• Home
  • Nasional
  • Jokowi: Tiga Tahun Jadi Presiden, Pekerjaan Masih Jauh dari Selesai

Jokowi: Tiga Tahun Jadi Presiden, Pekerjaan Masih Jauh dari Selesai

Jumat, 20 Okt 2017 15:40
Dibaca: 97 kali
BAGIKAN:
Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau progres Bendungan Karian di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Liputanriau.com, Jakarta - Selama tiga tahun menjabat sebagai Presiden, Joko Widodo merasa tugasnya masih jauh dari selesai. Jokowi memaparkan sejumlah capaian di akun Facebook resminya, Jumat (20/10/2017), bertepatan dengan 3 tahun setelah ia dilantik pada 20 Oktober 2014.

Capaian pertama yang ditekankan Jokowi adalah terkait pembangunan infrastruktur.

Pemerintah terus menggenjot infrastruktur dan meningkatkan anggarannya dari Rp 177 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 401 triliun pada tahun 2017.

Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan tujuh Pos Lintas Batas Negara di perlintasan utama sepanjang perbatasan dengan negara tetangga Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste.

Selain itu, dalam tiga tahun ini, panjang jalan tol di Indonesia telah bertambah 300 kilometer dari semula hanya 780 kilometer pada 2014.

Pemerintah membangun jalan-jalan nasional di berbagai lokasi. Total jalan yang sudah dibangun dalam tiga tahun terakhir mencapai 2.623 kilometer termasuk jalan-jalan perbatasan, Trans Papua, Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur.

Panjang jembatan yang dibangun sampai Oktober 2017 telah mencapai 25.149 meter. 

Pemerintah juga membangun pelabuhan, mulai dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Kuala Tanjung di Sumatra Utara dan Makassar New Port di Sulawesi Selatan, serta pelabuhan-pelabuhan kecil di berbagai pulau.

Tiga tahun ini pemerintah juga membangun tujuh bandara baru di pulau dan daerah terpencil serta membenahi 439 bandara lama.

Pemerintah juga menyelesaikan pembangunan 33 waduk dari 49 waduk yang direncanakan.

Jokowi mengaku selalu mengecek langsung perkembangan pembangunan infrastruktur itu dengan blusukan langsung ke berbagai daerah.

"Saya ingin memastikan semua program pemerintah yang sudah direncanakan telah dilaksanakan dengan benar, mengontrol jalannya proyek-proyek strategis nasional, mengecek hambatan-hambatan dan mencarikan jalan keluarnya" kata Jokowi.

Selain infrastruktur, Jokowi juga memaparkan capaian terkait dengan bantuan sosial kepada masyarakat.

Sampai Oktober 2017 ini, Kartu Indonesia Sehat telah diterima 182 juta penduduk Indonesia. Lebih dari 8 juta Kartu Indonesia Pintar telah dibagikan kepada siswa-siswa sekolah.

Selain itu, untuk mengejar target sertifikasi lahan di seluruh Indonesia, Jokowi juga telah membagikan langsung 137.035 lembar sertifikat hak milik tanah untuk rakyat di 37 lokasi di 22 provinsi.

Namun, Jokowi menekankan bahwa pekerjaannya masih jauh dari selesai.

"Tiga tahun menjadi Presiden Republik Indonesia, pekerjaan kita masih jauh dari selesai. Negara kita besar, maka target kita juga harus besar. Agar kita berdaya saing kuat, berdiri tegak dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya," kata Jokowi.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Mahfud MD: Pilkada seperti Peternakan Koruptor

    Kamis, 19 Apr 2018 16:48

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menganggap pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini seperti peternakan koruptor. Melalui Pilkada tersebut, praktik korupsi seper

  • Mahfud MD: Pesaing Kuat Jokowi Bukan Prabowo

    Kamis, 19 Apr 2018 16:35

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai kemunculan poros ketiga sangat kecil di Pemilihan Presiden 2019.Menurut dia, yang ada hanya dua poros dengan Gatot Nurmant

  • Mahfud MD Ikut Komentari Pernyataan Rocky Gerung Soal 'Kitab Suci Fiksi'

    Kamis, 12 Apr 2018 00:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Pernyataan Pengamat Politik sekaligus Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung terkait pandangannya soal kitab suci menjadi perbincangan warganet. Saat hadir di acara Indonesia Lawye

  • 3 Alasan Mahfud MD Tolak Hak Angket KPK

    Kamis, 15 Jun 2017 16:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (HTN-HAN) Mahfud MD mengatakan, pembentukan Panitia Khusus Hak Angket KPK di DPR bukan hal yang

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.