AHY: Apa Kabar Revolusi Mental?

Minggu, 10 Jun 2018 01:05
Dibaca: 109 kali
BAGIKAN:
Orasi politik Kogasma, AHY
Liputanriau.com, Jakarta - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma), Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan orasi politik. Salah satu yang dia soroti adalah janji kampanye Presiden Joko Widodo yaitu "Revolusi Mental".

Menurut dia, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan oleh pemerintah tidak seimbang dengan pembangunan sumber daya manusia rakyat Indonesia. Sehingga konsep revolusi mental luput dari perhatian.

"Saudara-saudara sebenarnya pada awal pemerintahan Joko Widodo sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia, ketika pemerintah saat ini telah berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya, lantas kita patut bertanya, apa kabar revolusi mental?" papar dia di JCC Senayan Jakarta, Sabtu (9/6). 

AHY mengakui konsep revolusi mental merupakan salah satu hal yang sangat penting revolusi mental menjadi sebuah upaya mengembalikan karakter bangsa, sesuai bentuk aslinya yaitu karakter yang santun, berbudi pekerti luhur, dan bergotong royong. 

"Revolusi mental adalah konsep pembangunan manusia Indonesia yang gencar dijanjikan disaat kampanye Pilpres 2014, dalam perjalanannya nampaknya kurang mendapatkan perhatian kita semua, kita larut dalam hiruk pikuk pembangunan infrastruktur," ujarnya. 

Selain membahas itu, ia juga berpendapat bahwa pemerintah seharusnya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang dikategorikan rakyat miskin. Buan hanya sekadar memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada TNI, Polri dan PNS. 

"Kita mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan THR dan gaji ke- 13, kita berharap itu bisa meningkatkan daya beli dan konsumsi rumah tangga, meski demikian yang menjadi perhatian utama adalah daya beli saudara-saudara kita yang berada dibawah garis kemiskinan," katanya.

"Guncangan ekonomi sedikit saja, akan mendorong mereka ke jurang kemiskinan lebih dalam, janganlah lupakan mereka, mereka umunya tidak memiliki pekerjaan tetap, dan mereka tidak mendapatkan THR, dan mereka perlu perhatian dan mereka butuh bantuan langsung dari pemerintah," pungkasnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Amien Rais dan Rachmawati Dampingi Prabowo-Sandi dalam Debat Capres

    Kamis, 17 Jan 2019 17:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, akan didampingi sejumlah tokoh dalam menjalani debat perdana yang akan diselenggarakan pada malam in

  • SBY Tidak Hadir Dalam Debat Capres Malam Ini

    Kamis, 17 Jan 2019 16:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan tidak menghadiri debat Pemilihan Presiden di Hotel Bidakara pada Kamis malam, 17 Januari 2010. Hal ini diungkapkan

  • Persiapan Jokowi Sebelum Debat Capres

    Rabu, 16 Jan 2019 21:07

    Liputanriau.com, Bogor - Calon presiden nomor urut 01, Jokowi, mengaku tak ada persiapan khusus menjelang debat perdana Pilpres 2019 yang akan digelar Kamis (17/1). Jokowi juga menjelaskan tak ada sim

  • Tanggapan Jokowi Soal Pidato Kebangsaan Prabowo

    Rabu, 16 Jan 2019 21:02

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo mengakui, banyak hal di pemerintahannya yang belum berjalan dengan baik. Kendati demikian, ia memastikan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan perbaik

  • Jokowi Jenguk Ustaz Arifin Ilham

    Rabu, 09 Jan 2019 11:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pagi tadi telah membesuk penceramah Arifin Ilham yang sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Iya, pagi-pagi tadi," katanya di Ist

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.