• Home
  • Nasional
  • BPN Tepis Pernyataan TKN Soal Fitnah Surat Suara Tercoblos 01

BPN Tepis Pernyataan TKN Soal Fitnah Surat Suara Tercoblos 01

Kamis, 11 Apr 2019 16:35
Dibaca: 111 kali
BAGIKAN:
Surat Suara Tercoblos di Malaysia.
Liputanriau.com, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menepis anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, soal tudingan kemungkinan rekayasa dan fitnah surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. BPN mengaku punya keterbatasan dana jika ingin melakukan rekayasa semacam itu.

"Nah kita yang punya keterbatasan dana, keterbatasan resources. Saya aja gempor kok ke sana, untuk kampanye ke Malaysia. Mulai dari Brunei, saya turun ke Malaysia, jalan darat, terus kemudian saya naik pesawat. Luas sekali Malaysia, bagaimana pengawasannya? Akan sulit sekali. Dan itu tidak bisa dilakukan kalau tidak dilakukan dengan cara yang terstruktur dan sistematis," kata juru bicara BPN Dian Fatwa kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Dian mengatakan surat suara yang sudah tercoblos untuk paslon nomor urut 01 dilakukan dengan terstruktur dan sistematis. Dian yang merupakan caleg DPR RI dapil DKI Jakarta 2 yang meliputi luar negeri ini menegaskan rekayasa seperti itu hanya bisa dilakukan oleh pihak yang memiliki sumber daya.

"Kalaupun ini misalnya fitnah, kenapa itu terjadi di beberapa tempat? Kalaupun itu dikatakan fitnah, oke, tapi pertanyaannya, mungkin nggak bahwa itu dilakukan oleh kita yang tidak punya resources, tidak punya instrumen untuk mengerahkan ratusan ribu surat suara?" tanya Dian.

Politikus PAN ini menegaskan tidak mungkin pihaknya melakukan rekayasa. Dia pun meminta Inas tidak membuat kegaduhan.

"Jadi almost imposible kalau misalkan kita yang melakukannya. Aduh, istigfar, Bang Inas. Jangan menuduh kami fitnah. Istigfar deh. Mari kita tenangkan kawan-kawan di bawah supaya tidak ada situasi yang memicu perpecahan, memicu kegaduhan," tegasnya.

Bawaslu sendiri akan merekomendasikan ditundanya pemungutan suara atau pencoblosan Pemilu Serentak 2019 di seluruh Malaysia. Dian setuju dengan usulan ini.

"Bawaslu sendiri sudah mengatakan bahwa untuk dihentikan sementara sebelum ada verifikasi. Saya setuju dihentikan sementara. Karena siapapun yang menang, jangan sampai nanti ini diragukan kemenangan siapapun yang menang. Karena indikasi terhadap kecurangan itu luar biasa besar. Bukan hanya indikasi, sudah ada videonya," ungkap Dian.

Juru bicara BPN Andre Rosiade juga meminta Bawaslu untuk menginvestigasi kasus surat suara tercoblos ini.

"Kalau ini betul terjadi, berarti kekhawatiran terhadap indikasi kecurangan Pemilu 2019 ini benar-benar terbukti. Untuk itu, kami meminta Bawaslu agar menginvsetigasi hal ini," ucap Andre.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Detikcom

  BacaJuga
  • Analisis Pakar Kenapa Jokowi Kalah di Sumbar

    Selasa, 23 Apr 2019 12:24

    Liputanriau.com, Padang - Pasangan Calon Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin kalah telak di Sumatera Barat versi hitung cepat. Kekalahan itu dinilai disebabkan dari sejumlah faktor.Pengamat politik Unive

  • Jokowi Kalah, Bupati Mandailing Natal Mengundurkan Diri

    Minggu, 21 Apr 2019 16:02

    Liputanriau.com, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution, tiba-tiba mengundurkan diri tanpa ada isu sebelumnya. Mundurnya politikus NasDem itu mulai diketahui

  • Jokowi Terancam Kalah Jika Golput Tinggi

    Sabtu, 30 Mar 2019 16:02

    Liputanriau.com, Jakarta - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai golput bakal merugikan Calon Presiden Joko Widodo alias Jokowi.“Kalau golput tinggi, Jokowi terancam kalah," kata Pangi,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.