• Home
  • Nasional
  • Jokowi: Selain PCC, Saya Dengar Ada Pil Jin, Bukan Pil Setan

Jokowi: Selain PCC, Saya Dengar Ada Pil Jin, Bukan Pil Setan

Selasa, 03 Okt 2017 15:53
Dibaca: 118 kali
BAGIKAN:
Presiden Joko Widodo ‎canangkan pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Lapangan Utama Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur

Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo ‎mencanangkan aksi pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Lapangan Utama Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur,‎ Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017). Hal ini dilakukan menyusul jatuhnya banyak korban penyalahgunaan obat di kalangan remaja di beberapa daerah, akhir-akhir ini.

"Beberapa waktu lalu kita dihebohkan oleh obat berbahaya PCC (paracetamol, caffeine dan carisoprodol) yang telah menimbulkan korban, ini peristiwanya di Kendari, Sulawesi Tenggara," kata Jokowi.

Kasus yang baru-baru ini terjadi yaitu penyalahgunaan pil Paracetamol Caffeine dan Carisoprodol yang efeknya seperti narkoba, bahkan sampai membuat pemakainya seperti gila. Ada lagi korban penyalahgunaan obat ilegal, seperti tramadol.

Jokowi mengatakan korban mayoritas remaja. Mereka tergiur oleh tawaran mengonsumsi obat tersebut secara gratis, lalu mengalami ketergantungan.

Jokowi mengatakan obat ilegal yang efeknya seperti narkoba terdiri dari bermacam-macam jenis.

"Selain PCC, saya dengar ada namanya pil jin, bukan pil setan, tapi pil jin. Ada kebiasaan berbahaya meminum tramadol dan kopi, dan masih banyak lagi yang lainnya," ujar dia.

Jokowi mengajak masyarakat, khususnya orangtua, untuk lebih peka.

Kasus korban pil PCC di berbagai daerah harus membuka mata semua kalangan bahwa penyalahgunaan obat sangat mengancam generasi muda.

‎"Kasus PCC, pil jin, ini mungkin adalah puncak gunung es yang nampak dipermukaan. Mungkin di bawahnya tersimpan potensi masalah penyalahgunaan obat terlarang yang besar, yang perlu mendapat perhatian kita semua," ujar dia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan diminta Jokowi untuk meningkatkan pengawasan demi melindungi warga, khususnya generasi muda.

Dia mengingatkan pengawasan peredaran obat bukan hanya sebatas administrasi, prosedur teknis, apalagi urusan bisnis.

"Tapi ini adalah urusan kehadiran negara, urusan kehadiran pemerintah melindungi rakyatnya, urusan menyelamatkan generasi muda yang akan jadi penerus masa depan bangsa kita Indonesia.‎ Saya ingin menegaskan, tugas untuk melindungi rakyat dari penyalahgunaan obat tidak bisa hanya dibebankan pada BPOM, saya minta semua Kementerian, semua lembaga non kementerian, pemerintah daerah untuk saling kerjasama dan bersinergi," kata dia.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Suara.com

  BacaJuga
  • KPK Usut Peran James Riady dalam Kasus Meikarta

    Sabtu, 20 Okt 2018 16:10

    Liputanriau.com, Jakarta - KPK berencana memeriksa CEO Lippo Group James Riady sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan superblok Meikarta. Penyidik KPK akan mengklarifikasi apa yang diketahui James

  • Tak Ada Bukti Suap Meikarta Di Rumah James Riady

    Sabtu, 20 Okt 2018 16:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Rumah CEO Lippo Group James Riady menjadi salah satu lokasi yang digeledah KPK terkait kasus dugaan suap perizinan Meikarta. Namun, penyidik tidak menemukan bukti dari pengg

  • KPK Sita Sejumlah Uang Dari Rumah Bupati Bekasi

    Kamis, 18 Okt 2018 17:05

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebanyak lebih dari Rp100 juta dari kediaman Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yason (NHY). Uang dalam bentuk rupiah dan yuwan itu

  • Bupati Bekasi Tersangka Suap Meikarta Dikeluarkan dari Tim Kampanye Jokowi

    Selasa, 16 Okt 2018 16:37

    Liputanriau.com, Jakarta - Timses Jokowi-Ma'ruf mengeluarkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dari struktur tim kampanye daerah di Jabar. Keputusan ini dikeluarkan setelah Neneng ditetapkan seb

  • Bos Lippo Ditahan KPK Terkait Suap Meikarta

    Selasa, 16 Okt 2018 16:27

    Liputanriau.com, Jakarta - Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/10). Billy merupakan tersangka suap terkait izin proyek

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.