ICMI: Ajakan Pilih Pemimpin Muslim Bukan SARA

Senin, 17 Apr 2017 09:25
Dibaca: 110 kali
BAGIKAN:
Ilustrasi
JAKARTA - Soal memilih pemimpin Muslim, itu bukanlah SARA ataupun radikal, demikian ungkap Dewan Pakar ICMI Anton Tabah Digdoyo mengingatkan, karena hal tersebut termasuk perintah Allah dalam kitab suci Alquran.

"Semua yang ada di kitab suci itu bukan SARA bukan radikal bahkan itu pelaksanaan Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Anton dalam kajian di Sanggar Alquran Jakarta Pusat kemarin yang dihadiri ribuan umat dan pimpinan sanggar KH Antono Nurhadi, dilansir Republika, Ahad (16/4/2017).

Ajakan memilih pemimpin seiman ditegaskan juga oleh UUD 1945 pasal 29 (1) yang ditafsirkan "NKRI berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa."

Menurut Wakil Ketua Komisi Hukum MUI tersebut, Al-Quran sudah sangat komplit dan detil. Jangankan masalah kepemimpinan, masalah bersin pun ada dalam Kitab umat Islam.

"Firman Allah sangat tegas, siapa yang menganggap Nabi Isa/yesus anak Tuhan, itu kafir. Yesus Tuhan juga kafir, mempercayai trinitas juga kafir, itu ada di Alquran surat Al Maidah ayat 72, 73 dan 75," ujarnya.

Karena itu, lanjut Anton, bukan umat Islam yang mengkafirkan, tapi Kitab Alquran dan itu bukan SARA dan radikal. Bahkan tokoh kristen Kwik Kian Gie secara tegas menyatakan umat Islam yang mengajak berikrar memililh pemimpin harus sesama Muslim itu bukan SARA, bahkan itulah praktek dari Pancasila dan UUD 45.

"Karena itu Polri tak punya alasan lakukan upaya paksa pada tokoh-toloh Muslim yang melarang umatnya memilih pemimpin kafir," katanya.
  BacaJuga
  • Dokter Bimanesh Ditahan, Fredrich Dijemput Paksa

    Sabtu, 13 Jan 2018 01:55

    Liputanriau.com, Jakarta - Setelah memeriksa selama 10 jam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bimanesh Sutarjo, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau dalam kasus menghalangi proses penyidik

  • Setya Novanto dan Istri Diperiksa, KPK Cari Tersangka Lain

    Rabu, 10 Jan 2018 19:50

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan pemeriksaan terhadap Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani Tagor dilakukan untuk pengembangan penanganan kasu

  • Dokter RS Medika Permata Hijau Dikabarkan Jadi Tersangka di KPK

    Rabu, 10 Jan 2018 19:46

    Liputanriau.com, Jakarta - Selain menetapkan status tersangka pada pengacara Fredrich Yunadi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menetapkan status tersangka pada dokter Rumah Sakit (RS) Medika Pe

  • KPK Periksa Marzuki Alie

    Senin, 08 Jan 2018 16:02

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Ketua DPR RI 2009-2014 Marzuki Alie dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk

  • Hakim Tolak Eksepsi Setya Novanto

    Kamis, 04 Jan 2018 13:49

    Liputanriau.com, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto.Ha

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.