• Home
  • Nasional
  • Faisal Basri Ungkap Nama Pejabat yang Hobi Beternak Dolar

Faisal Basri Ungkap Nama Pejabat yang Hobi Beternak Dolar

Rabu, 11 Jul 2018 20:20
Dibaca: 103 kali
BAGIKAN:
Ekonom Senior INDEF Faisal Basri

Liputanriau.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan. Bank Indonesia bahkan telah melakukan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan dan menggelontorkan devisa negara.

Meski demikian, Ekonom Senior INDEF Faisal Basri mengatakan hal tersebut tidak cukup. Peran pemilik dolar AS yang menurutnya mayoritas terdiri dari pebajat negara juga dianggap penting untuk melepas dolar AS yang mereka miliki ke pasar.

"Contohnya saya ingat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dulu waktu jadi presiden itu 64% kekayaannya dalam dolar. Yang saya inget juga Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) sekarang dolarnya USD 100 ribu lebih. Pak Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan) saya ingat USD 200 ribu. Ini bukan gosip, ini adalah LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat), kita semua bisa lihat," ungkap Faisal di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (11/7).

Padahal menurut Faisal, pejabat negara tersebut dapat berkontribusi dengan melepas dolar AS agar likuiditas mata uang Paman Sam di pasar tetap terjaga. Bahkan Faisal meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengimbau pejabat negara agar mau melepas dolar AS ke pasar.

"Buat apa sih pejabat itu beternak dolar. Artinya kan dia tidak percaya pada komitmen pemerintahnya sendiri. Pak Jokowi kekayaan dolarnya praktis enggak ada, nah Pak Jokowi (harus) himbau para pejabat, menterinya," ujarnya.

Bahkan menurut Faisal, penggunaan dolar AS yang besar di dalam negeri juga terlihat dengan banyaknya kasus korupsi menggunakan mata uang tersebut.

Untuk itu Faisal menyatakan, stabilisasi kurs rupiah tak bisa hanya dilakukan oleh Bank Sentral saja. Sebab instrumennya terbatas pada kenaikan suku bunga acuan ataupun intervensi pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN).

"Jadi ini jangan BI terus yang berjuang, BI enggak bisa atasi sendiri, ini kan masalah bangsa. Jadi tolong deh, ini harus berjuang bersama-sama," tandasnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Modus Rumah Sakit Bebani Peserta BPJS

    Jumat, 09 Mar 2018 14:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak lepas dari masalah. Selain adanya defisit keuangan, pelak

  • 8 Sumber Pendanaan Menambal Defisit BPJS Kesehatan

    Minggu, 03 Des 2017 13:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Tak ingin Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus merugi, pemerintah telah menyusun langkah penyelamatan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan. Maklum saja

  • Bantah Isu yang Beredar, BPJS Kesehatan Pastikan Tetap Jamin Biaya 8 Penyakit

    Senin, 27 Nov 2017 13:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Sejak Jumat (24/11/2017), di berbagai media pemberitaan, beredar informasi bahwa BPJS Kesehatan sudah tak menanggung lagi 8 penyakit katastropik. Berbagai kekhawatiran di te

  • BPJS Kesehatan Akan Hapus Tanggungan 8 Penyakit

    Minggu, 26 Nov 2017 21:07

    Liputanriau.com - Sedikitnya ada delapan jenis penyakit yang pendanaannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan dibebankan kepada pasien. Seperti penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, t

  • Bank Riau Kepri Salurkan Dana CSR pada 20 Ribu Naker

    Minggu, 13 Agu 2017 11:39

    Liputanriau.com,PEKANBARU-Bank Riau Kepri (BRK) salurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperuntukkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.