• Home
  • Nasional
  • Demokrat: SBY dan Prabowo Akan Bertemu Bahas Kemungkinan Koalisi

Demokrat: SBY dan Prabowo Akan Bertemu Bahas Kemungkinan Koalisi

Senin, 11 Jun 2018 13:23
Dibaca: 89 kali
BAGIKAN:
SBY dan Prabowo Subianto

Liputanriau.com, Jakarta - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membenarkan rencana pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Ferdinand mengatakan pertemuan kedua elit partai itu memang sedang dijadwalkan.

"Rencana pertemuan SBY dan Prabowo memang sedang dijadwalkan dan sedang direncanakan dalam rangka membicarakan kemungkinan koalisi ke depan," kata Ferdinand melalui pesan kepada Tempo pada Ahad, 10 Juni 2018.

Rencana pertemuan SBY dan Prabowo sebelumnya dikemukakan oleh beberapa politikus Gerindra. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan SBY dan Prabowo kemungkinan akan bertemu setelah Lebaran.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan pertemuan akan berlangsung di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta. Menurut dia, pertemuan itu sekaligus kunjungan balasan SBY setelah Juli tahun lalu Prabowo berkunjung ke rumah SBY di Puri Cikeas, Bogor.

Ferdinand mengatakan para pejabat kedua partai akan mengawali pertemuan terlebih dulu sebelum SBY dan Prabowo bertemu nantinya. "Mungkin di tingkat sekretaris jenderal dulu untuk mengawali pembicaraan sebelum sampai pada pertemuan puncak antara SBY dan Prabowo," ujarnya.

Kendati bersiap menggelar pertemuan dengan Gerindra, Ferdinand berkukuh Demokrat tak tertarik dengan koalisi keumatan. Koalisi keumatan sebelumnya dicetuskan oleh pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Rizieq mendorong Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Bulan Bintang bergabung dan membentuk koalisi keumatan itu.

Ferdinand mengatakan Demokrat tetap ingin menggunakan nama koalisi kerakyatan. Dia berpendapat nama koalisi keumatan mengesankan kelompok muslim saja dan kurang merangkul kelompok lainnya. Ferdinand tetap khawatir kendati sejumlah politikus PKS, Gerindra, dan PAN mengatakan bahwa koalisi keumatan tersebut tidak terbatas pada umat Islam saja. "Kami mendukung apapun namanya, tapi kami memang lebih suka mengunakan nama kerakyatan. Karena umat juga ada dalam kata rakyat," ujarnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • PA 212 Curiga SP3 Rizieq Hasil Barter dengan Kasus Sukmawati

    Selasa, 19 Jun 2018 14:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shih

  • Alasan Polisi Terbitkan SP3 untuk Rizieq Shihab

    Senin, 18 Jun 2018 12:00

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi membenarkan telah menerbitkan surat penghentian penyidikan kasus (SP3) untuk Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal menerang

  • Alasan Prabowo Tak Mungkin Gandeng Rizieq

    Selasa, 05 Jun 2018 16:05

    Liuputanriau.com Jakarta - Pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekah memunc

  • PAN: Amien Rais, Prabowo, Rizieq Sepakat Bersatu untuk 2019

    Minggu, 03 Jun 2018 00:56

    Liputanriau.com, Mekah - Pertemuan antara Habib Rizieq Syihab dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Mekah selesai. Ketiganya bersepakat bersat

  • Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Rizieq Shihab

    Jumat, 04 Mei 2018 17:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas kasus penodaan lambang negara atau Pancasila yang melibatkan Habib Rizieq Shihab di wilayah hukum

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.