tercoblos

Selasa, 08 Jan 2019 19:52
Dibaca: 421 kali
BAGIKAN:
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Liputanriau.com, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, polisi saat ini sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka penyebaran hoaks tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos.

Ketiga orang tersebut, kata Dedi, setelah dilakukan analisis dan patroli siber secara masif menyebarkan berita hoaks tersebut ke media sosial.

"Dari patroli siber, tiga orang ini dianggap cukup masif menyebarkan di media sosial baik di FB maupun WA (WhatsApp) grup," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Januari 2019.

Namun demikian, Dedi menjelaskan, tak menutup kemungkinan akan ada lagi tersangka lainnya. Menurutnya, penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang kuat.

"Sementara baru tiga. Tidak menutup kemungkinan akun lain dilakukan profiling mana yang akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Ini tergantung alat bukti," katanya.

Dari penyidikan sementara, ketiga tersangka ini tidak saling mengenal baik secara langsung maupun di media sosial. Namun, pihaknya akan terus melakukan pendalaman terhadap ketiganya.

"Sementara belum ditemukan keterkaitan antara ketiga orang tersebut," tuturnya.

Dedi juga menuturkan, polisi belum dapat memastikan apakah hoax surat suara tercoblos ini dilakukan secara sistematis dan melibatkan tokoh-tokoh politik.

"Tunggu dulu. Sabar dulu. Yang jelas penyidik terus menerapkan standar asas praduga tak bersalah," ucapnya.

Sebelumnya, Polri menangkap tiga pelaku penyebaran hoaks surat suara tercoblos. Tiga pelaku yakni LS, HY, dan J sudah ditetapkan tersangka. LS ditangkap di Bogor, HY ditangkap di Balikpapan, dan J ditangkap di Brebes.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 14 ayat 2 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman tiga tahun penjara. Terhadap ketiganya, polisi tak melakukan penahanan.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Vivanews

  BacaJuga
  • Amien Rais dan Rachmawati Dampingi Prabowo-Sandi dalam Debat Capres

    Kamis, 17 Jan 2019 17:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, akan didampingi sejumlah tokoh dalam menjalani debat perdana yang akan diselenggarakan pada malam in

  • SBY Tidak Hadir Dalam Debat Capres Malam Ini

    Kamis, 17 Jan 2019 16:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan tidak menghadiri debat Pemilihan Presiden di Hotel Bidakara pada Kamis malam, 17 Januari 2010. Hal ini diungkapkan

  • Persiapan Jokowi Sebelum Debat Capres

    Rabu, 16 Jan 2019 21:07

    Liputanriau.com, Bogor - Calon presiden nomor urut 01, Jokowi, mengaku tak ada persiapan khusus menjelang debat perdana Pilpres 2019 yang akan digelar Kamis (17/1). Jokowi juga menjelaskan tak ada sim

  • Tanggapan Jokowi Soal Pidato Kebangsaan Prabowo

    Rabu, 16 Jan 2019 21:02

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo mengakui, banyak hal di pemerintahannya yang belum berjalan dengan baik. Kendati demikian, ia memastikan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan perbaik

  • Jokowi Jenguk Ustaz Arifin Ilham

    Rabu, 09 Jan 2019 11:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pagi tadi telah membesuk penceramah Arifin Ilham yang sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Iya, pagi-pagi tadi," katanya di Ist

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.