• Home
  • Nasional
  • Bachtiar Nasir Sebut Insiden Akun Said Didu Diretas Contoh Hari Fitnah

Bachtiar Nasir Sebut Insiden Akun Said Didu Diretas Contoh Hari Fitnah

Senin, 15 Apr 2019 12:56
Dibaca: 89 kali
BAGIKAN:
Penceramah Bachtiar Nasir
Liputanriau.com, Jakarta - Penceramah Bachtiar Nasir menyebut peristiwa akun Twitter Said Didu, mantan staf khusus Menteri ESDM, diretas ialah satu contoh betapa masa yang tenang pemilu ternyata justru menjadi hari penuh fitnah. Korban fitnahnya pun bukan orang sembarangan, dai kondang Abdul Somad alias Ustaz Abdul Somad.

Bachtiar mencontohkan pula kabar tentang kekisruhan penyelenggaraan pemungutan suara di Sydney, Australia, pada Sabtu, 13 April 2019. Peristiwa semacam itu, menurutnya, dapat diantisipasi jauh-jauh hari.

“Berdasarkan pengamatan kami, Tim Majelis Pelayan Indonesia"riset politik saya dan teman-teman"melihat hari pertama, ini kesan saya, memang ini adalah hari tenang. Maksudnya adalah tenang dari kampanye. Tetapi bukan berarti secara politik, ini betul-betul tenang,” katanya melalui rekaman video, Senin, 15 April 2019.

“Tetapi bukan berarti secara politik, ini betul-betul tenang. Justru, bagi saya, ini adalah hari-hari fitnah.”

“Fitnah itu adalah, pertama, saudara saya Ustaz Abdul Somad yang difitnah. Fitnah kedua, di-hack-nya medsos-nya Pak Said Didu, dan celakanya dipakai untuk memfitnah saudara Abdul Somad.”

Bactiar menyarankan masyarakat mewaspadai fitnah-fitnah semacam itu dan tak malas untuk mengonfirmasi atau mengecek kebenaran sebuah informasi. “Waspada, dan jangan gampang menyerap informasi begitu saja. Dan senantiasa tabayun, cek, kroscek kembali, sehingga kita tidak menyesal karena sudah melemparkan sesuatu yang membahayakan saudara kita.”

Pada Jumat malam, 13 April, akun Twitter Said Didu menuliskan berbagai tuduhan, di antaranya kabar bahwa Ustaz Abdul Somad menerima rumah dari calon presiden Prabowo Subianto hingga terlibat perselingkuhan. 

Akun itu juga menuding Somad menerima uang dari Prabowo agar memberikan dukungan pada Prabowo yang tidak terlepas dari peran Presiden Indonesia Lawyers Club, Karni Ilyas.

Belakangan, Said Didu mengakui bahwa akun Twitter-nya telah diretas dan hingga Minggu sore belum dapat mengendalikan lagi akunnya. Said mengaku telah melapor kepada Twitter atas peretasan itu.
Editor: Bobby Satia

Sumber: Vivanews

  BacaJuga
  • Analisis Pakar Kenapa Jokowi Kalah di Sumbar

    Selasa, 23 Apr 2019 12:24

    Liputanriau.com, Padang - Pasangan Calon Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin kalah telak di Sumatera Barat versi hitung cepat. Kekalahan itu dinilai disebabkan dari sejumlah faktor.Pengamat politik Unive

  • Jokowi Kalah, Bupati Mandailing Natal Mengundurkan Diri

    Minggu, 21 Apr 2019 16:02

    Liputanriau.com, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution, tiba-tiba mengundurkan diri tanpa ada isu sebelumnya. Mundurnya politikus NasDem itu mulai diketahui

  • Jokowi Terancam Kalah Jika Golput Tinggi

    Sabtu, 30 Mar 2019 16:02

    Liputanriau.com, Jakarta - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai golput bakal merugikan Calon Presiden Joko Widodo alias Jokowi.“Kalau golput tinggi, Jokowi terancam kalah," kata Pangi,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.