• Home
  • Nasional
  • Eks Bos Lippo Grup, Eddy Sindoro Menyerahkan Diri ke KPK

Eks Bos Lippo Grup, Eddy Sindoro Menyerahkan Diri ke KPK

Sabtu, 13 Okt 2018 10:52
Dibaca: 100 kali
BAGIKAN:
Buronan Kasus dugaan suap, Eddy Sindoro
Liputanriau.com, Jakarta - Buronan kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Eddy Sindoro, mengakhiri pelariannya. Chairman PT Paramount Enterprise itu menyerahkan diri ke KPK di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

Menghilang sejak 2016 silam, Eddy yang menyerahkan dirinya langsung ditangkap dan dibawa penyidik KPK yang dipimpin Direktur Penyidikan KPK Brigjen Panca Putra ke Jakarta. Koordinasi antara SLO Polri Kombes Joko, pihak KBRI Singapura, dan KPK pada akhirnya dapat memulangkan eks bos Lippo itu ke tanah air.

Hal itu disampaikan langsung oleh pimpinan KPK Saut Situmorang. Dalam konferensi pers yang juga turut dihadiri mantan ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Saut mengapresiasi sikap kooperatif yang telah dilakukan Eddy. Hal itu diharapkan dapat terus berlanjut hingga proses hukumya selesai di KPK.

"KPK berharap sikap kooperatif yang telah ditunjukkan dengan menyerahkan diri dapat dilanjutkan hingga selesai menjalani proses hukum terkait perkara yang disangkakan terhadapnya," ujar Saut dalam konferensi pers d Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/10).

Hal itu kembali diingatkan Saut, mengingat sebelumnya Eddy pernah menunjukkan sikap tak kooperatifnya saat mangkir dalam sejumlah panggilan yang telah dilayangkan KPK kepadanya. Sikap tak kooperatif itu ditunjukkan Eddy usai KPK menetapkan Eddy sebagai tersangka pada 23 Desember 2016.

Eddy diduga mengarahkan anak buahnya, Doddy Aryanto Supeno untuk memberi suap ke Panitera PN Jakarta Pusat (Jakpus) Edy Nasution. Suap tersebut diberikan agar Edy Nasution membantu pengurusan beberapa perkara Lippo Group baik di PN Jakpus. 

Dalam berkas putusan Edy Nasution, salah satu perkara yang membuat Eddy Sindoro memerintahkan Doddy untuk memberikan suap yakni terkait upaya peninjauan kembali (PK) PT Across Asia Limited (AAL). Dugaan suap itu diawali dengan permintaan Eddy ke Nurhadi (Sekretaris MA kala itu) untuk menerima berkas pendaftaran PK PT AAL. 

Nurhadi lalu meminta Edy Nasution untuk memasukkan berkas pendaftaran itu, walaupun sudah melewati batas waktu. Uang suap lalu diberikan ke Edy Nasution melalui Doddy Ariyanto.

Berurusan dengan KPK tidak hanya menimpa Eddy. Sebelumnya, jeratan kasus hukum di KPK juga dialami oleh Billy Sindoro yang tak lain kakak kandung Eddy. Billy yang saat itu menjabat sebagai Komisaris Lippo Group pun turut berperkara dengan lembaga antirasuah pada tahun 2008 terkait penanganan perkara dugaan pelanggaran UU Hak Siar.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Polisi Selidiki Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

    Senin, 22 Okt 2018 20:57

    Liputanriau.com, Garut - Polisi menyelidiki kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang videonya viral di media sosial. Polres Garut mengerahkan tim ke tempat yang diduga sebagai lokasi p

  • FPI Kecam Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser Garut

    Senin, 22 Okt 2018 20:34

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru bicara DPP Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif mengecam keras tindakan belasan anggota Bantuan Ansor Serbaguna (Banser), Nahdlatul Ulama (NU) yang membakar bendera

  • Kubu Jokowi Ingin Gaet Yusril Demi Rebut Suara Eks HTI

    Kamis, 13 Sep 2018 15:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin mengutarakan niat untuk menggaet Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.Hal ini menyusul pembelaan positif Yusril ter

  • Mardani Ali Sera dan Eks Jubir HTI Dilaporkan ke Polisi

    Rabu, 12 Sep 2018 17:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua DPP PKS sekaligus inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera dan mantan Jubir HTI Ismail Yusanto dilaporkan ke polisi oleh LBH Almisbat karena diduga hendak

  • GP Ansor Tolak Kedatangan UAS di Jepara

    Kamis, 30 Agu 2018 15:26

    Liputanriau.com, Jepara - Rencana kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Alhusna Mayong Jepara, Jawa Tengah menuai kontroversi. Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama menilai kedatangan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.