• Home
  • Nasional
  • Demokrat: SBY dan Prabowo Akan Bertemu Bahas Kemungkinan Koalisi

Demokrat: SBY dan Prabowo Akan Bertemu Bahas Kemungkinan Koalisi

Senin, 11 Jun 2018 13:23
Dibaca: 96 kali
BAGIKAN:
SBY dan Prabowo Subianto

Liputanriau.com, Jakarta - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membenarkan rencana pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Ferdinand mengatakan pertemuan kedua elit partai itu memang sedang dijadwalkan.

"Rencana pertemuan SBY dan Prabowo memang sedang dijadwalkan dan sedang direncanakan dalam rangka membicarakan kemungkinan koalisi ke depan," kata Ferdinand melalui pesan kepada Tempo pada Ahad, 10 Juni 2018.

Rencana pertemuan SBY dan Prabowo sebelumnya dikemukakan oleh beberapa politikus Gerindra. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan SBY dan Prabowo kemungkinan akan bertemu setelah Lebaran.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan pertemuan akan berlangsung di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta. Menurut dia, pertemuan itu sekaligus kunjungan balasan SBY setelah Juli tahun lalu Prabowo berkunjung ke rumah SBY di Puri Cikeas, Bogor.

Ferdinand mengatakan para pejabat kedua partai akan mengawali pertemuan terlebih dulu sebelum SBY dan Prabowo bertemu nantinya. "Mungkin di tingkat sekretaris jenderal dulu untuk mengawali pembicaraan sebelum sampai pada pertemuan puncak antara SBY dan Prabowo," ujarnya.

Kendati bersiap menggelar pertemuan dengan Gerindra, Ferdinand berkukuh Demokrat tak tertarik dengan koalisi keumatan. Koalisi keumatan sebelumnya dicetuskan oleh pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Rizieq mendorong Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Bulan Bintang bergabung dan membentuk koalisi keumatan itu.

Ferdinand mengatakan Demokrat tetap ingin menggunakan nama koalisi kerakyatan. Dia berpendapat nama koalisi keumatan mengesankan kelompok muslim saja dan kurang merangkul kelompok lainnya. Ferdinand tetap khawatir kendati sejumlah politikus PKS, Gerindra, dan PAN mengatakan bahwa koalisi keumatan tersebut tidak terbatas pada umat Islam saja. "Kami mendukung apapun namanya, tapi kami memang lebih suka mengunakan nama kerakyatan. Karena umat juga ada dalam kata rakyat," ujarnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Pengakuan Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur

    Rabu, 15 Agu 2018 16:44

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian Resor Serang, Banten hingga hari ini Rabu, 15 Agustus 2018 masih melakukan pemeriksaan marathon terhadap Raja Kerajaan Ubur Ubur Aisyah Tusalamaja Baidu

  • Ratu Kerajaan Ubur-ubur Sebar Pesan ke Jokowi dan Erdogan

    Selasa, 14 Agu 2018 20:41

    Liputanriau.com, Banten - Siti Aisyah, perempuan yang menjadi pemimpin sekte Kerajaan Ubur-ubur di Sayabulu, Kelurahan/Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, tengah menjadi buah bibir di Indonesia.Seb

  • Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur Klaim Akan Dapat Dana dari Presiden Jokowi.

    Selasa, 14 Agu 2018 20:27

    Liputanriau.com, Banten - Kerajaan Ubur-ubur rupanya bukan hanya mengajarkan Islam secara menyimpang dan menyesatkan. Pemimpin Kerajaan Ubur-ubur mengklaim akan mendapat sejumlah dana yang dicairkan o

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.