• Home
  • Nasional
  • Jokowi: Tiga Tahun Jadi Presiden, Pekerjaan Masih Jauh dari Selesai

Jokowi: Tiga Tahun Jadi Presiden, Pekerjaan Masih Jauh dari Selesai

Jumat, 20 Okt 2017 15:40
Dibaca: 65 kali
BAGIKAN:
Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau progres Bendungan Karian di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Liputanriau.com, Jakarta - Selama tiga tahun menjabat sebagai Presiden, Joko Widodo merasa tugasnya masih jauh dari selesai. Jokowi memaparkan sejumlah capaian di akun Facebook resminya, Jumat (20/10/2017), bertepatan dengan 3 tahun setelah ia dilantik pada 20 Oktober 2014.

Capaian pertama yang ditekankan Jokowi adalah terkait pembangunan infrastruktur.

Pemerintah terus menggenjot infrastruktur dan meningkatkan anggarannya dari Rp 177 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 401 triliun pada tahun 2017.

Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan tujuh Pos Lintas Batas Negara di perlintasan utama sepanjang perbatasan dengan negara tetangga Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste.

Selain itu, dalam tiga tahun ini, panjang jalan tol di Indonesia telah bertambah 300 kilometer dari semula hanya 780 kilometer pada 2014.

Pemerintah membangun jalan-jalan nasional di berbagai lokasi. Total jalan yang sudah dibangun dalam tiga tahun terakhir mencapai 2.623 kilometer termasuk jalan-jalan perbatasan, Trans Papua, Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur.

Panjang jembatan yang dibangun sampai Oktober 2017 telah mencapai 25.149 meter. 

Pemerintah juga membangun pelabuhan, mulai dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Kuala Tanjung di Sumatra Utara dan Makassar New Port di Sulawesi Selatan, serta pelabuhan-pelabuhan kecil di berbagai pulau.

Tiga tahun ini pemerintah juga membangun tujuh bandara baru di pulau dan daerah terpencil serta membenahi 439 bandara lama.

Pemerintah juga menyelesaikan pembangunan 33 waduk dari 49 waduk yang direncanakan.

Jokowi mengaku selalu mengecek langsung perkembangan pembangunan infrastruktur itu dengan blusukan langsung ke berbagai daerah.

"Saya ingin memastikan semua program pemerintah yang sudah direncanakan telah dilaksanakan dengan benar, mengontrol jalannya proyek-proyek strategis nasional, mengecek hambatan-hambatan dan mencarikan jalan keluarnya" kata Jokowi.

Selain infrastruktur, Jokowi juga memaparkan capaian terkait dengan bantuan sosial kepada masyarakat.

Sampai Oktober 2017 ini, Kartu Indonesia Sehat telah diterima 182 juta penduduk Indonesia. Lebih dari 8 juta Kartu Indonesia Pintar telah dibagikan kepada siswa-siswa sekolah.

Selain itu, untuk mengejar target sertifikasi lahan di seluruh Indonesia, Jokowi juga telah membagikan langsung 137.035 lembar sertifikat hak milik tanah untuk rakyat di 37 lokasi di 22 provinsi.

Namun, Jokowi menekankan bahwa pekerjaannya masih jauh dari selesai.

"Tiga tahun menjadi Presiden Republik Indonesia, pekerjaan kita masih jauh dari selesai. Negara kita besar, maka target kita juga harus besar. Agar kita berdaya saing kuat, berdiri tegak dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya," kata Jokowi.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Respons Setnov Ditahan KPK: Saya Masih Sakit, Kurang Tidur

    Senin, 20 Nov 2017 02:21

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto sempat memberikan keterangan kepada wartawan sesaat sebelum masuk ke dalam mobil yang membawanya ke rumah tahanan KPK, sekitar pukul 01.15 WIB. Dalam keteranga

  • Setnov Sudah Bisa Diperiksa KPK soal Kasus e-KTP

    Senin, 20 Nov 2017 02:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto telah dipindahkan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta Pusat ke Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korups

  • KPK Kembali Lelang Mobil dan Motor Hasil Korupsi, Ada 9 Unit

    Sabtu, 18 Nov 2017 21:35

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melelang mobil dan sepeda motor yang disita dari para koruptor. Kali ini, terdapat sembilan unit mobil plus motor, dan sebagian be

  • Pernyataan Jokowi untuk Novanto Dinilai sebagai Peringatan Keras

    Sabtu, 18 Nov 2017 20:23

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Ketua DPR Setya Novanto mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Dimas Oky Nugroho me

  • KPK Dalami Kasus Kecelakaan Setya Novanto

    Jumat, 17 Nov 2017 13:07

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febridiansyah menjelaskan pihaknya akan mendalami kasus kecelakaan yang dialami oleh tersangka kasus E-KTP, Setya Novanto.Kat

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.