• Home
  • Nasional
  • Jokowi Dianggap Hanya Bicara, tapi Tak Bertindak Perkuat KPK

Jokowi Dianggap Hanya Bicara, tapi Tak Bertindak Perkuat KPK

Rabu, 13 Sep 2017 14:52
Dibaca: 81 kali
BAGIKAN:
Presiden RI Joko Widodo.

Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo diminta menunjukkan sikap tegasnya terkait komitmen memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Peneliti Senior Para Syndicate, Toto Sugiarto menilai, pernyataan Jokowi tak akan membiarkan pelemahan KPK perlu diperkuat dengan tindakan.

"Kalau statement (sudah) clear, tapi action itu yang tidak ada," kata Toto saat dihubungi, Rabu (13/9/2017).

Berdasarkan hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS), sebanyak 76,9 persen responden melihat pemerintahan Joko Widodo berkomitmen memperkuat KPK.

Toto memprediksi, kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi bisa saja menjadi turun.

Hal itu didasari adanya sejumlah "serangan" terhadap KPK yang datang dari pembantu presiden sendiri.

Misalnya, Jaksa Agung M Prasetyo yang ingin

Dengan kata lain. Jaksa Agung ingin tidak ada lagi penuntutan di KPK.

Usai Prasetyo menyampaikan pernyataan tersebut, belum ada tanggapan dari Presiden. Hal itu, kata Toto, memperlihatkan Presiden tak melakukan apa-apa.

"Presiden barangkali merasa cukup dengan statement, tapi tidak ada langkah nyata yang dilakukan untuk mendukung penguatan KPK," tutur Pengamat Politik dari Universitas Paramadina itu.

Ia menambahkan, Presiden harus mengingatkan para bawahannya, seperti Jaksa Agung dan Kapolri.

Setidaknya agar dua pimpinan institusi penegak hukum tersebut tak ikut-ikutkan memberikan komentar yang bernada pelemahan terhadap KPK.

Termasuk kepada partai pendukung pemerintah. Menurut dia, ironis saat wacana pembekuan KPK justru datang dari kader salah satu partai pendukung pemerintah, yakni PDI Perjuangan.

"Itu harus diingatkan. Kalau Jokowi tidak melakukan langkah-langkah nyata yang dilihat oleh rakyat, maka penurunan bisa terjadi terhadap pemerintahan Jokowi," ucap dia.

sebelumnya menegaskan, sebagai lembaga yang diberi amanat undang-undang untuk memberantas korupsi, peran KPK harus terus diperkuat.

"Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak akan membiarkan KPK diperlemah. Oleh sebab itu kita harus sama-sama menjaga KPK," ujar Jokowi seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana, Senin (11/9/2017).

Apalagi, lanjut Jokowi, dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, KPK bersifat independen dan bebas dari kekuasaan mana pun. Sehingga ,tidak heran jika lembaga antirasuah tersebut mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat.

"KPK sebagai sebuah institusi, yang dipercaya oleh masyarakat, sangat dipercaya masyarakat, ya harus kita perkuat. Harus itu, harus kita perkuat untuk mempercepat pemberantasan korupsi," tuturnya.

Namun, Jokowi tidak menjelaskan upaya penguatan apa yang dilakukan, di tengah adanya dugaan upaya memperlemah KPK melalui Pansus Angket KPK di DPR.

Jokowi hanya mengingatkan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa sehingga harus diberantas.

"Perlu saya ingatkan kepada semuanya ya bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa. Oleh sebab itu harus kita berantas. Harus kita lawan yang namanya korupsi," ucap Jokowi.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Pernyataan Jokowi untuk Novanto Dinilai sebagai Peringatan Keras

    Sabtu, 18 Nov 2017 20:23

    Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Ketua DPR Setya Novanto mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Dimas Oky Nugroho me

  • Beda Keterangan Pengacara Setnov dengan Saksi Mata

    Jumat, 17 Nov 2017 13:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Fredrich Yunadi, pengacara Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, kliennya mengalami kecelakaan yang sangat parah. Saat itu, kata dia, Novanto hendak menuju kantor salah satu t

  • Polisi Tegaskan Kecelakaan Setya Novanto Bukan Rekayasa

    Jumat, 17 Nov 2017 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Kingkin W memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto. Kingkin menjawa

  • Karyawannya Dikabarkan Ada di Mobil Novanto, Metro TV Akan Menelusuri

    Jumat, 17 Nov 2017 13:11

    Liputanriau.com, Jakarta - Seorang karyawan stasiun televisi Metro TV bernama Hilman dikabarkan berada dalam mobil yang ditumpangi Ketua DPR RI Setya Novanto.Informasi yang beredar di kalangan wartawa

  • Kronologi Setya Novanto Menghilang versi Pengacara

    Kamis, 16 Nov 2017 13:18

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto tidak berada di rumahnya saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak menjemput paksa dirinya pada Rabu (15/11/2017) malam.Para penyidik K

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.