• Home
  • Nasional
  • Jasa 4 Tokoh yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Jasa 4 Tokoh yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Kamis, 09 Nov 2017 18:54
Dibaca: 74 kali
BAGIKAN:
Jokowi secara resmi memberikan gelar pahlawan nasional terhadap empat figur sejarah

Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi secara resmi memberikan gelar pahlawan nasional terhadap empat figur sejarah hari ini, Kamis, 9 November 2017. Mereka adalah Almarhum Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Laksamana Malahayati, Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Lafran Pane.

Sebagaimana dikatakan oleh Menteri Sosial Khofifah sebelumnya, keempat nama tersebut dipilih berdasarkan jasa dan tindakan kepahlawanan mereka. Dengan kata lain, mereka yang tak terlibat di medan perang namun berjasa di bidang pergerakan berhak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional juga.

"Jadi, penyandang gelar Pahlawan Nasional bukan hanya mereka yang berjasa di medan perang saja, tetapi mereka yang juga berjasa di bidang lain yang gaung dan manfaatnya dirasakan secara nasional," ujar Khofifah.

TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, mendapatkan gelar Pahlawan Nasional karena mendirikan organisasi Islam Nahdatul Wathan. Organisasi itu merupakan organisasi Islam terbesar di Lombok yang memberikan perhatian kepada pendidikan dan agama.

Selanjutnya, Laksamana Malahayati yang berasal dari Aceh, mendapatkan gelar Pahlawan Nasional karena jasanya di medan perang. Ia pernah memimpin armada laut Indonesia berperang melawan Belanda dan berhasil menewaskan Cornelis De Houtman di tahun 1559. Selain itu, di tahun 1606, ia bersama Darmawangsa Tun Pangkat (Sultan Iskandar Muda) berhasil mengalahkan armada laut Portugis.

Hal sama berlaku untuk Sultan Mahmud Riayat Syah yang berasal dari Kepulauan Riau. Seperti Malahayati, ia berjasa di medan perang. Pada rentang tahun 1782 hingga 1784, Sultan Mahmud berhasil mengalahkan Belanda yang ingin menanamkan pengaruhnya di Riau dalam Perang Riau I. Kapal Komando Belanda Malaka's Walvaren berhasil diledakkannya.

Ditahun 1784, Sultan Mahmud juga masih memimpin perang melawan Belanda yang dipimpin Pieter Jacob van Braam di Tanjung Pinang. Dengan menolak ajakan damai Belanda, ia menerapkan startegi gerilya laut untuk mengacaukan perdagangan Belanda di Selat Melaka dan Kepulauan Riau. Kurang lebih 27 tahun kemudian, di tahun 1811, Sultan Mahmud berperan melawan ekspansi Belanda ke Sumatera Timur, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.

Terakhir, untuk Lafran Pane asal Yogyakarta, dia dianggap patut diberi gelar Pahlawan Nasional karena mendorong pertumbuhan gerakan pemuda di Indonesia. Salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam pada 5 Februari 1947. Lafran juga figur yang menentang pergantian ideologi Indonesia dari Pancasila ke Komunisme.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo.co

  BacaJuga
  • Respons Setnov Ditahan KPK: Saya Masih Sakit, Kurang Tidur

    Senin, 20 Nov 2017 02:21

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto sempat memberikan keterangan kepada wartawan sesaat sebelum masuk ke dalam mobil yang membawanya ke rumah tahanan KPK, sekitar pukul 01.15 WIB. Dalam keteranga

  • Setnov Sudah Bisa Diperiksa KPK soal Kasus e-KTP

    Senin, 20 Nov 2017 02:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto telah dipindahkan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta Pusat ke Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korups

  • KPK Kembali Lelang Mobil dan Motor Hasil Korupsi, Ada 9 Unit

    Sabtu, 18 Nov 2017 21:35

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melelang mobil dan sepeda motor yang disita dari para koruptor. Kali ini, terdapat sembilan unit mobil plus motor, dan sebagian be

  • Pernyataan Jokowi untuk Novanto Dinilai sebagai Peringatan Keras

    Sabtu, 18 Nov 2017 20:23

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Ketua DPR Setya Novanto mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Dimas Oky Nugroho me

  • KPK Dalami Kasus Kecelakaan Setya Novanto

    Jumat, 17 Nov 2017 13:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febridiansyah menjelaskan pihaknya akan mendalami kasus kecelakaan yang dialami oleh tersangka kasus E-KTP, Setya Novanto.Kat

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.