• Home
  • Nasional
  • Dugaan Suap Patrialis Akbar, KPK Periksa 3 Pejabat Bea dan Cukai

Dugaan Suap Patrialis Akbar, KPK Periksa 3 Pejabat Bea dan Cukai

Oleh: Danang Firmanto
Selasa, 21 Mar 2017 16:49
Dibaca: 83 kali
BAGIKAN:
Pengusaha importir daging Basuki Hariman berada dimobil tahanan seusai menajalni pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, 1 Februari 2017.(TEMPO/Eko Siswono Toyudho)

Liputanriau-JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa, 21 Maret 2017, kembali memeriksa tiga orang saksi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ketiga saksi tersebut diperiksa untuk tersangka Basuki Hariman, yang diduga menyuap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang diberhentikan secara tidak hormat, Patrialis Akbar dalam kasus permohonan uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK .

Ketiganya diperiksa sebagai saksi dalam perkara tindak pidana korupsi suap kepada hakim Mahkamah Konstitusi terkait dengan permohonan uji materi perkara di Mahkamah Konstitusi, kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Selasa, 21 Maret 2017.

Febri mengatakan tiga saksi tersebuat adalah Imron, Harry Mulya, dan Tahi Bonar Lumban Raja. Imron menjabat sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Harry Mulya adalah Direktur Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Sedangkan Tahi Bonar merupakan Kepala Subdirektorat Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai.

Menurut Febri, tiga orang saksi tersebut diperiksa untuk tersangka pengusaha Basuki Hariman. Basuki, importir daging yang memiliki 20 perusahaan, bersama sekretarisnya, Ng Fenny, diduga menyuap Patrialis Akbar senilai Sin$ 200 ribu agar pengajuan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dikabulkan.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah bekas hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar; pengusaha Basuki Hariman; sekretaris Basuki, Ng Fenny; dan Direktur PT Spekta Selaras Bumi Kamaludin.

Basuki dan Fenny disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Patrialis Akbar dan Kamaludin dibidik dengan Pasal 12 huruf c (hakim yang menerima hadiah atau janji) atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (tempoco)

Sumber: tempo.co

  BacaJuga
  • Aksi Bela Palestina, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Sementara

    Minggu, 10 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Jalan Medan Merdeka Selatan di Jakarta Pusat ditutup untuk sementara waktu karena aksi bela Palestina yang dilakukan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di depan Kedu

  • Hasil Pertemuan Menlu Retno dengan Dubes AS terkait Yerusalem

    Jumat, 08 Des 2017 15:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Joseph Donovan untuk membahas mengenai penetapan Y

  • Kecam Trump, Menteri Retno Pakai 'Kefiyyeh' Khas Palestina

    Kamis, 07 Des 2017 17:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memakai selendang khas Palestina "keffiyeh", saat menghadiri dan berpidato di "Bali Democracy Forum" (BDF) Ke-10, Kamis (7/12/

  • Alquran Kuno Ditemukan di Masjid Umar Bin Khattab Palestina

    Selasa, 05 Des 2017 15:24

    Liputanriau.com, Palestina - Tiga Alquran yang dicetak di Percetakan Utsmaniyah pada masa Sultan Abdulhamid II ditemukan di sebuah masjid di Palestina.Muazin Masjid Umar Bin Khattab, Said Azim, menemu

  • Menlu Temui Dubes Amerika Perihal Status Jerusalem

    Selasa, 05 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah menemui Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R Donovan perihal rencana Presiden AS Donald Trump yang akan mengubah status kot

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.