Jokowi Geram Ada Pungli Rp 6,1 M di Samarinda

Sabtu, 18 Mar 2017 12:44
Dibaca: 51 kali
BAGIKAN:
Presiden RI Joko Widodo

Liputanriau-KALIMANTAN-Presiden Joko Widodo atau Jokowi geram dengan masih maraknya pungutan liar (pungli). Terlebih dengan terkuaknya pungli yang diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Timur bersama Bareskrim Polri.

Mereka melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura) di Samarinda. OTT ini berkaitan dengan pungli senilai Rp 6,1 miliar.

Jokowi menilai angka Rp 6,1 miliar itu bukan jumlah yang kecil dan tidak bisa dianggap sepele.

"Kita melihat Rp 6,1 miliar itu adalah angka yang besar, dan pasti itu sudah dilihat lama. Itu yang ketahuan lho ya. Hati-hati saya ingatkan," ujar Jokowi di Pasar Hongkong Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat 17 Maret 2017 malam.

Jokowi kembali mengingatkan agar semua instansi pemerintah menjaga kualitas pelayanan. Tindakan tegas tidak akan segan-segan untuk diberlakukan.

"Saya ingatkan agar semuanya hati-hati. Layani dengan baik, layani dengan cepat karena yang namanya saber pungli itu bekerja," tegas Jokowi.

Pemerintah sendiri terus berusaha meningkatkan pelayanan dengan melakukan berbagai perbaikan. Mengingat saat ini, pungutan liar masih menjadi salah satu permasalahan besar yang menyebabkan terganggunya sistem pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Ini perlu kita ingatkan semuanya, bahwa kita ini ingin memperbaiki sistem yang ada," ucap Jokowi. (liputan6com)

Sumber: Liputan6.com

  BacaJuga
  • KPK: Hak Angket Hambat Proses Hukum E-KTP

    Jumat, 28 Apr 2017 15:05

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mulai gerah atas usul hak angket yang hendak digulirkan Dewan Perwakilan Rakyat. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan langkah yang dilaku

  • Hak Angket DPR Soal Korupsi KTP-El Dinilai Langgar Undang-Undang

    Jumat, 28 Apr 2017 14:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Dewan pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak Roji Santani mengatakan pengusulan hak angket kasus dugaan korupsi KTP-el yang kini ditangani Komisi P

  • Ini Alasan F-Gerindra "Walk Out" Saat Pengambilan Keputusan Hak Angket KPK

    Jumat, 28 Apr 2017 14:50

    Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Fraksi Gerindra di DPR, Ahmad Muzani, mengaku tak habis pikir dengan Pimpinan DPR yang sepihak memutuskan usulan hak angket dari Komisi III DPR terhadap Komisi Pembera

  • KPK: Mata Novel Baswedan Dilakukan Empat Tindakan

    Kamis, 27 Apr 2017 16:58

    Liputanriau.com, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan dokter yang menangani Novel Baswedan akan melakukan empat tindakan terhadap mata penyidik KPK itu ya

  • Komisi IV Ingatkan Pemko Pekanbaru Serius Tanggapi Keluhan Warga Soal Jalan Rusak

    Kamis, 27 Apr 2017 06:08

    PEKANBARU - Persoalan pembangunan dan kerusakan infrastruktur memang bukan persoalan baru lagi, namun Pemerintah Kota Pekanbaru diminta tetap memprioritaskan dan agar mendengar keluhan dari masyarakat

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.