• Home
  • Nasional
  • BIN Bantah Terlibat Penangkapan Habib Rizieq di Arab Saudi

BIN Bantah Terlibat Penangkapan Habib Rizieq di Arab Saudi

Jumat, 09 Nov 2018 12:51
Dibaca: 285 kali
BAGIKAN:
Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelejen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto
Liputanriau.com, Jakarta - Juru bicara Kepala Badan Intelijen Negara, Wawan Hari Purwanto, membantah BIN terlibat dalam penangkapan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Arab Saudi. Menurut dia, tuduhan BIN telah merekayasa penangkapan Rizieq yang dilakukan polisi Arab adalah tidak benar.

"BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi sebagaimana dilansir oleh Twitter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar," ujar Wawan dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 November 2018.

Rizieq Shihab dikabarkan telah diperiksa dan sempat ditahan oleh kepolisian Arab terkait pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremisme. Dari foto yang beredar, bendera tersebut terpasang di dinding belakang kediaman Rizieq di Arab.

Hal ini kemudian ditanggapi oleh akun Twitter @IB_HRS. Akun ini menyebut ada informasi yang masuk ke Rizieq bahwa pihak intelijen (BIN) telah menyewa rumah di sekitar kediaman imam besar FPI itu untuk memantau aktivitasnya selama 1x24 jam dan telah lama diketahui oleh Rizieq. Pemasangan bendera juga disebut merupakan rekayasa.

Menurut Wawan, tuduhan bahwa BIN mengontrak rumah di dekat kediaman Rizieq tidak benar. Apalagi, kata dia, BIN disebut telah memasang bendera maupun mengambil kamera CCTV di dekat tempat itu. "Tuduhan pemasangan bendera tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke polisi Saudi," katanya.

Wawan mengatakan tuduhan yang ditujukan ke BIN merupakan pandangan sepihak. Menurut dia, lembaganya tak mungkin bisa mengintervensi Arab Saudi terkait operasi intelijen seperti yang dituduhkan. "Operasi intelijen di negara lain itu dilarang. Bisa dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negeri itu," ucapnya.

Wawan juga menjelaskan anggapan yang menyebut Rizieq adalah musuh juga tidak benar. Selama ini, ucap dia, BIN tidak membeda-bedakan Warga Negara Indonesia termasuk Rizieq. "BIN juga tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik Rizieq. Itu hak seseorang dan sah-sah saja," tuturnya.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • PSI Tuding Foto Syur Editan Grace Natalie Ulah Lawan Politik

    Rabu, 14 Nov 2018 18:37

    Liputanriau.com, Sleman - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany, menuding editan foto syur Grace Natalie adalah perbuatan lawan politik yang tak suka dengan perjalanan PSI. Tujua

  • Fakta Terbaru Soal Video Panas Ahok dan Grace Natalie

    Minggu, 10 Jun 2018 00:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie kembali buka suara setelah batas waktu yang dia berikan kepada pemilik akun Twitter Hulk habis. Akun itu diminta untuk

  • Pengakuan Ahok Setelah Isu Selingkuhan Grace Natalie

    Sabtu, 09 Jun 2018 13:49

    Liputanriau.com, Jakarta - Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali menjadi buah bibir dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.Itu setelah dua akun media sosia

  • Dituduh Selingkuh dengan Ahok, Grace Natalie Lapor Polisi

    Jumat, 08 Jun 2018 01:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie melaporkan dua akun media sosial yang menuduhnya telah berselingkuh dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.