• Home
  • Nasional
  • Jatim Park Kandangkan Harimau Terkam Siswi dan Perbanyak Keeper

Jatim Park Kandangkan Harimau Terkam Siswi dan Perbanyak Keeper

Jumat, 17 Mar 2017 15:11
Dibaca: 91 kali
BAGIKAN:
Antara/Ari Bowo Sucipto
Salah seekor dari dua bayi harimau putih (Panthera tigris tigris) berusia tiga bulan yang diberi nama Anjani bermain dengan induknya di kandang predator di Jatim Park II

Liputanriau-JAWA TIMUR-Manajemen tempat wisata Museum Satwa, Jatim Park Group, Kota Batu, Jawa Timur, kini mengandangkan anak harimau benggala berusia 6 bulan, usai kejadian diterkamnya seorang siswi TK asal Kediri, Putri (4) oleh binatang itu.

"Sesuai saran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, harimau tersebut kini tidak lagi dipakai sebagai binatang peragaan, tetapi masuk kandang display," kata Manager Humas Jatim Park Group Titik S Ariyanto ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Kamis.

Titik mengatakan, sebagai antisipasi agar kejadian itu tidak terulang kembali ke depannya, akan dibuatkan jalur khusus menuju lokasi pemotretan, tanpa melewati jalur pengunjung.

Selain itu, kata Titik, juga akan ada penambahan petugas "keeper" atau penjaga harimau ketika banyak pengunjung yang berada di lokasi pemotretan.

"Saat ini, lokasi tersebut juga masih ditutup sementara usai kejadian, dan kini tim kami masih terus koordinasi dengan tim BBKSDA Jawa Timur," kata Titik.

Peristiwa diterkamnya siswi asal Kediri, Jawa Timur, terjadi pada tanggal 14 Maret 2017, dan sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kasat Reskrim Polres Batu, manajemen Jatim Park 2 sepenuhnya wajib bertanggung jawab atas peristiwa itu dan mengobati korban sampai sembuh.

Persitiwa itu terjadi saat sejumlah siswa bergantian akan melakukan foto bersama harimau. Namun tiba-tiba seekor anak harimau menerkam salah satu siswa, akibatnya korban mengalami luka serius di bagian dada.

Manajemen Jatim Park Group mengakui kejadian tersebut murni kecelakaan yang tidak diharapkan oleh siapa pun, dan jenis binatang yang menerkam siswi tersebut adalah anak harimau benggala yang berusia 6 bulan.

Manajemen menduga anak harimau sedang panik yang disebabkan banyak anak sekolah yang berteriak-teriak dan gaduh saat harimau dibawa menuju lokasi foto bersama, hal ini membuat anak harimau itu kaget.

Setelah kejadian itu, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Baptis untuk menjalani operasi karena luka dari cakaran anak harimau cukup serius di bagian dada, dan biaya perawatan korban sepenuhnya ditanggung pihak Jatim Park 2. (Republika.co.id)

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Kata-kata Pertama Novel Baswedan setelah 10 Bulan Absen di KPK

    Kamis, 22 Feb 2018 15:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Novel Baswedan tiba di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018). Novel tiba pukul 13.10 WIB

  • Jokowi Terus Kejar Kapolri Soal Kasus Novel Baswedan

    Selasa, 20 Feb 2018 17:18

    Liputanriau.com, Jakarta - Kabar kepulangan penyidik KPK Novel Baswedan seusai menjalani operasi mata di Singapura mendapat tanggapan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ia berharap Novel Baswedan bisa

  • Pekan Ini, Novel Akan Pulang ke Indonesia

    Senin, 19 Feb 2018 14:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan hampir selesai menjalani perawatan mata di Singapura dan diperkirakan akan pulang ke Indonesia pada pekan ini.Juru bicar

  • Sketsa Dua Wajah Terduga Penyiram Novel Baswedan

    Jumat, 24 Nov 2017 21:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Kepolisian Polda Metro Jaya merilis sketsa dua wajah orang yang diduga pelaku penyiraman penyidik senior KPK Novel Baswedan.Polisi berharap masyarakat membantu jika mengetah

  • Jokowi Akan Kembali Panggil Kapolri Bahas Kasus Novel Baswedan

    Jumat, 03 Nov 2017 13:40

    Liputanriau.com, Jakarta - Penyelidikan kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan belum menunjukkan hasil. Sejumlah aktivis antikorupsi pun telah beberapa kali me

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.