• Home
  • Nasional
  • Gerindra: Jokowi Boleh ke Kampus, Kenapa Prabowo Dilarang?

Gerindra: Jokowi Boleh ke Kampus, Kenapa Prabowo Dilarang?

Kamis, 11 Okt 2018 16:46
Dibaca: 104 kali
BAGIKAN:
Presiden Joko Widodo
Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir, dikritik lantaran pernyataannya melarang calon presiden dan calon wakil presiden datang ke berbagai kampus.

Di sisi lain, mantan rektor Universitas Diponegoro Semarang itu membolehkan Joko Widodo yang juga capres petahana datang ke kampus dengan alasan dalam kapasitas sebagai Presiden RI. Sedangkan Prabowo Subianto tetap dilarang karena itu politis.

"Pernyataan menristek dikti mengindikasikan keberpihakan politik. Sebab yang dilarang hanya Prabowo Subianto. Sedangkan Jokowi dibolehkan. Hal semacam ini tidak ada perlakuan yang adil," ucap Anggota Komisi X DPR Moh Nizar Zahro di Kompleks Parlemen, Jakarta Kamis (11/10).

Diketahui beberapa hari lalu Jokowi mengunjungi kampus Universitas Sumatera Utara (USU).

Nizar menilai karena sekarang sudah masuk masa-masa kampanye Pilpres, kedatangan capres yang berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin itu dinilai rawan disalahgunakan meskipun dalam kapasitas presiden.

"Pernyataan menteri yang menyebutkan Jokowi mengunjungi dalam kapasitasnya sebagai Presiden merupakan akal - akalan saja. Dalam masa kampanye saat ini rawan penyalahgunaan kewenangan," tegasnya.

Untuk asas keadilan bagi kedua pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019, ketua DPP Gerindra ini menilai larangan menjadikan kampus sebagai ajang aktivitas politik harus diberlakukan sama.

"Kalau yang satu dilarang ke kampus, larangannya harus sama. Kalau tidak, Jokowi akan selalu menggunakan jabatannya untuk ke kampus dengan dalih kunjungan presiden dan dibiayai oleh negara," tandasnya.
Editor: Bobby Satia

Sumber: JPNN

  BacaJuga
  • Bawaslu Bicara Soal Pelanggaran Kampanye Videotron Tim Jokowi

    Senin, 22 Okt 2018 20:31

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo menilai kasus dugaan pelanggaran kampanye videotron pasangan Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Calon Wakil Pres

  • Kejanggalan Klaim Saudi soal Pembunuhan Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi

    Senin, 22 Okt 2018 20:19

    Liputanriau.com - Pemerintah Arab Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat mereka di Istanbul, Turki. Namun klaim Saudi menyisakan banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Berbaga

  • Jokowi-Prabowo Masuk 500 Muslim Berpengaruh Dunia

    Sabtu, 20 Okt 2018 17:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Pusat Studi Strategis Islami Kerajaan Yordania memasukkan nama sejumlah tokoh Islam dari Indonesia ke dalam daftar 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia pada 2019. Pa

  • Timses Jokowi Minta Prabowo Ungkap Kepala Daerah yang Terancam

    Selasa, 16 Okt 2018 16:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin (TKN Jokowi - Ma'ruf) meminta kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno membocorkan nama kepala daerah yang  merasa

  • Rommy Yakin Jokowi-Ma'ruf Menang di Riau

    Minggu, 14 Okt 2018 23:33

    Liputanriau.com, Pekanbaru - Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy, yakin pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf menang di Riau Pada pemilu 2019 mendatang. Ia mengungkapkan walaupun pada 2014 lalu

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.