• Home
  • Nasional
  • Akhirnya, BPOM Cabut Izin Edar Produk Samyang yang Mengandung Babi

Akhirnya, BPOM Cabut Izin Edar Produk Samyang yang Mengandung Babi

Senin, 19 Jun 2017 14:14
Dibaca: 135 kali
BAGIKAN:
Kompas.com
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K. Lukito (tengah) saat menggelar konferensi pers mengenai produk samyang yang mengandung babi, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Liputanriau.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia mencabut izin edar empat produk mie instan asal Korea yang mengandung babi.

Keempat produk mi itu yakni Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mi Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

"Kami berproses dengan importirnya untuk segera menarik (produk mengandung babi dari pasaran), ternyata diberi waktu sekian, tidak juga dilakukan (penarikan produk oleh importir). Kemudian kami keluarkan penarikan izin edar, ini sanksi administrasi yang bisa kami lakukan," kata Kepala BPOM RI Penny K. Lukito, kepada wartawan, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/6/2017).

Dia menjelaskan, temuan kandungan babi ditemukan saat importir hendak mendaftarkan produk-produk tersebut ke BPOM. Sesuai aturan BPOM, produk-produk yang mengandung babi harus diterjemahkan dengan menempelkan label di bungkus produknya.

Kemudian disertakan penambahan gambar babi. Selanjutnya, saat pemasaran di retail-retail atau supermarket, produk mengandung babi itu harus diletakkan terpisah dengan produk lain yang tidak mengandung babi.

"Kami melakukan premarket untuk memastikan dan memisahkan mana produk halal tidak mengandung babi dan mengandung babi. Kemudian kami ikuti dengan cost market. Nah di saat proses ini, bahwa (produk) yang seharusnya teregistrasi tidak mengandung babi ternyata mengandung babi, setelah kami uji di laboratorium kami," kata Penny.

Selain mencabut izin edar, Penny meminta seluruh kepala balai POM seluruh provinsi untuk turun ke lapangan dan menarik produk-produk tersebut dari pasaran.

Ia juga meminta importir segera menarik produk tersebut. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi membeli produk tersebut.

"Makanya kami minta seluruh balai di Indonesia untuk segera ke lapangan. Memastikan tidak ada produk itu, dan apabila ditemukan untuk segera menariknya dari pasaran," kata Penny.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Partai Demokrat Akan Tawarkan Pasangan JK-AHY untuk Pilpres 2019

    Jumat, 22 Jun 2018 13:40

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya ingin menawarkan gagasan memasangkan Jusuf Kalla ata

  • Alasan Prabowo Tak Mungkin Gandeng Rizieq

    Selasa, 05 Jun 2018 16:05

    Liuputanriau.com Jakarta - Pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekah memunc

  • JK Tak Setuju Gaji Menteri Dipotong Seperti di Malaysia

    Rabu, 30 Mei 2018 17:04

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi kebijakan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang memotong gaji menteri di kabinetnya sebesar 10% sebagai bentuk penghemata

  • Cak Imin Klaim Capres Bisa Menang Jika Dia Pasangannya

    Jumat, 11 Mei 2018 15:08

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB, Muhaimin Iskandar menilai Joko Widodo bisa didukung oleh ulama di 2019, jika menggandeng dirinya menjadi wakil presiden. J

  • Mahathir Tumbangkan Najib, Gerindra Percaya Prabowo Kalahkan Jokowi

    Kamis, 10 Mei 2018 23:09

    Liputnariau.com, Jakarta - Pimpinan koalisi oposisi Malaysia, Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohamad, menang di pemilu Malaysia. Partai Gerindra, yang juga merupakan oposisi, menja

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.