• Home
  • Nasional
  • Ini Hasil Pertemuan Jokowi dengan Presiden Sri Lanka

Ini Hasil Pertemuan Jokowi dengan Presiden Sri Lanka

Rabu, 08 Mar 2017 15:22
Dibaca: 134 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena di Istana Merdeka, Jakarta. Ada beberapa kesepakatan yang dicapai keduanya.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, ada dua kesepakatan utama yang dicapai dalam pertemuan tersebut. "Tapi dari dua itu nanti bisa diturunkan ke beberapa sub," kata Retno saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Pertama, kerjasama di bidang ekonomi. Retno mengatakan, Sri Lanka merupakan salah satu pasar yang potensial bagi Indonesia, namun banyak yang belum disentuh.

"Ini kan Sri Lanka merupakan salah satu pasar yang belum secara optimal kita garap. Kalau dilihat dari nilai perdagangan kita dengan mereka, maka jumlahnya sudah cukup lumayan untuk negara dengan penduduk 21 juta," katanya.

"Ada perbedaan angka yang ada di kita dengan dia. Di kita nilainya itu lebih dari sekitar Rp 300 juta. Kita memang menikmati surplus yang cukup banyak dari Sri Lanka. Surplus kita itu lebih dari 71 persen dari total perdagangan. Namun, kita masih melihat bahwa masih banyak space yang masih bisa kita gunakan untuk meningkatkan perdagangan kita. Nah, selama ini perdagangan kita banyak sekali terkait komoditi dan kita ingin meningkatkan untuk produk manufaktur," jelas Retno.

Untuk itu, kata Retno, Indonesia ingin meningkatkan kerja sama dengan Sri Lanka terutama dalam hal perdagangan.

"Maka salah satu isu yang selalu muncul itu adalah isu soal tarif dan non tarif. Kalau tarif itu kan jelas ada persentasenya. Oleh karena itu kita melihat ada baiknya dua negara mulai duduk untuk bicara mengenai masalah tarif. Oleh karena itu, tadi yang dibahas itu pereverential trade agreement," kata Retno.

Retno menjelaskan, dalam pertemuan bilateral itu juga para menteri dari Indonesia ikut bicara. Di antaranya dia sebagai Menteri Luar Negeri, Menko Perekonomian Darmin Nasuiton dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Dan Presiden tadi sudah memberikan arahan bahwa mungkin kalau tidak April atau Mei, Menko Ekonomi atau saya diminta masuk ke Sri Lanka dan juga ke Bangladesh," kata Retno.

"Jadi Asia Selatan dan Asia Tengah itu juga salah satu pasar yang akan kami coba optimalkan," tambahnya.

Selain itu, kata Retno, Indonesia menilai pasar untuk ekspor mobil ke Sri Lanka juga menggiurkan. Bidang pariwisata juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Indonesia.

"Kami juga melihat mereka sedang mencoba membangun pariwisata. Mengembangkan pariwisata kan berarti membangun hotel, memerlukan furniture, memerlukan macam-macam. Nah itu kita sampaikan, kita siap menjadi partner sehingga dalam satu bahasa yang bulat, kita mengatakan bahwa Indonesia menjadi mitra bagi pembangunan ekonomi Sri Lanka," kata Retno.

"Bulatnya seperti itu. Turunannya akan ada banyak sekali, termasuk masalah yang terkait 'perikanan'," tambahnya.

Retno juga menjelaskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Sri Lanka. Ada dua kerja sama yang akan dijalin antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Sri Lanka.

"Satu adalah komunike yang fokus kepada pemberantasan IUU Fishing, sementara kerja sama yang satunya lagi adalah pengembangan kerja sama yang lebih luas. Ada kapasitasnya, ada informasinya, ada manajemennya dan sebaginya," jelas Retno.

"On top of that, semalam ada kerja sama antara Smesco dengan partnernya yang sama untuk mengembangkan industri tradisional berbasis SMEs. Jadi itu merupakan satu turunan dari kata-kata tadi, Indonesia siap menjadi mitra pembangunan ekonomi Sri Lanka," tambah Retno.

Kesepakatan kedua, lanjut Retno yakni kerja sama bidang demokrasi. Salah satunya soal rekonsiliasi.

"Karena dalam dua tahun ini, terjadi peningkatan kerja sama di bidang demokratisasi. Antara lain melalui KPU. Ada kerja sama antara KPU kita dengan KPU Sri Lanka dan 2015 kalau tidak salah kita menjadi tuan rumah pertemuan KPU2 yang ada di Asia. Waktu itu di Bali. Sri Lanka waktu itu mengirimkan delegasi yang cukup kuat dan sejak saat itu kerja sama kita untuk bidang demokratisasi itu berjalan dengan sangat baik," jelas Retno.

Rekonsiliasi yang dimaksud yakni, Sri Lanka juga mengalami persoalan yang hampir sama dengan yang terjadi di Aceh.

"Kita sudah bisa menyelesaikan, mereka sedang dalam proses untuk rekonsilisasi sehingga banyak hal yang mereka bisa atau kita bisa sharing pengalaman kita bagaimana bisa kita mencapai perdamaian di Aceh misalnya," terang Retno. (detikcom)
  BacaJuga
  • Aksi Bela Palestina, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Sementara

    Minggu, 10 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Jalan Medan Merdeka Selatan di Jakarta Pusat ditutup untuk sementara waktu karena aksi bela Palestina yang dilakukan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di depan Kedu

  • Hasil Pertemuan Menlu Retno dengan Dubes AS terkait Yerusalem

    Jumat, 08 Des 2017 15:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Joseph Donovan untuk membahas mengenai penetapan Y

  • Kecam Trump, Menteri Retno Pakai 'Kefiyyeh' Khas Palestina

    Kamis, 07 Des 2017 17:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memakai selendang khas Palestina "keffiyeh", saat menghadiri dan berpidato di "Bali Democracy Forum" (BDF) Ke-10, Kamis (7/12/

  • Alquran Kuno Ditemukan di Masjid Umar Bin Khattab Palestina

    Selasa, 05 Des 2017 15:24

    Liputanriau.com, Palestina - Tiga Alquran yang dicetak di Percetakan Utsmaniyah pada masa Sultan Abdulhamid II ditemukan di sebuah masjid di Palestina.Muazin Masjid Umar Bin Khattab, Said Azim, menemu

  • Menlu Temui Dubes Amerika Perihal Status Jerusalem

    Selasa, 05 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah menemui Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R Donovan perihal rencana Presiden AS Donald Trump yang akan mengubah status kot

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.