AHY: Apa Kabar Revolusi Mental?

Minggu, 10 Jun 2018 01:05
Dibaca: 92 kali
BAGIKAN:
Orasi politik Kogasma, AHY
Liputanriau.com, Jakarta - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma), Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan orasi politik. Salah satu yang dia soroti adalah janji kampanye Presiden Joko Widodo yaitu "Revolusi Mental".

Menurut dia, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan oleh pemerintah tidak seimbang dengan pembangunan sumber daya manusia rakyat Indonesia. Sehingga konsep revolusi mental luput dari perhatian.

"Saudara-saudara sebenarnya pada awal pemerintahan Joko Widodo sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia, ketika pemerintah saat ini telah berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya, lantas kita patut bertanya, apa kabar revolusi mental?" papar dia di JCC Senayan Jakarta, Sabtu (9/6). 

AHY mengakui konsep revolusi mental merupakan salah satu hal yang sangat penting revolusi mental menjadi sebuah upaya mengembalikan karakter bangsa, sesuai bentuk aslinya yaitu karakter yang santun, berbudi pekerti luhur, dan bergotong royong. 

"Revolusi mental adalah konsep pembangunan manusia Indonesia yang gencar dijanjikan disaat kampanye Pilpres 2014, dalam perjalanannya nampaknya kurang mendapatkan perhatian kita semua, kita larut dalam hiruk pikuk pembangunan infrastruktur," ujarnya. 

Selain membahas itu, ia juga berpendapat bahwa pemerintah seharusnya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang dikategorikan rakyat miskin. Buan hanya sekadar memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada TNI, Polri dan PNS. 

"Kita mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan THR dan gaji ke- 13, kita berharap itu bisa meningkatkan daya beli dan konsumsi rumah tangga, meski demikian yang menjadi perhatian utama adalah daya beli saudara-saudara kita yang berada dibawah garis kemiskinan," katanya.

"Guncangan ekonomi sedikit saja, akan mendorong mereka ke jurang kemiskinan lebih dalam, janganlah lupakan mereka, mereka umunya tidak memiliki pekerjaan tetap, dan mereka tidak mendapatkan THR, dan mereka perlu perhatian dan mereka butuh bantuan langsung dari pemerintah," pungkasnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • PA 212 Curiga SP3 Rizieq Hasil Barter dengan Kasus Sukmawati

    Selasa, 19 Jun 2018 14:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shih

  • Alasan Polisi Terbitkan SP3 untuk Rizieq Shihab

    Senin, 18 Jun 2018 12:00

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi membenarkan telah menerbitkan surat penghentian penyidikan kasus (SP3) untuk Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal menerang

  • Alasan Prabowo Tak Mungkin Gandeng Rizieq

    Selasa, 05 Jun 2018 16:05

    Liuputanriau.com Jakarta - Pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekah memunc

  • PAN: Amien Rais, Prabowo, Rizieq Sepakat Bersatu untuk 2019

    Minggu, 03 Jun 2018 00:56

    Liputanriau.com, Mekah - Pertemuan antara Habib Rizieq Syihab dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Mekah selesai. Ketiganya bersepakat bersat

  • Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Rizieq Shihab

    Jumat, 04 Mei 2018 17:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas kasus penodaan lambang negara atau Pancasila yang melibatkan Habib Rizieq Shihab di wilayah hukum

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.