• Home
  • Nasional
  • Jual Pil PCC, Pasutri Ini Raup Untung Rp 11 Miliar

Jual Pil PCC, Pasutri Ini Raup Untung Rp 11 Miliar

Minggu, 24 Sep 2017 16:54
Dibaca: 112 kali
BAGIKAN:

Liputanriau.com, Jakarta - Aktivitas produksi pil PCC yang dilakukan pasangan suami istri berinisial BP dan LKW dan baru-baru ini dibongkar polisi, rupanya memiliki omzet miliaran rupiah.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Eko Daniyanto mengatakan, per enam bulan, pasangan suami istri itu meraup laba kotor sebesar Rp 11 miliar.

"Berdasarkan keterangannya, mereka sudah dua tahun menjalankan produksi PCC ini. Per enam bulan, keuntungannya Rp 11 miliar," ujar Eko dalam konferensi pers di Aula Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Oleh sebab itu, polisi tengah menelusuri tindak pidana pencucian uang kedua pelaku. Meski demikian, semenjak BP dan LKW ditangkap berturut-turut pada tanggal 14 dan 17 September 2017, polisi sudah menyita dua mobil mewah. Dua mobil itu diduga merupakan hasil dari penjualan barang haram.

"Salah satu mobilnya adalah BMW Z4. Kami sita bersama uang tunai Rp 450 juta dan buku tabungan milik anaknya yang berisi Rp 3,5 miliar," ujar Eko.

Dari kasus itu, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka. Keempatnya adalah BP, LKW beserta dua anak buah berinisial SAS dan WY. Keempatnya disangka dengan Pasal 197 subsider Pasal 1906 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Khusus untuk BP juga dijerat dengan Pasal 3 dan Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Dijual murah

Dari informasi yang dihimpun , pil PCC buatan pasutri itu dihargai terjangkau di lapangan, yakni berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

"Makanya yang beli itu mulai dari remaja sampai anak-anak karena harganya sangat terjangkau," ujar salah seorang penyidik.

BP dan LKW pun sudah memiliki distributor di sejumlah kota besar sehingga pengiriman barang berlangsung mudah. Pil-pil itu tidak dijual di apotek. Pil itu disebut dijual oleh orang tertentu.

"Mereka menjualnya dari mulut ke mulut saja," lanjut penyidik.

Efek yang ditimbulkan pil adalah halusinasi dan rasa relaks yang tinggi. Dalam beberapa kasus, konsumen mencampurkan pil itu dengan unsur lain.

"Misalnya dicampur di miras atau dia konsumsi itu sambil hirup lem. Menurut mereka efeknya lebih 'nendang' gitu," ujar dia.

Editor: Bobby Satia

Sumber: Kompas.com

  BacaJuga
  • Gunung Merapi Kembali Erupsi

    Rabu, 23 Mei 2018 15:47

    Liputanriau.com, Yogyakarta - Letusan kembali terjadi di Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (23/5) siang ini. Letusan terjadi sekitar pukul 13.49 WIB. "Durasi letusan tercatat s

  • KPK: Fakta Baru Kasus e-KTP, Aliran Dana ke Kegiatan Parpol

    Kamis, 03 Mei 2018 00:28

    Liputanriau.com, Jakarta - Setelah vonis Setya Novanto diketok, KPK terus menelusuri kasus korupsi e-KTP dengan mendalami fakta yang muncul, baik di penyidikan maupun persidangan. Salah sat

  • Setya Novanto Memutuskan tidak Banding

    Senin, 30 Apr 2018 19:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Terdakwa korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto tidak akan mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Eks Ketua DPR itu si

  • Terungkap! Setnov Sempat Mau Dikirim Hantu Gunung agar Gila

    Jumat, 27 Apr 2018 19:52

    Liputanriau.com, Jakarta - Fredrich Yunadi, tersangka perkara menghalangi penyidikan KPK terhadap kasus korupsi KTP Elektronik, ternyata sempat merencanakan skenario agar kliennya saat itu, yakni

  • Setya Novanto Stres

    Jumat, 27 Apr 2018 10:25

    Liputanriau.com, Jakarta - Setya Novanto mengaku stres. Tak jelas apa maksud stres Novanto, apakah karena vonis 15 tahun penjara yang baru-baru ini diketok hakim untuknya atau hal lain.Novanto h

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.