Firza Husein Mogok Makan di Polda Metro Jaya

Rabu, 17 Mei 2017 17:45
Dibaca: 26 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Jakarta - Polisi masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Firza Husein, setelah perempuan itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi yang beredar melalui laman baladacintarizieq.com.

"Iya masih diperiksa (sebagai tersangka)," kata Pengacara Firza, Aziz Yanuar, Rabu (17/5/2017).

Pemeriksaan Firza dilakukan sejak dipanggil penyidik, Selasa (17/5). Bahkan, Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu harus bermalam di ruang pemeriksaan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

"(Firza tidur) di ruang pemeriksaan. Dia kini jatuh sakit, kolesterolnya kambuh. Tensi darahnya tinggi," terang Aziz.

Ia mengatakan, penyidik Polda Metro bahkan memanggil tim dokter untuk memeriksa kesehatan Firza.

Aziz menuturkan, Firza juga tidak mau makan selama menjalani pemeriksaan. Alasan Firza, karena merasa keberatan soal peningkatan statusnya sebagai tersangka.

"Tidak. Kecewa karena ketidakadilan hukum," kata Aziz.

Polisi telah menetapkan Firza Husein sebagai tersangka kasus penyebaran konten pornografi, setelah melakukan gelar perkara, Selasa kemarin. Penyidik telah mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menjerat Firza sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Firza dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 Juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 Juncto Pasal 34 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman pidana maksimal lima tahun penjara.

Polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan pemimpin FPI Muhammad Rizieq Shihab dalam kasus yang sama. Alasan polisi belum menetapkan Rizieq sebagai tersangka karena belum mengantongi dua alat bukti yang kuat.

Polisi hingga belum melakukan pemeriksaan terhadap Rizieq, lantaran yang bersangkutan berada di Arab Saudi. 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Suara.com

  BacaJuga
  • Anggota MUI Pertanyakan Aturan BIN Larang Pegawai Berjenggot

    Kamis, 18 Mei 2017 18:48

    Liputanriau.com, Jakarta - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mempertanyakan surat edaran Badan Intelijen Negara yang melarang pegawai memelihara jenggot, beramb

  • GNPF MUI: Aksi 5 Mei Jadi Penutup Aksi Bela Islam

    Jumat, 05 Mei 2017 20:33

    Liputanriau.com, Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menyatakan, aksi 5 Mei jadi penutup sejumlah aksi bela Islam yang sebelumnya telah dilakukan beberapa kali

  • Anaknya Menistakan Agama Islam, Sabar Manahan Minta Maaf kepada Seluruh Umat Muslim Dunia

    Kamis, 23 Mar 2017 23:21

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Melalui secarik surat, ayah dari Sonny Suasono Panggabean, bernama Sabar Manahan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ummat muslim di dunia terutama di Indonesia.P

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.