• Home
  • Nasional
  • Irman Akui Ada Aliran Dana e-KTP ke eks Mendagri

Irman Akui Ada Aliran Dana e-KTP ke eks Mendagri

Rabu, 12 Jul 2017 15:53
Dibaca: 79 kali
BAGIKAN:
Antara
Irman akui ada aliran dana e-KTP ke eks Mendagri.

Liputanriau.com, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Irman menjelaskan aliran duit proyek yang selama ini ia terima. Hal ini diungkapkan dalam sidang dengan agenda pledoi, lantaran sebelumnya jaksa menuntut Irman mengembalikan uang senilai US$ 273.700, Rp 2.248.750.000 serta Sin.$ 6.000. Totalnya setara Rp 5,5 miliar.

Irman menjelaskan, ia hanya mendapat uang dalam dua kali kesempatan. Uang itu diberikan oleh bawahannya, Sugiharto, yang berasal dari Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Uang yang pernah saya terima adalah sebagai berikut, dari Andi Agustinus sejumlah US$ 300.000 telah disetor ke rekening penampungan KPK. Kedua, dari terdakwa Sugiharto US$ 200.000 yang dipakai untuk penalangan tim supervisi dan dikelola Suciati," kata mantan Dirjen Dukcapil ini di depan majelis hakim Pemgadilan Tipikor Jakarta, Rabu (12/7).

Sebagian dari uang US$ 200.000 dipakai untuk diserahkan lagi kepada mantan Sekjen DPR RI Diah Anggraini dan mantan Mendagri Gamawan Fauzi sebanyak Rp 1,3 miliar. Kemudian, sisanya US$ 73.300 dan Sin.$ 6.000 dipakai untuk membiayai kegiatan operasional tim supervisi. Kemudian, masih ada sisa uang Rp 50 juta yang ia pakai untuk keperluan pribadi. Namun, uang tersebut telah dititipkan di rekening penampungan KPK.

Pada kasus ini, Irman dituntut pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan.

Jaksa KPK menilai, Irman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi dan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kontan.co.id

  BacaJuga
  • TNI Sita Rp 7,3 M Milik WW Diduga Hasil Korupsi Heli AW 101

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen Dodik Wijanarko menyampaikan, pihaknya menyita uang senilai Rp 7,3 miliar dari tersangka WW terkait kasus dugaan korupsi pe

  • 4 Anggota TNI Tersangka Korupsi Heli AW 101, Ada Kolonel FTS

    Sabtu, 17 Jun 2017 14:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Sudah 4 anggota TNI menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan helikopter angkut AgustaWestland AW 101 di TNI Angkutan Udara pada periode 2016 - 2017. Pusat Polisi Mili

  • TNI akan Kerahkan Pesawat Pengintai dan Tambah Kapal Patroli di Maluku Utara

    Kamis, 08 Jun 2017 16:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan mengerahkan pesawat pengintai yang beroperasi di Maluku Utara (Malut), guna mengantisipasi terjadinya ancaman terorisme yang masuk

  • Kalahkan Australia Hingga AS, Prajurit TNI Juara Umum di Lomba Tembak

    Senin, 29 Mei 2017 13:06

    Liputanriau.com, Jakarta - Penembak TNI AD kembali menjadi juara umum pada Lomba Tembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2017.  Kontingen TNI AD yang dipimpin Letkol Inf  Jos

  • Galaknya Panglima TNI Habisi Komplotan Jenderal Korup

    Sabtu, 27 Mei 2017 13:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bertekad membersihkan korupsi di tubuh TNI. Permainan dalam pengadaan dan pembelian alutsista yang dikenal sebagai 'lahan basah�

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.