Bupati Banyuasin Dituntut 8 Tahun Penjara

Senin, 20 Mar 2017 14:58
Dibaca: 35 kali
BAGIKAN:
Raja Adil Siregar
Bupati nonaktif Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian di Pengadilan Tipikor, Senin (20/3/2017)(Foto: Raja Adil Siregar-detikcom)
Liputanriau-PALEMBANG - Bupati nonaktif Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Jaksa pada KPK menyebut Yan Anton terbukti menerima duit suap.

Jaksa pada KPK juga menuntunt agar majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan yakni mencabut hak politik Yan selama 5 tahun setelah Yan selesai menjalani pidana.

"Bahwa Pasal 18 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi menjelaskan selain dijatuhi pidana pokok, juga dapat dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan seluruh dan sebagian hak tertentu," ujar jaksa KPK Roy Riadi saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang, Senin (20/3/2017).

Jaksa menilai Yan Anton menyalahgunakan jabatan publik yang dipercayakan sebagai Bupati Banyuasin. Namun Yan Anton justru mencederai amanah yang di embannya dengan melakukan tindak pidana korupsi.

"Perbuatan terdakwa sama sekali tidak mencerminkan sebagai kepala daerah dan tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan mencederai kepercayaan masyarakat," imbuh Jaksa.

Yan dinilai jaksa terbukti menerima uang Rp 6,3 miliar dari Zulfikar salah satu rekanan proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Uang itu nantinya akan diperhitungkan dengan proyek yang akan didapat Zulfikar.

Selain Yan, jaksa juga membacakan tuntutan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Umar Usman dengan tuntutan 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara.

Selain itu jaksa juga menuntut Kepala seksi peningkatan mutu pendidikan Sutaryo, Kasubag Rumah Tangga Sekda Banyuasin Rustami, dan rekanan proyek Kirman dengan hukuman penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan. (detikcom)
Sumber: detik.com

  BacaJuga
  • Galaknya Panglima TNI Habisi Komplotan Jenderal Korup

    Sabtu, 27 Mei 2017 13:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bertekad membersihkan korupsi di tubuh TNI. Permainan dalam pengadaan dan pembelian alutsista yang dikenal sebagai 'lahan basah�

  • KPK Sita Uang Suap Terkait Penangkapan Auditor BPK

    Sabtu, 27 Mei 2017 13:23

    Liputanriau.com, Jakarta - Tim Satuan Tugas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang dalam bentuk rupiah saat melakukan operasi tangkap tangan terhadap pejabat Badan Pemerik

  • Politisi Golkar Minta KPK Tak Ragu Usut Novanto Terkait Kasus E-KTP

    Rabu, 24 Mei 2017 13:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi tidak ragu dan main-main dalam mengusut dugaan keterlibatan Ketua Umum Golkar Setya Novanto dal

  • Penjelasan KPK soal Pemeriksaan Sandiaga Uno

    Rabu, 24 Mei 2017 13:34

    Liputanriau.com, Jakarta - Sandiaga Uno menjalani pemeriksaan selama lebih kurang empat jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Selasa (23/5/2017).Selama pemeriksaan, Sandi ditanya o

  • Sandiaga Uno: Saya Tidak Kenal Nazaruddin

    Selasa, 23 Mei 2017 13:22

    Liputanriau.com, Jakarta - Pengusaha Sandiaga Uno mengaku tidak kenal dengan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.Hal itu dikatakan Sandi saat memenuhi pemanggilan penyidik Komis

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.