• Home
  • Nasional
  • Dirut Pertamina Dicopot, Pengamat: Sarat Kepentingan Politik

Dirut Pertamina Dicopot, Pengamat: Sarat Kepentingan Politik

Sabtu, 21 Apr 2018 14:30
Dibaca: 481 kali
BAGIKAN:
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik
Liputanriau.com, Jakarta - Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menilai pencopotan Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) bukanlah karena kinerja yang kurang baik, melainkan sarat akan kepentingan politik.

"Elia Massa ini tidak kuat menahan penugasan pemerintah, yang dianggapnya membahayakan kelanjutan usaha Pertamina. Sehingga dia bersuara, dan tidak bisa diterima pemerintah. Tahun politik kan tidak mungkin menaikkan BBM," ujar Said saat dihubungi, Jumat, 20 April 2018.

Seperti diketahui, pemerintah tidak menaikkan harga BBM meskipun harga minyak dunia melonjak. Elia Massa berkali-kali bersuara soal kemungkinan Pertamina menanggung potensi kerugian (opportunity loss) membengkak, kalau pemerintah terus bersikukuh tidak menaikan harga BBM. 

Menurut pengalaman mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini, BUMN seperti Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang sarat kepentingan politik karena perputaran uang yang besar di dunia BUMN ini. "Pertamina itu transaksinya bisa mencapai 2,5 sampai 3 triliun per hari. PLN bisa sampai 2 triliun, jadi banyak yang berkepentingan," ujarnya.

Kementerian BUMN yang dipimpin Menteri Rini Soemarno, hari ini mencopot Elia Massa sebagai Direktur Utama Pertamina. Selain Elia, ada empat direktur lainnya yang diganti melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat, 20 April 2018.

Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno menyebut kelima direktur itu adalah Direktur Utama, Direktur Mega Proyek, Direktur Pengolahan, Direktur Aset, dan Direktur Pemasaran dan Korporat. "Untuk sementara pelaksana tugas Direktur Utama sekaligus Direktur SDM adalah Bu Nicke sambil menunggu pejabat definitif," kata Harry di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

Harry menyatakan kementerian sudah menentukan pengisi dari kelima posisi yang ditinggalkan. Mereka adalah Direktur Pengolahan Budi Santoso Sarif, Direktur Pemasaran Korporat Basuki Trikora Putra, Direktur Pemasaran Ritel Masud Hamid, Direktur Manajemen Aset Haryo Junianto. Lalu Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Heru Setiawan dan Direktur Infrastruktur dan Logistik Gandy Sri Widodo.

Kementerian, lanjut Harry, mempunyai alasan tersendiri ihwal pergantian kelima direktur Pertamina. Menurut dia, perombakan manajemen merupakan bagian dari upaya mempercepat proses pembentukan perusahaan induk (holding) di sektor Minyak dan Gas. "Kedua, melihat perkembangan kondisi terakhir kejadian kecelakaan pipa di Balikpapan, dan kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak)," kata dia.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Amien Rais dan Rachmawati Dampingi Prabowo-Sandi dalam Debat Capres

    Kamis, 17 Jan 2019 17:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, akan didampingi sejumlah tokoh dalam menjalani debat perdana yang akan diselenggarakan pada malam in

  • SBY Tidak Hadir Dalam Debat Capres Malam Ini

    Kamis, 17 Jan 2019 16:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan tidak menghadiri debat Pemilihan Presiden di Hotel Bidakara pada Kamis malam, 17 Januari 2010. Hal ini diungkapkan

  • Persiapan Jokowi Sebelum Debat Capres

    Rabu, 16 Jan 2019 21:07

    Liputanriau.com, Bogor - Calon presiden nomor urut 01, Jokowi, mengaku tak ada persiapan khusus menjelang debat perdana Pilpres 2019 yang akan digelar Kamis (17/1). Jokowi juga menjelaskan tak ada sim

  • Tanggapan Jokowi Soal Pidato Kebangsaan Prabowo

    Rabu, 16 Jan 2019 21:02

    Liputanriau.com, Bogor - Presiden Joko Widodo mengakui, banyak hal di pemerintahannya yang belum berjalan dengan baik. Kendati demikian, ia memastikan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan perbaik

  • Jokowi Jenguk Ustaz Arifin Ilham

    Rabu, 09 Jan 2019 11:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pagi tadi telah membesuk penceramah Arifin Ilham yang sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Iya, pagi-pagi tadi," katanya di Ist

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.