• Home
  • Nasional
  • Eks Dirjen Hubla Tonny Budiono Didakwa Terima Suap Rp 2,3 Miliar

Eks Dirjen Hubla Tonny Budiono Didakwa Terima Suap Rp 2,3 Miliar

Kamis, 18 Jan 2018 16:15
Dibaca: 135 kali
BAGIKAN:
Manatan Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono

Liputanriau.com, Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut atau Dirjen Hubla Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono, telah menerima hadiah uang sebesar Rp 2,3 miliar. Uang itu diberikan oleh Adiputra Kurniawan selaku komisaris PT Adhiguna Keruktama.

"Terdakwa mengetahui atau patut menduga bahwa hadiah uang tersebut diberikan karena berhubungan pemberian Surat Ijin Kerja Keruk (SIKK) untuk perusahaan milik Adiputra Kurniawan alias Yongkie," kata jaksa, Dody Sukmono, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Januari 2018.

Jaksa menduga, Tonny mengeluarkan SIKK terkait proyek pengerukan alur pelayaran di pelayaran pelabuhan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Tahun Anggaran (TA) 2016; pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur TA 2016; dan pelabuhan Tanjung Emas, Semarang TA 2017.

Selain itu, Tonny diduga menyetujui penerbitan SIKK untuk PT Indominco Mandiri; PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan (UJP) PLTU Banten; serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Tanjung Emas, Semarang. Perusahaan itu melakukan proyek pengerukan yang dilaksanakan PT Adhiguna Keruktama.

Jaksa menduga, pemberian uang dilakukan dengan cara transfer. Adiputra membuka rekening Bank Mandiri atas nama Yongkie Goldwing dan Joko Prabowo. Pembukaan rekening itu menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) palsu.

Dalam dakwaan, Tonny disebut bertemu dengan Adiputra alias Yongkie di ruang kerja Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kantor Kementerian Perhubungan, Gedung Karsa lantai 4, pada Agustus 2016.

Di pertemuan itulah Adiputra menyerahkan kartu ATM Mandiri Visa Platinum Debit bernomor 4617005128520620 dan buku tabungan Mandiri dengan nomor rekening 1390017128988 atas nama Joko Prabowo kepada Tonny.

"Adiputra melakukan transfer melalui sarana Internet Bisnis Bank Mandiri atas nama Yongkie Goldwing ke Bank Mandiri atas nama Joko Prabowo di mana kartu ATM tersebut sebelumnya telah dikuasai oleh terdakwa," jelas jaksa.

Karenanya, eks Dirjen Hubla Tonny Budiono dijerat ancaman pidana Pasal 12 huruf b subsidiair Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • MUI: Bendera Yang DIbakar Banser Bukan Bendera HTI

    Selasa, 23 Okt 2018 14:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota anggota GP Ansor (Banser) di Garut, menuai polemik. Mereka menganggap  bendera yang dibakar adalah bend

  • Mantan Jubir: HTI Tidak Punya Bendera

    Selasa, 23 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustaz Ismail Yusanto mengecam keras aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oknum anggota Barisan Serba Guna Ansor (Ba

  • Tanggapan MUI Terkait Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya meminta agar peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak dipermas

  • 3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

    Selasa, 23 Okt 2018 13:19

    Liputanriau.com, Garut - Polres Garut Jawa Barat telah memeriksa tiga orang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang diduga membakar bendera warna h

  • Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Bubarkan Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Ulah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.