• Home
  • Nasional
  • FPI Sebut Pihaknya Tak Pernah Menuduh BIN dalam Kasus Rizieq Shihab

FPI Sebut Pihaknya Tak Pernah Menuduh BIN dalam Kasus Rizieq Shihab

Jumat, 09 Nov 2018 18:08
Dibaca: 287 kali
BAGIKAN:
Jubir FPI, Slamet Maarif
Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif menyatakan pihaknya tidak pernah menyebut atau menuding Badan Intelijen Indonesia (BIN) yang melakukan operasi untuk mencelakakan Rizieq Shihab. Slamet mengatakan Rizieq sendiri pun tidak pernah menyebut BIN.

"Enggak pernah sebutkan kata BIN, hanya skenario intelijen yang kita sebutkan," ucap Slamet di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (9/11).

Slamet menjelaskan operasi intelijen tidak selalu dilakukan oleh BIN. Bisa saja kelompok lain yang memang menjalankan misi bernuansa intelijen. Dia menampik operasi intelijen yang selama ini diutarakan pihaknya merujuk kepada BIN. Slamet lantas menyinggung BIN yang justru angkat suara.

"Kan, bisa dari mana saja tapi kenapa kok BIN yang bereaksi. Ya Anda bisa simpulkan sendiri. Kan, begitu," ucap Slamet.

Slamet lalu mengatakan pihaknya masih belum mengetahui pasti skenario intelijen yang menurutnya ditujukan untuk mencelakakan Rizieq di Mekkah terkait pemasangan bendera tauhid. Dia hanya mengatakan Rizieq sudah mengajukan laporan kepada pihak keamanan Saudi.

Menurutnya, lebih baik menunggu pihak keamanan setempat yang tengah menjalankan tugasnya. Dia juga enggan menyebut pihak yang diduga menjalankan skenario intelijen tersebut.

"Ya biarkan kepolisian Saudi menyelidiki. Kita tunggu saja," kata slamet.

Slamet yakin bukan pemerintah Saudi yang beriktikad buruk mencelakakan Rizieq. Dia mengatakan pemerintah Saudi selama ini telah memberikan perlindungan kepada Rizieq.

"Selama ini kerajaan Arab Saudi begitu baik terhadap Habib Rizieq, begitu melindungi, memberikan kenyamanannya. Kelihatannya yang kita lihat, bukan dari pihak kerajaaan saudi Arabia," ucap slamet.

Sebelumnya, Rizieq Shihab sempat diperiksa pihak keamanan setempat. Pemeriksaan dilakukan lantaran ada bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di tembok rumah Rizieq. 

Tak lama setelah itu, Rizieq dilepas. Dia lantas meminta aparat setempat agar mencari pelaku yang sengaja memasang bendera di kediamannya. 

Sekretaris Umum DPP FPI Munarman kemudian mengatakan bahwa kasus pemasangan bendera di rumah Rizieq sebagai operasi intelijen. Menurutnya, ada tindakan terencana, yakni memasang bendera, kemudian difoto dan disebarluaskan di Indonesia. Dia juga curiga ketika ada foto Rizieq saat diperiksa oleh keamanan setempat.

BIN, melalui juru bicara Wawan Purwanto menyatakan bahwa BIN tidak menganggap Rizieq sebagai musuh negara. Karenanya, BIN mengklaim tidak memiliki kaitan dengan kasus pemasangan bendera di kediaman Rizieq.
Editor: Bobby Satia

Sumber: CNNIndonesia

  BacaJuga
  • Beredar Poster 'Raja Jokowi' Dengan Logo PDI-P

    Senin, 12 Nov 2018 22:58

    Liputanriau.com, Semarang - Beredarnya poster bergambar capres Joko Widodo yang mengenakan mahkota di Jawa Tengah membuat heboh. Sebab, poster tersebut memuat logo PDIP. Kader PDIP pun ramai-ramai men

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.