• Home
  • Nasional
  • Gadis di Malang Ganti Isi dan Lecehkan Pancasila

Gadis di Malang Ganti Isi dan Lecehkan Pancasila

Jumat, 26 Jan 2018 21:32
Dibaca: 138 kali
BAGIKAN:
Pancasila

Liputanriau.com, Malang - Unit Kerja Presiden (UKP) Pembinaan Ideologi Pancasila mengunjungi remaja yang melecehkan ideologi bangsa Indonesia, VAM (14 tahun) di Kantor Polres Malang, Jumat (26/1). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan Pancasila sesungguhnya tidak menakutkan bagi masyarakat, termasuk VAM.

"Kita ingin menunjukkan bahwa Pancasila itu menyejukkan dan mengayomi masyarakat," ujar Kepala Divisi Advokasi UKP Pembinaan Ideologi Pancasila, Profesor Haryono saat mengunjungi Polres Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (26/1).

Sebelumnya, VAM dilaporkan ke Polres Malang oleh Pemuda Pancasila karena dianggap sengaja mengubah isi Pancasila dengan kalimat tidak pantas. Kemudian kalimat itu diunggah ke media sosial, Facebook miliknya melalui akun Khenyott Dhellown.

Adapun isi status VAM, yakni "Hee rekk, pancasila saiki ono sing anyar: 1. Kenalan Disek 2. Pacaran 3. Sex 4. Meteng 5. Mbayi". Status ini berarti, "Hei teman, Pancasila sekarang ada yang baru: 1. Kenalan dulu 2. Pacaran 3. Seks 4. Hamil 5. Melahirkan".

Polisi sendiri memutuskan untuk tidak menahan VAM. Polisi justru mengambil sikap memberikan pembinaan pada gadis yang sudah putus sekolah tersebut. Atas keputusan ini, Haryono mengaku, sangat mengapresiasi sikap yang diambil Polres Malang, bahkan diharapkan bisa menjadi contoh untuk wilayah lain.

"Kasus ini memang tidak perlu ditindak secara represif, tapi dengan pendekatan persuasif dan edukatif," ujar Haryono.

Menurut Haryono, tindakan pembinaan terhadap VAM memang perlu dilakukan mengingat anak bersangkutan berasal dari keluarga //broken home//. Apalagi, dia melanjutkan, VAM saat ini tinggal dengan nenek dan kakeknya serta sudah tidak lagi sekolah.

Melihat kasus ini, Haryono sangat berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bisa menerima usulan darinya. Dalam hal ini agar pelajaran Pancasila menjadi wajib kembali di dunia pendidikan. Terlebih lagi, pendidikan Pancasila sudah diganti menjadi mata pelajaran PKN sejak masuk era reformasi.

"Dan kita juga perlu kerjasama dengan berbagai kementerian agar sosialisasi nilai Pancasila digalakkan lagi," tambah dia.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika

  BacaJuga
  • Anies Baswedan Gubernur Baru DKI Jakarta

    Jumat, 05 Mei 2017 20:36

    Liputanriau.com, Jakarta - KPUD DKI Jakarta resmi umumkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Hasil tersebut merupakan hasil rapat pleno

  • Pasar Cikpuan Masih Terbengkalai, DPRD Minta Pemprov Riau Bantu Pemko Pekanbaru

    Kamis, 27 Apr 2017 17:31

    PEKANBARU - Janji Pj Walikota Pekanbaru Edwar Sanger, akan menuntaskan persoalan kelanjutan pembangunan Pasar Cikpuan tak kunjung ditepati sampai saat ini. Tim yang dibentuknya untuk bekerja menyelesa

  • Real Count KPU: Anies-Sandi 57,52%, Ahok-Djarot 42,48%

    Kamis, 20 Apr 2017 19:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta masih terus melakukan penghitungan perolehan suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.Berdasarkan hasil scan formulir data C1 yang diri

  • Ketua KPU DKI Terbukti Melanggar Kode Etik

    Sabtu, 08 Apr 2017 06:31

    Liputanriau.com, Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, Sumarno terbukti melanggar kode etik. Sementara, Komisioner KPU DKI Dahliah Um

  • Program Masjid Bersinar PKPU HI Pekanbaru Semakin Luas

    Jumat, 31 Mar 2017 18:22

    LIPUTANRIAU.COM, PEKANBARU - Hal baik itu harus disebarkan sehingga meluas, seperti halnya bimbingan belajar "Mesjid Besinar". Dimulai Senin ini "Mesjid Bersinar" melebarkan sayapnya ke keluraha

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.