Indonesia Akan Batasi Hukuman Mati

Rabu, 11 Okt 2017 19:28
Dibaca: 105 kali
BAGIKAN:
Indonesia akan batasi hukuman mati

Liputanriau.com, Jakarta - Sejak awal, hukuman mati menjadi noktah hitam dalam pemerintahan Joko Widodo. Namun kini Istana Negara siap mengkaji ulang kebijakan tersebut. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly, mengakui pihaknya sedang mencari "win-win solution."

"Kemenkumham mengambil posisi di tengah saja, karena ada dua arus pikiran berbeda," mengenai hukuman mati, katanya kepada media di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/10).

Vonis dan eksekusi mati naik

Koalisi pegiat Hak Azasi Manusia mencatat, penerapan hukuman dan eksekusi mati meningkat di era Joko Widodo. Institute Criminal for Justice Reform (ICJR) mencatat antara Januari dan Juni 2016 terdapat 26 kasus hukum yang melibatkan dakwaan mati, 17 di antaranya berujung pada putusan hukuman mati.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 45 dakwaan dan 33 putusan hukuman mati antara Juli 2016 hingga September 2017.

Penggunaan hukuman mati dinilai kontroversial karena sifatnya yang tidak bisa dikoreksi. Kejaksaan Agung baru-baru ini mendapat kritik pedas setelah mengeksekusi mati terpidana narkoba Humprey Ejike Jefferson Juli 2016, kendati yang bersangkutan masih mengajukan grasi kepada Presiden Joko Widodo.

Solusi bagi terpidana mati

Yasonna H Laoly mengaku sampai saat ini pihaknya masih mencari solusi untuk memberikan hukuman bagi para terpidana. Salah satu jalan tengah yang ia usulkan adalah memberikan keringanan bersyarat kepada terpidana mati. Jika yang bersangkutan berkelakuan baik, vonis hukuman mati bisa dicabut kembali.

Dengan begitu hukuman mati hanya menjadi alternatif, bukan putusan absolut. "Itu jalan keluar yang mau diambil," pungkasnya.

Yasonna menegaskan gagasan tersebut sudah termaktub dalam Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana yang sedang dibahas. "Pengesahan RUU hukum pidana yang baru sudah dekat," ujarnya.

Editor: Bobby Satia

Sumber: dw.com

  BacaJuga
  • Fahri Hamzah Prediksi Ada Capres Baru Selain Jokowi dan Prabowo

    Selasa, 30 Jan 2018 23:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini akan ada calon presiden baru di luar Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Calon itulah yang ia dukung dan akan menang di Pilpres 2019 mend

  • Ratusan Purnawirawan TNI-Polri Deklarasi Dukungan untuk Prabowo Jadi Capres

    Sabtu, 27 Jan 2018 17:08

    Liputanriau.com, Jember - Di Kabupaten Jember, Sabtu (27/1/2018), ratusan purnawirawan TNI dan Polri mendeklarasikan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presi

  • LSI: PDIP, Golkar dan Gerindra Partai Papan Atas Pilpres 2019

    Kamis, 25 Jan 2018 13:08

    Liputanriau.com, Jakarta - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memperkirakan tiga partai akan memimpin Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres). Tiga partai itu adalah Partai Demokrasi Indonesia Pe

  • Menanti Langkah Prabowo Subianto Menuju Pilpres 2019

    Sabtu, 30 Des 2017 15:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kemungkinan besar bakal kembali mengusung Prabowo Subianto di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.Prabowo yang menjadi tokoh sentral d

  • Kriteria Gerindra untuk Cawapres Prabowo

    Rabu, 01 Nov 2017 18:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Tahun politik sudah makin dekat. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengungkapkan kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang diinginkan Gerindra untuk mendampingi Prabow

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.