• Home
  • Nasional
  • Jokowi Sempat Bingung Dapat Gelar Pelapor Gratifikasi Terpatuh

Jokowi Sempat Bingung Dapat Gelar Pelapor Gratifikasi Terpatuh

Senin, 11 Des 2017 15:56
Dibaca: 108 kali
BAGIKAN:
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo pada perayaan Hari Antikorupsi se-Dunia

Liputanriau.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada perayaan Hari Antikorupsi se-Dunia di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin 11 Desember 2017. Penghargaan yang diberikan adalah plakat gelar "Pelapor Gratifikasi dengan Nilai Terbesar yang Dijadikan Milik Negara".

Awalnya Presiden Joko Widodo sempat bingung kenapa tiba-tiba dirinya diberikan sebuah plakat oleh Agus. "Loh ini apa, Pak?" Ujar Presiden Joko Widodo kepada Agus.

Agus kemudian buru-buru menjelaskan kepada Presiden Joko Widodo bahwa dirinya mendapat plakat karena rajin melaporkan segala hadiah yang diterima. Ditotal, nilai-nilai hadiah itu sangat besar.

"Tak hanya terbesar, juga terpatuh Pak," ujar Agus kepada Presiden Joko Widodo yang langsung disambut dengan anggukan tanda paham

Presiden Joko Widodo memang kerap melaporkan hadiah-hadiah yang ia terima dari berbagai pejabat negara tetangga ke KPK. Bahkan, hal itu sudah ia lakukan saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Saat dulu masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi melaporkan pemberian Bass Electric dari band heavy metal Metallica yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Beberapa waktu lalu, Jokowi melaporkan hadiah boxset album Metallica Master of Puppetsyang ditandatangani oleh pentolan band asal California itu, Lars Ulrich. Padahal, boxset itu pemberian Perdana Menteri Denmark Lars Løkke Rasmussen.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Tempo

  BacaJuga
  • Modus Rumah Sakit Bebani Peserta BPJS

    Jumat, 09 Mar 2018 14:51

    Liputanriau.com, Jakarta - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak lepas dari masalah. Selain adanya defisit keuangan, pelak

  • 8 Sumber Pendanaan Menambal Defisit BPJS Kesehatan

    Minggu, 03 Des 2017 13:01

    Liputanriau.com, Jakarta - Tak ingin Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus merugi, pemerintah telah menyusun langkah penyelamatan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan. Maklum saja

  • Bantah Isu yang Beredar, BPJS Kesehatan Pastikan Tetap Jamin Biaya 8 Penyakit

    Senin, 27 Nov 2017 13:32

    Liputanriau.com, Jakarta - Sejak Jumat (24/11/2017), di berbagai media pemberitaan, beredar informasi bahwa BPJS Kesehatan sudah tak menanggung lagi 8 penyakit katastropik. Berbagai kekhawatiran di te

  • BPJS Kesehatan Akan Hapus Tanggungan 8 Penyakit

    Minggu, 26 Nov 2017 21:07

    Liputanriau.com - Sedikitnya ada delapan jenis penyakit yang pendanaannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan dibebankan kepada pasien. Seperti penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, t

  • Bank Riau Kepri Salurkan Dana CSR pada 20 Ribu Naker

    Minggu, 13 Agu 2017 11:39

    Liputanriau.com,PEKANBARU-Bank Riau Kepri (BRK) salurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperuntukkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.