• Home
  • Nasional
  • Demo Jokowi-JK Hingga Tengah Malam, 14 Mahasiswa Ditangkap

Demo Jokowi-JK Hingga Tengah Malam, 14 Mahasiswa Ditangkap

Sabtu, 21 Okt 2017 21:46
Dibaca: 108 kali
BAGIKAN:
Antara
Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Wilayah Sumbangsel dan Aliansi BEM Lampung melakukan demo dalam rangka menyongsong tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla

Liputanriau.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mengamankan 14 mahasiswa yang mengikuti aksi demo di depan Istana Merdeka pada Jumat (20/10) kemarin malam. Aksi tersebut berlangsung hingga tengah malam dan sempat terjadi keributan.

"Ada 14 yang diamankan. Dibawa ke Polda Metro Jaya. Dan belum selesai diperiksa, batas waktu sampai 1x24 jam," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (21/10).

Empat belas mahasiswa tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Metro Jaya. Peran belasan mahasiswa dalam kerusuhan yang terjadi pun belum diketahui. Namun, menurut Argo, aksi tersebut digelar untuk mengkritisi tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. "Kita tunggu ya penyidik masih bekerja dan mengumpulkan barang bukti. Setelah 1x24 jam akan ketahuan (perannya)," kata dia.

Argo mengatakan, massa yang berasal dari elemen mahasiswa dan buruh ini tetap bertahan meski sudah melewati pukul 18.00 WIB. Penyampaian pendapat di muka umum, berdasarkan aturan yang berlaku,dibatasi hanya sampai pukul 18.00 WIB.

Namun, massa tetap tidak membubarkan diri. Polisi, kata Argo, terus melakukan upaya persuasif agar massa bersedia membubarkan diri. Sehingga, Jalan Medan Merdeka Barat yang semula ditutup untuk aksi bisa digunakan kembali.

Argo menyatakan, Polda telah telah berkoordinasi dengan pihak Sekretariat Negara agar menerima perwakilan mahasiswa. "Tapi pihak pengunjuk rasa tidak mau untuk difasilitasi itu," kata Argo.

Massa tetap bertahan hingga pukul 22.00 WIB. Aksi tersebut mulai dikeluhkan masyarakat lantaran menganggu fasilitas umum. Polisi kemudian memberikan waktu hingga pukul 23.00 WIB untuk membubarkan diri. 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Polisi Selidiki Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

    Senin, 22 Okt 2018 20:57

    Liputanriau.com, Garut - Polisi menyelidiki kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang videonya viral di media sosial. Polres Garut mengerahkan tim ke tempat yang diduga sebagai lokasi p

  • FPI Kecam Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser Garut

    Senin, 22 Okt 2018 20:34

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru bicara DPP Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif mengecam keras tindakan belasan anggota Bantuan Ansor Serbaguna (Banser), Nahdlatul Ulama (NU) yang membakar bendera

  • Kubu Jokowi Ingin Gaet Yusril Demi Rebut Suara Eks HTI

    Kamis, 13 Sep 2018 15:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin mengutarakan niat untuk menggaet Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.Hal ini menyusul pembelaan positif Yusril ter

  • Mardani Ali Sera dan Eks Jubir HTI Dilaporkan ke Polisi

    Rabu, 12 Sep 2018 17:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua DPP PKS sekaligus inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera dan mantan Jubir HTI Ismail Yusanto dilaporkan ke polisi oleh LBH Almisbat karena diduga hendak

  • GP Ansor Tolak Kedatangan UAS di Jepara

    Kamis, 30 Agu 2018 15:26

    Liputanriau.com, Jepara - Rencana kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Alhusna Mayong Jepara, Jawa Tengah menuai kontroversi. Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama menilai kedatangan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.