• Home
  • Nasional
  • KPK Bantah PDIP soal OTT Menyasar Kepala Daerah Tertentu

KPK Bantah PDIP soal OTT Menyasar Kepala Daerah Tertentu

Senin, 11 Jun 2018 13:33
Dibaca: 104 kali
BAGIKAN:
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang
Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang membantah tudingan adanya kepentingan politik dalam operasi tangkap tangan terhadap Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, dan Wali Kota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar.

Saut menegaskan bahwa OTT yang dilakukan tidak pernah menyasar pihak tertentu. "KPK enggak milih-milih sasaran, yang utama itu hukum, hukum pembuktian yang dikedepankan," tegas Saut melalui keterangannya, Senin (11/6).

Menurut dia, pihaknya melakukan upaya penindakan selalu berdasarkan bukti yang ditemukan. Terkait adanya tudingan-tudingan yang muncul terkait OTT KPK, ia mengaku tidak merisaukannya. Ia menilai bahwa sebaiknya tudingan tersebut dibuktikan dalam persidangan.

"Soal ada implikasi atau framing politisasi, itu risiko saja. Sebaiknya di-challenge di meja pengadilan saja," kata dia.

Terkait penangkapan terhadap Syahri dan Anwar, Saut menegaskan bahwa pihaknya sudah mengantongi bukti permulaan yang cukup. Menurut Saut, tidak langsung ditangkapnya Syahri dan Anwar dalam OTT tidak lantas membuktikan bahwa KPK tidak cukup bukti.

"Ya itu nanti didebat di pengadilan saja," kata Saut.

Dalam sepekan terakhir, KPK mencocok tiga kepala daerah yang merupakan kader PDIP. Partai berlambang banteng bermoncong putih itu menuding OTT KPK tercampuri kepentingan politik lantaran dinilai menyasar calon atau kepala daerah yang memiliki elektabilitas tinggi.

"Hal ini mengingat bahwa yang menjadi sasaran adalah mereka yang memiliki elektabilitas tertinggi dan merupakan pemimpin yang sangat mengakar. Samanhudi misalnya, terpilih kedua kalinya dengan suara lebih dari 92%," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/6).
Editor: Bobby Satia

Sumber: Kumparan

  BacaJuga
  • MUI: Bendera Yang DIbakar Banser Bukan Bendera HTI

    Selasa, 23 Okt 2018 14:03

    Liputanriau.com, Jakarta - Kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota anggota GP Ansor (Banser) di Garut, menuai polemik. Mereka menganggap  bendera yang dibakar adalah bend

  • Mantan Jubir: HTI Tidak Punya Bendera

    Selasa, 23 Okt 2018 13:53

    Liputanriau.com, Jakarta - Mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustaz Ismail Yusanto mengecam keras aksi pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oknum anggota Barisan Serba Guna Ansor (Ba

  • Tanggapan MUI Terkait Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:26

    Liputanriau.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya meminta agar peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak dipermas

  • 3 Oknum Banser Terduga Pembakar Bendera Tauhid Masih Berstatus Saksi

    Selasa, 23 Okt 2018 13:19

    Liputanriau.com, Garut - Polres Garut Jawa Barat telah memeriksa tiga orang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang diduga membakar bendera warna h

  • Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Bubarkan Banser

    Selasa, 23 Okt 2018 13:13

    Liputanriau.com, Jakarta - Ulah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 LIPUTAN RIAU. All Rights Reserved.