• Home
  • Nasional
  • Dubes: Kapal Perusak Karang Raja Ampat Bukan Milik Inggris

Dubes: Kapal Perusak Karang Raja Ampat Bukan Milik Inggris

Jumat, 17 Mar 2017 15:01
Dibaca: 21 kali
BAGIKAN:
Liputan6.com/Andrian M Tunay
Duta Besar Inggris untuk Indonesia

Liputanriau-JAKARTA-Kapal The MV Caledonian Sky yang melakukan perusakan terumbu karang di Raja Ampat Papua Barat disebut-sebut dimiliki oleh perusahaan asal Inggris. Namun, dugaan tersebut tidak tepat.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik membantah pernyataan bahwa Caledonia Sky kepunyaan perusahaan dari negaranya. Hal tersebut ia sampaikan usai bertemu Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan.

"Kapal (The MV) Celedonian Sky dioperasikan dan dijalankan oleh perusahaan Swedia," sebut Moazzam di kantor Kemenko Maritim, Jakarta (17/3/2017).

"Jadi bukan dijalankan perusahaan Inggris ini sebenarnya dijalankan oleh (perusahaan) Swedia," tambah dia.

Oleh sebab itu, adalah tidak tepat menyalahkan Inggris dalam insiden ini. Yang dia bisa pastikan hanyalah kapten kapal tersebut memang memegang paspor Inggris tetapi tidak menetap di Negeri Ratu Elizabeth.

"Kapten kapal tinggal di AS bukan di Inggris, jadi jika pemerintah Indonesia ingin mengajukan pertanyaan, pertama mereka harus memberikan pertanyaan pada perusahaan yang memperkerjakan," ucapnya.

Moazzam menambahkan kejadian kerusakan lingkungan terumbu karang di Raja Ampat sama sekali tak bisa ditolerir.

"Saya sangat sedih mendengar berita kerusakan terumbu karang ini," ucap pria yang sudah dua tahun lebih bertugas di Tanah Air ini.

Oleh sebab itu, ia berharap permasalahan ini tak berlarut-larut. Solusi pun diharapkan keluar dalam waktu dekat.

"Kami berharap hal-hal yang berlaku antara Pemerintah Indonesia dan perusahaan pemilik kapal bisa selesai sesegera mungkin," tegasnya. (Liputan6com)

Sumber: Liputan6.com

  BacaJuga
  • Suami Istri Oknum Pegawai Disdukcapil Pekanbaru Mulai Disidang

    Selasa, 23 Mei 2017 13:47

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Muhammad Fahmi dan Rita, dua oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kependudukan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru yang terjerat tindak pidana pungutan liar at

  • Menteri Yasonna: Ada Pungli kepada Tahanan Rutan Pekanbaru

    Minggu, 07 Mei 2017 21:41

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly mengungkapkan pemicu kerusuhan dan mengakibatkan 448 tahanan kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang

  • Keluarga Tahanan Akui Banyak Pungli di Dalam Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

    Sabtu, 06 Mei 2017 14:39

    PEKANBARU - Bentrok dalam rutan Sialang Bungkuk berujung kaburnya ratusan tahanan, ternyata tidak terlepas dari banyaknya aksi pungli di rutan itu. Seperti yang terjadi kepada H Usman salah satu kelua

  • 5 Orang Ditangkap Tangan Saber Pungli di Kantor Dinas PU Pekanbaru, Dewan Minta Diproses Secara Hukum

    Selasa, 11 Apr 2017 07:37

    PEKANBARU - Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap lima orang di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru Jalan Parit Indah, Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya membuat Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Jhon

  • Jokowi Resmi Tetapkan Biaya Ibadah Haji 2017

    Jumat, 07 Apr 2017 19:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Keputusan Presiden No. 8 Tahun 2017 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1438H/2017 dan diikuti dengan penet

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.