• Home
  • Nasional
  • FPI Desak Gus Yahya Mundur dari Wantimpres karena Kunjungan ke Israel

FPI Desak Gus Yahya Mundur dari Wantimpres karena Kunjungan ke Israel

Rabu, 13 Jun 2018 16:37
Dibaca: 93 kali
BAGIKAN:
Gus Yahya di Israel

Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Shabri Lubis mengecam tindakan Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Israel. Menurutnya, kunjungan itu menyakiti hati umat muslim dan tak sejalan dengan UUD 1945. 

"Adalah suatu sikap kemunafikan bila diplomasi politik dari salah satu oknum bangsa Indonesia justru memperkuat posisi bangsa penjajah yaitu Israel terhadap saudara muslim Palestina," ungkap Ahmad seperti dalam keterangan tertulis, Rabu (13/6)

Ahmad menjelaskan, sejarah memperlihatkan bahwa Israel telah merampas dan menduduki tanah Palestina. Pernyataan Gus Yahya di forum tersebut pun, kata dia, juga tak memiliki tendensi untuk membela Palestina. 

"Kunjungan Yahya C Staquf, sebagaimana yang dia sampaikan dalam ceramah di acara AJC, bahwa harus melihat persoalan berdasarkan konteks, maka dalam konteks perjanjian terhadap Palestina adalah tidak dapat dibenarkan baik secara konstitusional mau pun secara moralitas," ungkapnya. 

Menurut Ahmad, argumentasi Gus Yahya yang menganjurkan kritik dan interpretasi baru terhadap Al-Quran dan hadis juga salah kaprah. Sebab, kata dia, hal itu hanya akan menguatkan posisi Israel sebagai penjajah dan sekaligus memperkuat posisi Yahudi sebagai agama. 

"Ini jelas merupakan perbuatan munkar dan keji sekaligus juga merupakan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara Indonesia dan juga pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa Palestina," ujar dia. 

Ahmad lalu menyoroti jabatan keanggotaan dewan pertimbangan presiden yang tenggah dijabat Gus Yahya. Menurutnya, tak pantas bagi seorang yang berada dalam posisi pemerintahan untuk pergi ke Israel. Untuk itu, dia berharap agar Jokowi mencopot jabatan Gus Yahya.  

"Mendesak Presiden untuk segera memberhentikan Yahya C Staquf dari jabatan sebagai Dewan Pertimbangan Presiden, karena akan berdampak negatif pada posisi Presiden dalam politik Internasional, di mana salah satu anggota Dewan Pertimbangannya ternyata mendukung penjajahan Israel terhadap Palestina," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qourna (Gus Yaqut) membela kakaknya yang mendapat kecaman dari berbagai pihak. Menurutnya, langkah Gus Yahya sudah tepat dan berada dalam koridor yang jelas. 

"Lebih baik mana, pergi ke Tanah Suci untuk melarikan diri atau ke tanah zionis untuk mengusahakan perdamaian?" ucap Gus Yaqut, Selasa (12/6). 

Gus Yaqqut juga menepis berbagai anggapan yang menyebut dialog itu sia-sia. "Dari mana kita bisa menilai kesia-siaan sebelum berproses dan menunjukkan hasil," imbuhnya.

Gus Yahya berbicara di Israel tentang pemahaman baru atas agama yang seringkali menjadi alasan bagi dilanggengkannya konflik, Minggu (10/6). Menurutnya, agama justru dapat menjadi alat yang menghapus segala konflik tersebut. Caranya dengan berani membuat suatu interpretasi baru terhadap kitab suci. 

"Harus ada interpretasi baru atas hubungan antaragama demi menciptakan satu kondisi masyarakat yang harmonis," tegasnya. 

Hal yang disampaikan Gus Yahya itu merupakan sebuah diskusi yang dimoderatori Direktur American Jewish Committee (AJC) David Rosen. Meski demikian, sebetulnya Gus Yahya justru diagendakan untuk mengisi kuliah umum pada 13 Juni. Namun dia membatalkannya karena tekanan publik dan memilih untuk berbicara dalam sebuah diskusi berdurasi 14 menit 34 detik tersebut. 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • PA 212 Curiga SP3 Rizieq Hasil Barter dengan Kasus Sukmawati

    Selasa, 19 Jun 2018 14:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shih

  • Alasan Polisi Terbitkan SP3 untuk Rizieq Shihab

    Senin, 18 Jun 2018 12:00

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi membenarkan telah menerbitkan surat penghentian penyidikan kasus (SP3) untuk Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal menerang

  • Alasan Prabowo Tak Mungkin Gandeng Rizieq

    Selasa, 05 Jun 2018 16:05

    Liuputanriau.com Jakarta - Pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekah memunc

  • PAN: Amien Rais, Prabowo, Rizieq Sepakat Bersatu untuk 2019

    Minggu, 03 Jun 2018 00:56

    Liputanriau.com, Mekah - Pertemuan antara Habib Rizieq Syihab dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Mekah selesai. Ketiganya bersepakat bersat

  • Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Rizieq Shihab

    Jumat, 04 Mei 2018 17:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas kasus penodaan lambang negara atau Pancasila yang melibatkan Habib Rizieq Shihab di wilayah hukum

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.