• Home
  • Nasional
  • DJP Jamin Data Pajak Aman dari Serangan Virus Ransomware WannaCry

DJP Jamin Data Pajak Aman dari Serangan Virus Ransomware WannaCry

Selasa, 16 Mei 2017 14:48
Dibaca: 146 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Jakarta - Virus Ransomware WannaCry yang menyerang banyak negara, salah satunya Indonesia membuat sebagian besar instansi pemerintah waspada dengan bergerak mengamankan data-data vital. Tak luput Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Unit Eselon I Kemenkeu ini memastikan sudah mengantisipasi serangan gelombang malware tersebut, sehingga tidak mengganggu akses data maupun layanan kepada wajib pajak.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (Humas) Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama mengungkapkan, Ditjen Pajak telah mengikuti arahan dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dalam rangka mencegah serangan virus berbahaya Ransomware WannaCry.

"Kami sudah mem-back up data, upgrade sistem windows, dan antivirus, serta lainnya. Tadi sudah diinstruksikan oleh Direktur Teknologi Informasi Perpajakan kepada seluruh unit untuk melakukan itu," kata dia saat dihubungi, Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Hestu Yoga mengaku, sejauh ini Ditjen Pajak tidak menemukan masalah apapun terhadap akses seluruh data pajak karena sudah melakukan langkah pencegahan. Ditjen Pajak pun tidak sampai mematikan sistem pelayanan demi mengantisipasi teror Ransomware WannaCry.

"Sejauh ini aman, mudah-mudahan aman dan lancar semua. Operasional pelayanan tetap berjalan normal tanpa ada gangguan. Kami akan terus memantau secara berjenjang," terang dia.

Instansi lain yang turut mengamankan data antara lain BPS dan Kemenaker. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto atau yang akrab disapa Kecuk mengaku internal BPS, khususnya di bagian Sistem Informasi Statistik (SIS) ‎sudah mengantisipasinya sejak Minggu (14/5/2017). Pasalnya isu ini sudah menyebar luas.

"Sebetulnya kita sudah siap-siap dari kemarin pagi. Teman-teman di biro SIS sudah melakukan berbagai proteksi," ucap dia.

Bentuk antisipasi atau proteksi atas serangan siber Ransomware WannaCry ini, diakui Kecuk, utamanya menggandakan atau mem-back up data-data sesuai arahan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

"Kita sudah mem-back up data sesuai arahan Menkominfo. Dan Alhamdulillah dibuka datanya tidak ada masalah, dan semoga aman-aman saja," dia menerangkan.

BPS, sambung Kecuk, mengikuti saran dari Menkominfo untuk melakukan langkah preventif mencegah serangan siber itu. "Pak Rudiantara bilang tidak usah panih, ikuti langkah-langkah yang sudah ditentukan," jelasnya.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri memastikan bahwa seluruh data yang dikelola Kementerian Tenaga Kerja aman dari virus Ransomware WannaCry. Teror siber tersebut sudah diantisipasi sehingga tidak mengganggu sistem teknologi informasi, termasuk data para tenaga kerja.

"Sejauh ini belum ada laporan masalah, mudah-mudahan aman," tegas dia.

Menurutnya, Kemenaker tidak khawatir dengan serangan virus ransomware wannacry mengingat sudah ikut mengikuti saran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kan sudah dapat panduan dari Kominfo untuk mengantisipasi virus itu. Kemudian kita langsung teruskan ke seluruh jajaran dan penanggungjawab informasi teknologi kita untuk diteruskan ke semua staf," kata Hanif.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Liputan6.com

  BacaJuga
  • Partai Demokrat Akan Tawarkan Pasangan JK-AHY untuk Pilpres 2019

    Jumat, 22 Jun 2018 13:40

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya ingin menawarkan gagasan memasangkan Jusuf Kalla ata

  • Alasan Prabowo Tak Mungkin Gandeng Rizieq

    Selasa, 05 Jun 2018 16:05

    Liuputanriau.com Jakarta - Pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekah memunc

  • JK Tak Setuju Gaji Menteri Dipotong Seperti di Malaysia

    Rabu, 30 Mei 2018 17:04

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi kebijakan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang memotong gaji menteri di kabinetnya sebesar 10% sebagai bentuk penghemata

  • Cak Imin Klaim Capres Bisa Menang Jika Dia Pasangannya

    Jumat, 11 Mei 2018 15:08

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB, Muhaimin Iskandar menilai Joko Widodo bisa didukung oleh ulama di 2019, jika menggandeng dirinya menjadi wakil presiden. J

  • Mahathir Tumbangkan Najib, Gerindra Percaya Prabowo Kalahkan Jokowi

    Kamis, 10 Mei 2018 23:09

    Liputnariau.com, Jakarta - Pimpinan koalisi oposisi Malaysia, Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohamad, menang di pemilu Malaysia. Partai Gerindra, yang juga merupakan oposisi, menja

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.