Jokowi Sebut Telegram Ganggu Keamanan Negara

Minggu, 16 Jul 2017 16:51
Dibaca: 64 kali
BAGIKAN:
RoL
Jokowi mengatakan keberadaan telegram menggangu keamanan negara

Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan keberadaan telegram menggangu keamanan negara. Dia menyebutkan aplikasi ini kerap digunakan untuk aksi terorisme.

Dia menyatakan perlu pemblokiran guna menjaga keamanan semua pihak. "Ini kita lakukan karena kita lebih mementingkan keamanan negara, dan masyarakat," kata Jokowi, Ahad (16/7).

Jokowi mengatakan pemerintah telah mengamati pergerakan terorisme melalui akun media sosial ini cukup lama. Berdasarkan pengamatan pemerintah, penggunaan media sosial ini terkait dengan aksi terorisme bukan hanya beberapa kali, tapi telah sering dilakukan.

Jika tidak dihentikan lebih awal maka pemerintah mengkhawatirkan penyebaran paham radikalisme dan ajakan aksi terorisme melalui Telegram dapat meluas. Karena semakin banyak orang yang terkait dengan terorisme menggunakan sejumlah fitur dalam Telegram maka pemerintah memutuskan untuk memblokir media sosial tersebut.

Berdasarkan pemantauan itu, dia menambahkan, pemerintah memandang banyak konten yang beredar di Telegram yang lolos dari pantauan perusahaan aplikasi asal Rusia tersebut. Jokowi menyebutkan Kemenkominfo telah melakukan pembicaran dengan sejumlah perusahaan media sosial yang ada di Indonesia terkait persoalan terorisme dan radikalisme yang sering disebarkan melalui media sosial.

Dia menyatakan penyebaran pemahaman terorisme menggunakan komunikasi bukan hanya di dalam negara Indonesia, tapi juga antarnegara. Untuk menjaga agar komunikasi menggunakan media sosial tidak terganggu, Jokowi meminta agar masyarakat menggunakan media sosial lain.

Dia menyatakan ada banyak media sosial selain Telegram yang lebih aman. 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • KPK Periksa Andi Narogong untuk Tersangka Setya Novanto

    Kamis, 20 Jul 2017 13:22

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, akan memeriksa Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai saksi dalam penyidikan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis n

  • Setya Novanto Penuhi Panggilan KPK

    Jumat, 14 Jul 2017 15:33

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua DPR RI Setya Novanto dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependuduk

  • Irman Akui Ada Aliran Dana e-KTP ke eks Mendagri

    Rabu, 12 Jul 2017 15:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Irman menjelaskan aliran duit proyek yang selama ini ia terima. Hal ini diungkapkan dalam sidang dengan agenda pledoi, lantaran sebelumnya 

  • Ketua Pansus Hak Angket akan Diperiksa KPK Hari Ini

    Selasa, 11 Jul 2017 14:08

    Liputanriau.com, Jakarta - Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-elektronik. Dua saksi yang dijadwalkan ulang ialah anggo

  • KPK Periksa Dua Mantan Pimpinan Komisi II

    Senin, 10 Jul 2017 14:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua mantan pimpinan Komisi II DPR RI dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berba

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.