Ini Sosok Johannes Marliem, Saksi Kunci e-KTP

Sabtu, 12 Agu 2017 12:34
Dibaca: 46 kali
BAGIKAN:
Kontan
Saksi kunci e-KTP Johannes Marliem bunuh diri.

Liputanriau.com - Kasus korupsi KTP elektronik atau e-KTP boleh jadi kian buram. Pasalnya, saksi kunci kasus korupsi e-KTP yakni Johannes Marliem tewas di Los Angeles pada Kamis (10/8) kemarin. 

Siapa sebenarnya Johannes Marliem? Di dunia maya, tak banyak jejak yang ditinggalkan oleh Johannes Marliem. Kendati begitu, pria asal Indonesia yang berusia 33 tahun ini pernah disebut-sebut dalam kisaran para elit dunia. 

Nama Johannes Marliem bahkan pernah dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Mengutip www.startribune.com, Johannes Marliem merupakan penyumbang dana terbesar Obama dari Minnesota.

Tak tanggung-tanggung, Johannes Marliem menyumbang donasi US$ 225.000 atau setara Rp 2,92 miliar (US$ = Rp 13.000). Jumlah ini terbilang fantastis sebab hanya terpaut sedikit dari sumbangan sederet perusahaan raksasa AS. Contoh, ExxonMobil menyumbang US$ 25.000 lebih tinggi atau sebesar US$ 250.000. 

Data menunjukkan, Johannes Marliem menyumbang Obama dalam dua tahap. Pertama, US$ 100.000 dan selanjutnya US$ 125.000. Dana ini digelontorkan pada hajatan pelantikan (inagurasi) Obama yang meraih jabatan presiden ke 2 kali di Januari 2012. 

Tak hanya Obama, harta Johannes Marliem mengalir ke sejumlah elit politik di AS. Data Watchdog Minnesota Bureau menunjukkan, pada September 2013, Johannes Marliem mendonasikan US$ 25.000 ke partai Minnesota Democratic-Farmer-Labor. 

Kemudian di Desember 2013, Johannes Marliem menggelontorkan dana US$ 25.000 ke WIN Minnesota. Ini merupakan organisasi penggalangan dana untuk para kandidat dan petinggi Partai Demokrat. Masih di tahun yang sama, pada malam Natal 2013, Johannes Marliem menyumbang US$ 25.000 ke Partai DFL.

Tak cuma itu, sang istri yakni Mai Chie Thor pun turut membenamkan duit di panggung politik. Thor yang tercatat sebagai ibu rumah tangga di data Federal Election Commission pernah menyumbang US$ 100.000 untuk Obama Victory Fund 2012. 

Darimana Johannes Marliem meraih uang dan mampu menyumbang Obama? Dari penelusuran , Johannes Marliem merupakan CEO dan Pendiri Marliem Marketing Group yang berbasis di Minneapolis. 

Mengutip www.marliem.com, Johannes Marliem mendirikan Marliem Consulting dengan ambisi untuk menghubungkan antara teknologi, kebutuhan pemerintah, bisnis dan konsumen. Bizjournals menyebut, Marliem Marketing Group merupakan konsultan yang membantu perusahaan AS untuk menjual produk di Indonesia.

Marliem Consulting menyasar proyek pemerintah lewat produk sistem identifikasi biometrik. Johannes Marliem mengembangkan bisnisnya dibantu empat kolega.

Yakni, Thomas Anderson sebagai Senior Advisor Marliem Consulting. Thomas merupakan mantan pengacara yang handal di bidang imigrasi dan litigasi sipil. 

Ada pula Keith Dotseth, konsultan hubungan pemerintah dan litigasi yang pernah menangani krisis peristiwa 9/11 World Trade Center. Kemudian, Donald McFarland ada di posisi Direktur PR Marliem Consulting yang pernah terlibat dalam proyek kampanye LGBT Clinton-Gore. Terakhir, ada Darikka Scollard sebagai Digital Director yang pernah menjadi tim sukses kampanye Presiden Obama. 

Yang jelas, sebelum tersangkut kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem pernah tersandung kasus hukum di AS. Pada April 2008, perusahaan Coon Rapids menggugat Johannes Marliem digugat karena tak membayar utang. 

Pada Agustus 2008, Johannes Marliem dituntut atas tuduhan penipuan senilai US$ 11.768 karena memberikan cek palsu. Di Juli 2009, Johannes Marliem resmi menjadi tahanan rumah di Maplewood, Minnesota yang tercatat atas nama istrinya.

Kemudian, pada 25 Januari 2010, Johannes Marliem mengaku bersalah atas tuduhan pencurian dan penipuan dan dinyatakan bersalah.

Tak disangka, dua tahun kemudian nasib Johannes Marliem berubah total. Dia dan istrinya tercatat membeli sebuah rumah mewah seharga US$ 2 juta di  Lake Minnetonka. Sejak saat itulah, nama Johannes Marliem masuk pusaran politik AS hingga terseret kasus korupsi e-KTP. 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kontan.co.id

  BacaJuga
  • Gayus Tambunan dan Nazaruddin Dapat Remisi

    Kamis, 17 Agu 2017 19:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan remisi kepada narapidana kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang Bogor, Muhammad Nazaruddin, dan narapidana kasus pajak Gayus

  • 92.816 Narapidana Diberi Remisi, Kenapa Ahok Tidak?

    Kamis, 17 Agu 2017 13:09

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mendapatkan remisi tahanan pada perayaan HUT RI yang ke 72 karena dinilai belum memenuhi persyaratan yang diatur

  • JK: Pemindahan Ibu Kota Butuh 10 Tahun Lebih

    Jumat, 07 Jul 2017 16:14

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, pemindahan ibukota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan membutuhkan waktu persiapan sekitar lebih dari 10 tahun. Karena

  • JK Sebut Pemilu 2019 Bisa Jadi yang Terumit di Dunia

    Rabu, 24 Mei 2017 13:48

    Liputanriau.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kemendagri dan DPR masih mencari formula untuk merumuskan Revisi Undang-Undang (UU) Pemilu. Hal ini tentu akan berdampak pada Pemilu Legislatif dan Presid

  • May Day, Pesan Jusuf Kalla di Hari Buruh 2017

    Senin, 01 Mei 2017 12:59

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK memberikan ucapan selamat kepada buruh yang memperingati May Day pada Senin 1 Mei. Dia juga berpesan kepada masyarakat agar menghormati pa

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.