• Home
  • Nasional
  • Istana Jelaskan Soal Menteri Nyaleg Harus Mundur

Istana Jelaskan Soal Menteri Nyaleg Harus Mundur

Rabu, 11 Jul 2018 20:25
Dibaca: 96 kali
BAGIKAN:
Jubir Presiden Johan Budi

Liputanriau.com, Jakarta - Pihak Istana memilih tak banyak berkomentar soal wacana menteri yang ingin menjadi caleg, mundur dari jabatannya. Juru bicara presiden Johan Budi menuturkan berdasarkan UU yang berlaku, menteri yang maju pileg hanya diwajibkan mengambil cuti kampanye, bukan mundur.

"(Mundur) Itu kan saran, tetapi tentu presiden yang pertama (dilihat) undang-undang seperti apa dulu," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/7).

"Ya harus mengacu pada undang-undang, kan tidak dilarang sebenernya," tambahnya. UU Pemilu mengatur tak ada keharusan menteri jadi caleg mengundurkan diri. Cukup mengajukan cuti saat tahapan kampanye Pileg.

Johan mengungkapkan hingga hari ini belum ada menteri yang menyatakan akan nyaleg. Artinya, belum ada juga menteri yang mengajukan cuti kepada Jokowi untuk mengikuti pencalonan legislatif tersebut.

"Sampai hari ini belum ada satu pun menteri kabinet kerja yang mengajukan atau menyampaikan soal mundur atau maju pileg," ungkapnya.

Gagasan tersebut awalnya dilontarkan oleh Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet). Menurutnya, jika menteri yang maju pileg hanya mengambil cuti, hal tersebut dikhawatirkan akan berbenturan dnegan nilai moral politik.

"Soal menteri nyaleg, yang mau nyaleg, walaupun presiden memberikan lampu hijau dan cuti, berbenturan pada moralitas para menteri," kata Bamsoet di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (11/7).

Meski mendapat izin dari Jokowi, Bamsoet mengatakan menteri-menteri dari Golkar seperti Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tak akan ikut Pileg 2019. Ia memastikan keduanya tetap bekerja di kabinet pemerintahan Jokowi.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • Mayoritas Pengurus DPP Demokrat Pilih Prabowo Dibanding Jokowi

    Senin, 23 Jul 2018 17:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Mayoritas pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat lebih memilih mendukung Prabowo Subianto ketimbang Joko Widodo dalam Pilpres 2019.Hal ini diketahui dari voting yang dila

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.