• Home
  • Nasional
  • Akhirnya, BPOM Cabut Izin Edar Produk Samyang yang Mengandung Babi

Akhirnya, BPOM Cabut Izin Edar Produk Samyang yang Mengandung Babi

Senin, 19 Jun 2017 14:14
Dibaca: 66 kali
BAGIKAN:
Kompas.com
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K. Lukito (tengah) saat menggelar konferensi pers mengenai produk samyang yang mengandung babi, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Liputanriau.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia mencabut izin edar empat produk mie instan asal Korea yang mengandung babi.

Keempat produk mi itu yakni Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mi Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

"Kami berproses dengan importirnya untuk segera menarik (produk mengandung babi dari pasaran), ternyata diberi waktu sekian, tidak juga dilakukan (penarikan produk oleh importir). Kemudian kami keluarkan penarikan izin edar, ini sanksi administrasi yang bisa kami lakukan," kata Kepala BPOM RI Penny K. Lukito, kepada wartawan, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/6/2017).

Dia menjelaskan, temuan kandungan babi ditemukan saat importir hendak mendaftarkan produk-produk tersebut ke BPOM. Sesuai aturan BPOM, produk-produk yang mengandung babi harus diterjemahkan dengan menempelkan label di bungkus produknya.

Kemudian disertakan penambahan gambar babi. Selanjutnya, saat pemasaran di retail-retail atau supermarket, produk mengandung babi itu harus diletakkan terpisah dengan produk lain yang tidak mengandung babi.

"Kami melakukan premarket untuk memastikan dan memisahkan mana produk halal tidak mengandung babi dan mengandung babi. Kemudian kami ikuti dengan cost market. Nah di saat proses ini, bahwa (produk) yang seharusnya teregistrasi tidak mengandung babi ternyata mengandung babi, setelah kami uji di laboratorium kami," kata Penny.

Selain mencabut izin edar, Penny meminta seluruh kepala balai POM seluruh provinsi untuk turun ke lapangan dan menarik produk-produk tersebut dari pasaran.

Ia juga meminta importir segera menarik produk tersebut. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi membeli produk tersebut.

"Makanya kami minta seluruh balai di Indonesia untuk segera ke lapangan. Memastikan tidak ada produk itu, dan apabila ditemukan untuk segera menariknya dari pasaran," kata Penny.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Tujuh Ribu Personel Gabungan Amankan Pelantikan Anies-Sandi

    Minggu, 15 Okt 2017 14:24

    Liputanriau.com, Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya mengerahkan 7.000 personel gabungan guna mengamankan pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan-Sandiaga Uno pada Seni

  • 83 Pejabat Eselon IV Lingkungan Pemkab Meranti Dilantik

    Jumat, 31 Mar 2017 19:01

    LIPUTANRIAU.COM, SELANPANJANG - Setelah melakukan pelantikan Sekdakab Meranti dan 10 Pejabat Tinggi Pratama serta Pejabat Eselon III sehari sebelumnya (Kamis kemarin), kini Pemkab Kepulauan Mera

  • Ini Data 8 Pejabat Eselon IV Kecamatan Bagansinembah Raya yang Dilantik Sekcam

    Rabu, 29 Mar 2017 17:57

    LIPUTANRIAU.COM, BAGANSINEMBAH RAYA - Camat Bagansinembah Raya, Hadiyono SH melalui Sekcam Bagan Sinembah Raya, Aswan AMP mengukuhkan dan melantik pejabat pengawas eselon IV di lingkungan Kantor Camat

  • Ini Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kampar Terpilih Periode 2017-2022

    Jumat, 24 Mar 2017 15:42

    LIPUTANRIAU.COM, BANGKINANG KOTA - Usai pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2017, ada satu agenda tahapan lagi yang saat ini ditunggu. Yaitu pelantikan Kepala Daerah terpilih hasil pilkada 15

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.