• Home
  • Nasional
  • Jokowi: Selain PCC, Saya Dengar Ada Pil Jin, Bukan Pil Setan

Jokowi: Selain PCC, Saya Dengar Ada Pil Jin, Bukan Pil Setan

Selasa, 03 Okt 2017 15:53
Dibaca: 89 kali
BAGIKAN:
Presiden Joko Widodo ‎canangkan pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Lapangan Utama Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur

Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo ‎mencanangkan aksi pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Lapangan Utama Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur,‎ Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017). Hal ini dilakukan menyusul jatuhnya banyak korban penyalahgunaan obat di kalangan remaja di beberapa daerah, akhir-akhir ini.

"Beberapa waktu lalu kita dihebohkan oleh obat berbahaya PCC (paracetamol, caffeine dan carisoprodol) yang telah menimbulkan korban, ini peristiwanya di Kendari, Sulawesi Tenggara," kata Jokowi.

Kasus yang baru-baru ini terjadi yaitu penyalahgunaan pil Paracetamol Caffeine dan Carisoprodol yang efeknya seperti narkoba, bahkan sampai membuat pemakainya seperti gila. Ada lagi korban penyalahgunaan obat ilegal, seperti tramadol.

Jokowi mengatakan korban mayoritas remaja. Mereka tergiur oleh tawaran mengonsumsi obat tersebut secara gratis, lalu mengalami ketergantungan.

Jokowi mengatakan obat ilegal yang efeknya seperti narkoba terdiri dari bermacam-macam jenis.

"Selain PCC, saya dengar ada namanya pil jin, bukan pil setan, tapi pil jin. Ada kebiasaan berbahaya meminum tramadol dan kopi, dan masih banyak lagi yang lainnya," ujar dia.

Jokowi mengajak masyarakat, khususnya orangtua, untuk lebih peka.

Kasus korban pil PCC di berbagai daerah harus membuka mata semua kalangan bahwa penyalahgunaan obat sangat mengancam generasi muda.

‎"Kasus PCC, pil jin, ini mungkin adalah puncak gunung es yang nampak dipermukaan. Mungkin di bawahnya tersimpan potensi masalah penyalahgunaan obat terlarang yang besar, yang perlu mendapat perhatian kita semua," ujar dia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan diminta Jokowi untuk meningkatkan pengawasan demi melindungi warga, khususnya generasi muda.

Dia mengingatkan pengawasan peredaran obat bukan hanya sebatas administrasi, prosedur teknis, apalagi urusan bisnis.

"Tapi ini adalah urusan kehadiran negara, urusan kehadiran pemerintah melindungi rakyatnya, urusan menyelamatkan generasi muda yang akan jadi penerus masa depan bangsa kita Indonesia.‎ Saya ingin menegaskan, tugas untuk melindungi rakyat dari penyalahgunaan obat tidak bisa hanya dibebankan pada BPOM, saya minta semua Kementerian, semua lembaga non kementerian, pemerintah daerah untuk saling kerjasama dan bersinergi," kata dia.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Suara.com

  BacaJuga
  • Fredrich Yunadi Klaim Sudah Laporkan Pimpinan KPK ke Bareskrim

    Rabu, 17 Jan 2018 20:06

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengaku sudah melaporkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan ke Bareskrim Polri. Sebelumnya, Fr

  • Setya Novanto Nilai Tepat Penunjukan Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR RI

    Senin, 15 Jan 2018 13:16

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto mendukung sikap Partai Golkar yang menunjuk Bambang Soesatyo alias Bamsoet sebagai ketua DPR RI menggantikan dirinya.Menurut Setya Novanto, sudah saatnya Bamba

  • Alasan Setya Novanto Masih Pikirkan Opsi Justice Collaborator

    Jumat, 05 Jan 2018 17:19

    Liputanriau.com, Jakarta - Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail mengatakan masih mempertimbangkan opsi untuk mengajukan kliennya sebagai justice collaborator dalam mengungkap kasus korupsi e-KT

  • Setya Novanto Sambangi KPK untuk Klarifikasi Hari Ini

    Rabu, 03 Jan 2018 15:39

    Liputanriau.com, Jakarta - Terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini, Rabu, 3 Januari 2018. Saat

  • Setya Novanto, Kasus Hukum, dan Kisahnya di Panggung Politik

    Minggu, 24 Des 2017 17:56

    Liputanriau.com - Setya Novanto, politisi kawakan asal Partai Golkar, terus menjadi sorotan. Mulai dari berbagai kasus hukum yang menyeret namanya, hingga kelihaiannya dalam berpolitik. Berkiprah di S

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.