Jokowi Sebut Telegram Ganggu Keamanan Negara

Minggu, 16 Jul 2017 16:51
Dibaca: 107 kali
BAGIKAN:
RoL
Jokowi mengatakan keberadaan telegram menggangu keamanan negara

Liputanriau.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan keberadaan telegram menggangu keamanan negara. Dia menyebutkan aplikasi ini kerap digunakan untuk aksi terorisme.

Dia menyatakan perlu pemblokiran guna menjaga keamanan semua pihak. "Ini kita lakukan karena kita lebih mementingkan keamanan negara, dan masyarakat," kata Jokowi, Ahad (16/7).

Jokowi mengatakan pemerintah telah mengamati pergerakan terorisme melalui akun media sosial ini cukup lama. Berdasarkan pengamatan pemerintah, penggunaan media sosial ini terkait dengan aksi terorisme bukan hanya beberapa kali, tapi telah sering dilakukan.

Jika tidak dihentikan lebih awal maka pemerintah mengkhawatirkan penyebaran paham radikalisme dan ajakan aksi terorisme melalui Telegram dapat meluas. Karena semakin banyak orang yang terkait dengan terorisme menggunakan sejumlah fitur dalam Telegram maka pemerintah memutuskan untuk memblokir media sosial tersebut.

Berdasarkan pemantauan itu, dia menambahkan, pemerintah memandang banyak konten yang beredar di Telegram yang lolos dari pantauan perusahaan aplikasi asal Rusia tersebut. Jokowi menyebutkan Kemenkominfo telah melakukan pembicaran dengan sejumlah perusahaan media sosial yang ada di Indonesia terkait persoalan terorisme dan radikalisme yang sering disebarkan melalui media sosial.

Dia menyatakan penyebaran pemahaman terorisme menggunakan komunikasi bukan hanya di dalam negara Indonesia, tapi juga antarnegara. Untuk menjaga agar komunikasi menggunakan media sosial tidak terganggu, Jokowi meminta agar masyarakat menggunakan media sosial lain.

Dia menyatakan ada banyak media sosial selain Telegram yang lebih aman. 

Editor: Bobby Satia

Sumber: Republika.co.id

  BacaJuga
  • Aksi Bela Palestina, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Sementara

    Minggu, 10 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Jalan Medan Merdeka Selatan di Jakarta Pusat ditutup untuk sementara waktu karena aksi bela Palestina yang dilakukan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di depan Kedu

  • Hasil Pertemuan Menlu Retno dengan Dubes AS terkait Yerusalem

    Jumat, 08 Des 2017 15:42

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, Joseph Donovan untuk membahas mengenai penetapan Y

  • Kecam Trump, Menteri Retno Pakai 'Kefiyyeh' Khas Palestina

    Kamis, 07 Des 2017 17:15

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memakai selendang khas Palestina "keffiyeh", saat menghadiri dan berpidato di "Bali Democracy Forum" (BDF) Ke-10, Kamis (7/12/

  • Alquran Kuno Ditemukan di Masjid Umar Bin Khattab Palestina

    Selasa, 05 Des 2017 15:24

    Liputanriau.com, Palestina - Tiga Alquran yang dicetak di Percetakan Utsmaniyah pada masa Sultan Abdulhamid II ditemukan di sebuah masjid di Palestina.Muazin Masjid Umar Bin Khattab, Said Azim, menemu

  • Menlu Temui Dubes Amerika Perihal Status Jerusalem

    Selasa, 05 Des 2017 15:17

    Liputanriau.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah menemui Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R Donovan perihal rencana Presiden AS Donald Trump yang akan mengubah status kot

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.