• Home
  • Nasional
  • Ini Hasil Pertemuan Jokowi dengan Presiden Sri Lanka

Ini Hasil Pertemuan Jokowi dengan Presiden Sri Lanka

Rabu, 08 Mar 2017 15:22
Dibaca: 117 kali
BAGIKAN:
LIPUTANRIAU.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena di Istana Merdeka, Jakarta. Ada beberapa kesepakatan yang dicapai keduanya.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, ada dua kesepakatan utama yang dicapai dalam pertemuan tersebut. "Tapi dari dua itu nanti bisa diturunkan ke beberapa sub," kata Retno saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Pertama, kerjasama di bidang ekonomi. Retno mengatakan, Sri Lanka merupakan salah satu pasar yang potensial bagi Indonesia, namun banyak yang belum disentuh.

"Ini kan Sri Lanka merupakan salah satu pasar yang belum secara optimal kita garap. Kalau dilihat dari nilai perdagangan kita dengan mereka, maka jumlahnya sudah cukup lumayan untuk negara dengan penduduk 21 juta," katanya.

"Ada perbedaan angka yang ada di kita dengan dia. Di kita nilainya itu lebih dari sekitar Rp 300 juta. Kita memang menikmati surplus yang cukup banyak dari Sri Lanka. Surplus kita itu lebih dari 71 persen dari total perdagangan. Namun, kita masih melihat bahwa masih banyak space yang masih bisa kita gunakan untuk meningkatkan perdagangan kita. Nah, selama ini perdagangan kita banyak sekali terkait komoditi dan kita ingin meningkatkan untuk produk manufaktur," jelas Retno.

Untuk itu, kata Retno, Indonesia ingin meningkatkan kerja sama dengan Sri Lanka terutama dalam hal perdagangan.

"Maka salah satu isu yang selalu muncul itu adalah isu soal tarif dan non tarif. Kalau tarif itu kan jelas ada persentasenya. Oleh karena itu kita melihat ada baiknya dua negara mulai duduk untuk bicara mengenai masalah tarif. Oleh karena itu, tadi yang dibahas itu pereverential trade agreement," kata Retno.

Retno menjelaskan, dalam pertemuan bilateral itu juga para menteri dari Indonesia ikut bicara. Di antaranya dia sebagai Menteri Luar Negeri, Menko Perekonomian Darmin Nasuiton dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Dan Presiden tadi sudah memberikan arahan bahwa mungkin kalau tidak April atau Mei, Menko Ekonomi atau saya diminta masuk ke Sri Lanka dan juga ke Bangladesh," kata Retno.

"Jadi Asia Selatan dan Asia Tengah itu juga salah satu pasar yang akan kami coba optimalkan," tambahnya.

Selain itu, kata Retno, Indonesia menilai pasar untuk ekspor mobil ke Sri Lanka juga menggiurkan. Bidang pariwisata juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Indonesia.

"Kami juga melihat mereka sedang mencoba membangun pariwisata. Mengembangkan pariwisata kan berarti membangun hotel, memerlukan furniture, memerlukan macam-macam. Nah itu kita sampaikan, kita siap menjadi partner sehingga dalam satu bahasa yang bulat, kita mengatakan bahwa Indonesia menjadi mitra bagi pembangunan ekonomi Sri Lanka," kata Retno.

"Bulatnya seperti itu. Turunannya akan ada banyak sekali, termasuk masalah yang terkait 'perikanan'," tambahnya.

Retno juga menjelaskan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Sri Lanka. Ada dua kerja sama yang akan dijalin antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Sri Lanka.

"Satu adalah komunike yang fokus kepada pemberantasan IUU Fishing, sementara kerja sama yang satunya lagi adalah pengembangan kerja sama yang lebih luas. Ada kapasitasnya, ada informasinya, ada manajemennya dan sebaginya," jelas Retno.

"On top of that, semalam ada kerja sama antara Smesco dengan partnernya yang sama untuk mengembangkan industri tradisional berbasis SMEs. Jadi itu merupakan satu turunan dari kata-kata tadi, Indonesia siap menjadi mitra pembangunan ekonomi Sri Lanka," tambah Retno.

Kesepakatan kedua, lanjut Retno yakni kerja sama bidang demokrasi. Salah satunya soal rekonsiliasi.

"Karena dalam dua tahun ini, terjadi peningkatan kerja sama di bidang demokratisasi. Antara lain melalui KPU. Ada kerja sama antara KPU kita dengan KPU Sri Lanka dan 2015 kalau tidak salah kita menjadi tuan rumah pertemuan KPU2 yang ada di Asia. Waktu itu di Bali. Sri Lanka waktu itu mengirimkan delegasi yang cukup kuat dan sejak saat itu kerja sama kita untuk bidang demokratisasi itu berjalan dengan sangat baik," jelas Retno.

Rekonsiliasi yang dimaksud yakni, Sri Lanka juga mengalami persoalan yang hampir sama dengan yang terjadi di Aceh.

"Kita sudah bisa menyelesaikan, mereka sedang dalam proses untuk rekonsilisasi sehingga banyak hal yang mereka bisa atau kita bisa sharing pengalaman kita bagaimana bisa kita mencapai perdamaian di Aceh misalnya," terang Retno. (detikcom)
  BacaJuga
  • Ahmad Dhani Dapat Tugas Khusus Bantu Prabowo Jadi Presiden 2019

    Kamis, 19 Okt 2017 00:24

    Liputanriau.com, Jakarta - Resmi menjadi kader Partai Gerindra, musikus Ahmad Dhani akan diberikan tempat strategis di kepengurusan pusat organisasi. "Saya pikir itu berita bagus untuk ditulis me

  • Survei Indikator: "Head to Head", Jokowi 58,9 Persen, Prabowo 31,3 Persen

    Rabu, 11 Okt 2017 19:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo masih menjadi calon terkuat untuk bertarung dalam pemilu 2019 mendatang.Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada

  • Rhoma Irama Siap Tantang Jokowi di Pilpres 2019

    Rabu, 09 Agu 2017 14:09

    Liputanriau.com, Jakarta - Banyak partai politik mulai mendeklarasikan Joko Widodo sebagai calon Presiden pada Pemilu 2019 mendatang. Partai yang telah mendeklarasikan di antaranya, Golkar, PPP, Hanur

  • Perindo Akan Dukung Jokowi

    Rabu, 02 Agu 2017 15:45

    Liputanriau.com, Jakarta - Partai Perindo mewacanakan memberikan dukungan kepada Joko Widodo sebagai calon presiden (Capres) 2019. Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan dukungan ke

  • Membaca Peluang Duet Jokowi-Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019

    Sabtu, 22 Jul 2017 14:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Setelah UU Pemilu diketok palu, Partai NasDem mewacanakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, yang akan pensiun pada Maret 2018 akan mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.