Heru Winarko Resmi Menjabat Kepala BNN

Kamis, 01 Mar 2018 15:53
Dibaca: 113 kali
BAGIKAN:
Inspektur Jenderal Heru Winarko berbicara kepada media usai dilantik sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3).

Liputanriau.com, Jakarta - Inspektur Jenderal Heru Winarko akhirnya menjadi sosok yang diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk duduk sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Budi Waseso (Buwas). Heru yang merupakan jebolan Korps Bhayangkara sebelumnya menjabat deputi penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penggangkatan ini berdasarkan surat keputusan presiden No 14/M/2018 tentang Pergantian dan Pengangkatan Kepala Badan Narkotika Nasional. "Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat pada UUD 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada negara," ujar Heru ketika mengikuti sumpah jabatan di Istana Negara, Kamis (1/3).

Dalam sumpah jabatan ini ju, dia berjanji akan menjunjung etika jabatan bekerja sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Sebelum ikut serta melaksanakan sumpah jabatan, mantan Kepala Badan Narkotika Budi Waseso mengatakan, pemilihan Heru Winarko sudah menjadi keputusan mutlak dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Menurut Buwas, Heru terpilih karena dia dianggap memiliki kriteria paling baik dari sejumlah nama yang diajukan. "," kata Buwas di Istana Negara, Kamis (1/3).

Buwas mengatakan, untuk menghadapi persoalan peredaran narkotika di Indonesia memang dibutuhkan sosok yang memiliki integritas dengan mental bagus dan profesional tinggi. Itu menjadi hal mutlak yang harus dimiliki kepala BNN.

Meski Heru bukanlah orang yang berasal dari internal BNN, Buwas menyebut bahwa latar belakang tak jadi persoalan penting. Sebab ketika dirinya diminta menjadi Kepala BNN pun jabatannya dulu adalah Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri.

Buwas menuturkan, dalam persyaratan untuk menjadi kepala BNN memang diminta sebelumnya berkomitmen atau turut serta dalam penindakan narkotika dalam dua tahun. Meski demikian syarat ini pun sebelumnya tidam dipenuhi Buwas.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika

  BacaJuga
  • PA 212 Curiga SP3 Rizieq Hasil Barter dengan Kasus Sukmawati

    Selasa, 19 Jun 2018 14:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shih

  • Alasan Polisi Terbitkan SP3 untuk Rizieq Shihab

    Senin, 18 Jun 2018 12:00

    Liputanriau.com, Jakarta - Polisi membenarkan telah menerbitkan surat penghentian penyidikan kasus (SP3) untuk Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal menerang

  • Alasan Prabowo Tak Mungkin Gandeng Rizieq

    Selasa, 05 Jun 2018 16:05

    Liuputanriau.com Jakarta - Pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mekah memunc

  • PAN: Amien Rais, Prabowo, Rizieq Sepakat Bersatu untuk 2019

    Minggu, 03 Jun 2018 00:56

    Liputanriau.com, Mekah - Pertemuan antara Habib Rizieq Syihab dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Mekah selesai. Ketiganya bersepakat bersat

  • Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Rizieq Shihab

    Jumat, 04 Mei 2018 17:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas kasus penodaan lambang negara atau Pancasila yang melibatkan Habib Rizieq Shihab di wilayah hukum

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.